Kesehatan Tubuh
Berbagai Golongan Obat Antihipertensi yang Umum Digunakan

Table of Contents
Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan tingginya tekanan darah di dalam tubuh. Kondisi ini penting untuk diwaspadai karena bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, seperti serangan jantung. Karenanya, penderita hipertensi perlu menjalani pengobatan yang tepat dan sesuai dengan arahan dokter.
Dalam hal ini, dokter juga dapat meresepkan obat antihipertensi guna membantu mengelola tekanan darah. Lantas, apa saja golongan obat antihipertensi yang umum digunakan? Untuk mengetahuinya, mari simak pembahasan di bawah ini.
Macam-Macam Golongan Obat Antihipertensi yang Umum Digunakan
Umumnya, dokter akan meresepkan obat antihipertensi bagi penderita hipertensi guna mengendalikan tekanan darah tinggi. Secara umum, setiap golongan obat antihipertensi memiliki mekanisme kerja yang berbeda dalam menangani tekanan darah tinggi. Dokter juga mungkin akan mempertimbangkan memberikan lebih dari satu golongan antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah pasien secara efektif.
Berikut adalah penjelasan mengenai macam-macam golongan obat antihipertensi yang umum digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi:
1. Adrenergic Blocker
Golongan obat antihipertensi yang pertama adalah adrenergic blocker, termasuk alpha blocker, beta blocker, alpha-beta blocker, dan peripherally acting blocker. Obat ini akan bekerja dengan cara menghambat efek hormon epinefrin atau adrenalin yang dapat memicu kontraksi otot-otot di dinding pembuluh darah dan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah.
Karena itu, adrenergic blocker juga bisa menurunkan kekuatan jantung dalam memompa darah serta memperlambat detak jantung. Adapun beberapa jenis adrenergic blocker adalah:
-
Beta blocker: Bisoprolol, atenolol, metoprolol, propranolol, nebivolol, dan atenolol.
-
Alpha blocker: Terazosin dan doxazosin.
Beberapa efek samping dari obat-obatan adrenergic blocker di antaranya:
-
Pusing.
-
Kelelahan.
-
Detak jantung lambat.
-
Kebingungan.
2. ACE Inhibitor
Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor merupakan golongan obat antihipertensi yang dapat menghambat pembentukan angiotensin II, yaitu senyawa kimia yang bisa mempersempit pembuluh darah (vasokonstriksi). Dengan begitu, konsumsi obat ini bisa membantu mengendurkan pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Beberapa contoh ACE inhibitor, yaitu:
-
Captopril.
-
Ramipril.
-
Enalapril.
-
Lisinopril.
-
Imidapril.
Sementara itu, sejumlah risiko efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi ACE inhibitor, di antaranya:
-
Batuk kering.
-
Pusing.
-
Angioedema, yaitu pembengkakan di bawah kulit, di bibir, kelopak mata, lidah, atau tenggorokan.
Jika pasien mengalami efek samping tersebut, dokter biasanya akan menghentikan penggunaan ACE inhibitor dan meresepkan golongan obat antihipertensi lain.
3. Calcium Channel Blocker
Golongan obat antihipertensi selanjutnya adalah calcium channel blocker. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan menghambat masuknya kalsium ke dalam sel-sel jantung dan arteri, sehingga dapat merilekskan pembuluh darah arteri dan menurunkan tekanan darah. Beberapa contoh calcium channel blocker adalah:
-
Amlodipine.
-
Nifedipine.
-
Verapamil.
-
Nicardipine.
Dalam beberapa kondisi, golongan obat antihipertensi ini dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti:
-
Detak jantung lambat.
-
Sembelit.
-
Kelelahan.
-
Kaki membengkak.
4. Diuretik
Diuretik adalah jenis obat yang dapat membantu menghilangkan kelebihan air dan natrium di dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi tekanan pada dinding pembuluh darah. Golongan obat diuretik yang digunakan sebagai terapi lini pertama untuk mengendalikan tekanan darah adalah tipe tiazid. Sedangkan untuk golongan diuretik loop, hemat kalium, dan antagonis aldosteron digunakan sebagai terapi lini kedua.
