Kesehatan Tubuh
Transplantasi Jantung: Prosedur & Manfaat yang Perlu Diketahui

Table of Contents
Transplantasi jantung adalah pilihan metode pengobatan terakhir pada pasien penyakit jantung apabila pemberian obat-obatan atau penanganan lainnya tidak lagi memberikan hasil yang baik. Namun, prosedur ini menjadi tantangan tersendiri karena dinilai lebih rumit jika dibandingkan transplantasi organ lain. Lantas, bagaimana proses transplantasi jantung dilakukan? Mari ketahui lebih jauh mengenai prosedur hingga efek samping transplantasi jantung melalui artikel ini.
Apa Itu Transplantasi Jantung?
Transplantasi jantung adalah prosedur penggantian jantung yang sudah kehilangan fungsinya dengan jantung donor yang masih sehat. Operasi ini dilakukan ketika berbagai upaya pengobatan penyakit jantung sudah tidak membuahkan hasil, misalnya dengan obat-obatan atau jenis pembedahan lainnya. Melalui transplantasi jantung, pasien diharapkan dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Transplantasi jantung dilakukan dengan menerima jantung pendonor yang dinyatakan mengalami mati batang otak atau telah meninggal dunia. Terdapat beberapa hal yang perlu dipastikan sebelum transplantasi dilakukan, salah satunya yaitu jantung donor yang diberikan kepada pasien (resipien) harus memiliki golongan darah yang sama. Di samping itu, tingkat keparahan penyakit jantung dan ukuran tubuh pasien juga perlu dipertimbangkan.
Prosedur transplantasi jantung pertama kali dilakukan pada tanggal 3 Desember 1967 di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan dan dipimpin oleh dokter ahli bedah bernama Christiaan Barnard. Sementara itu, penerima transplantasi jantung pertama adalah pria berusia 55 tahun dengan penyakit gagal jantung disertai diabetes. Ia mendapatkan donor jantung dari seorang wanita berusia 25 tahun yang meninggal akibat kecelakaan.
Sayangnya, pasien pria tersebut meninggal dalam waktu 18 hari setelah dilakukannya operasi transplantasi. Meski begitu, peristiwa tersebut menjadi suatu era baru dalam dunia medis. Kini, transplantasi jantung telah memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dengan harapan hidup hingga puluhan tahun berkat kemajuan pengetahuan dalam dunia kedokteran.
Penyakit yang Membutuhkan Transplantasi Jantung
Transplantasi jantung adalah pilihan pengobatan terakhir bagi penderita penyakit gagal jantung stadium akhir. Pasalnya, pada tahap ini jantung sudah tidak mampu lagi memompa darah ke seluruh tubuh dengan normal sehingga suplai oksigen dan nutrisi dari darah ke seluruh sel-sel, jaringan, dan organ tubuh terganggu.
Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi gagal jantung, di antaranya:
-
Gangguan irama jantung (aritmia) berulang.
-
Kardiomiopati (gangguan otot jantung).
-
Infark miokard (serangan jantung).
-
Kegagalan pada transplantasi jantung sebelumnya.
Syarat Melakukan Transplantasi Jantung
Karakteristik pasien yang diprioritaskan menerima transplantasi jantung adalah sebagai berikut:
-
Berusia di bawah 69 tahun.
-
Dokter sudah memberikan prediksi mengenai minimnya harapan hidup pasien dalam beberapa tahun apabila tidak dilakukan transplantasi jantung.
-
Pasien dengan kesehatan fisik dan mental yang stabil secara umum untuk menjalani operasi transplantasi jantung.
-
Sudah menjalani terapi lainnya tetapi tidak kunjung membaik.
-
Berkomitmen menjalani gaya hidup sesuai dengan anjuran dokter.
Adapun beberapa kriteria pasien yang tidak dianjurkan untuk menjalani transplantasi jantung adalah:
-
Orang dengan usia lanjut karena beresiko memengaruhi kemampuannya pulih setelah operasi transplantasi jantung.
-
Menderita penyakit lain, seperti infeksi, diabetes, atau obesitas.
-
Memiliki riwayat penyakit kanker atau penyakit lainnya yang berisiko tinggi menurunkan tingkat kesuksesan transplantasi jantung.
Persiapan Sebelum Transplantasi Jantung
Transplantasi jantung adalah operasi besar yang memerlukan persiapan sejak jauh-jauh hari, biasanya dimulai beberapa minggu hingga bulan sebelum pasien akhirnya berhasil mendapatkan jantung donor. Pasien pun akan dievaluasi di pusat transplantasi jantung.
Sebelum operasi transplantasi dilakukan, tim bedah akan melakukan evaluasi terakhir untuk memastikan apakah jantung donor cocok bagi pasien (penerima) dan apakah pasien sudah siap menjalani operasi transplantasi berdasarkan hasil evaluasi tersebut.
Prosedur Transplantasi Jantung
Transplantasi jantung adalah prosedur pembedahan jantung terbuka yang biasanya memerlukan waktu kurang lebih empat jam. Operasi ini bisa menjadi lebih rumit dengan durasi yang lebih lama apabila pasien memiliki riwayat operasi jantung sebelumnya. Berikut langkah-langkah dalam prosedur transplantasi jantung:
-
Pertama-tama, pasien akan diberikan anestesi umum atau bius total, kemudian tubuh pasien akan dihubungkan ke mesin bypass jantung-paru untuk menjaga darah yang berisi oksigen tetap mengalir lancar ke seluruh tubuh pasien.
-
Setelah itu, dokter akan membuat sayatan di dada, kemudian membuka tulang rusuk dengan memisahkan tulang dada terlebih dahulu untuk memudahkan proses pengangkatan jantung.
-
Selanjutnya, dokter akan mengangkat jantung yang rusak dan menggantinya dengan jantung donor baru. Kemudian, pembuluh