Berikut adalah beberapa contoh diuretik yang digunakan untuk mengendalikan tekanan darah berdasarkan golongannya.
-
Diuretik tipe tiazid: Hydrochlorothiazide dan indapamide.
-
Diuretik loop: Furosemida.
-
Diuretik hemat kalium: Amiloride.
-
Diuretik antagonis aldosteron: Spironolactone.
Sementara itu, beberapa risiko efek samping konsumsi diuretik yang perlu diwaspadai, yaitu:
-
Gangguan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh, seperti kalium dan natrium.
-
Tingginya kadar asam urat di dalam tubuh pada penggunaan diuretik tipe tiazid dan loop.
-
Sering berkemih.
-
Pembesaran payudara pada wanita dan pria (ginekomastia) pada penggunaan obat diuretik antagonis aldosteron.
5. Angiotensin II Receptor Blocker (ARB)
Angiotensin II receptor blocker (ARB) adalah jenis obat tekanan darah tinggi yang bekerja dengan cara memblokir aktivitas senyawa angiotensin. Sebagai informasi, angiotensin sendiri merupakan senyawa kimia yang diproduksi oleh tubuh untuk mempersempit pembuluh darah. Contoh golongan obat antihipertensi ini, di antaranya candesartan, valsartan, losartan, telmisartan, dan lain-lain.
Sejumlah risiko efek samping ARB yang perlu diperhatikan adalah:
-
Pusing.
-
Peningkatan kadar kalium di dalam tubuh (hiperkalemia).
-
Ruam kulit.
6. Vasodilator Langsung
Golongan obat antihipertensi berikutnya adalah vasodilator langsung, seperti hydralazine, yaitu obat yang dapat menyebabkan terjadinya dilatasi atau pelembaran pembuluh darah. Sementara itu, sejumlah risiko efek samping vasodilator yang perlu diwaspadai, di antaranya:
-
Sakit kepala.
-
Diare.
-
Mual muntah.
-
Hilangnya nafsu makan.
7. Golongan Obat Antihipertensi Lainnya
Selain beberapa jenis obat yang dijelaskan di atas, dokter juga dapat meresepkan golongan obat antihipertensi lainnya guna membantu menangani tekanan darah tinggi. Adapun beberapa golongan obat antihipertensi tersebut, di antaranya sebagai berikut:
-
Renin inhibitor: Obat ini akan bekerja dengan menghambat produksi enzim renin, yaitu senyawa kimia yang dihasilkan oleh ginjal dan dapat memicu peningkatan tekanan darah.
-
Central-acting agent: Jenis obat yang dapat memblokir pengiriman sinyal dari otak ke sistem saraf untuk mempercepat detak jantung dan mempersempit pembuluh darah. Beberapa contoh jenis obat ini adalah methyldopa, clonidine, dan lain-lain.
Demikian informasi mengenai macam-macam golongan obat antihipertensi yang umum digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi. Namun, perlu diketahui bahwa obat-obatan di atas hanya bisa digunakan jika diagnosis hipertensi pada pasien telah ditegakkan. Konsumsi obat tersebut juga harus sesuai dengan saran dan dosis yang dianjurkan oleh dokter agar terhindar dari risiko efek samping tertentu.
Oleh karenanya, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals apabila Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai tanda hipertensi. Dengan begitu, dokter dapat menegakkan diagnosis yang akurat serta menangani kondisi tersebut secara tepat.
Sebagai informasi, dokter dan tenaga medis profesional lainnya mungkin akan melakukan tahapan pemeriksaan serta metode pengobatan yang beragam, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit. Namun, seluruh tahapan prosedur medis tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan setiap pasien.
Untuk memudahkan Anda, Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk melihat informasi jadwal praktik serta reservasi dengan dokter terkait. Selain itu, aplikasi tersebut juga dapat digunakan untuk konsultasi langsung dengan dokter pilihan secara virtual.
Sumber
News-Medical. Anti-Hypertensive Drugs. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. High Blood Pressure Medication. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Antihypertensives. Diakses pada 2024 | Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PNPk 2021 - Tata Laksana Hipertensi Dewasa. Diakses pada 2024 | Indonesian Society of Hypertension (InaSH). Update Konsensus 2019. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000






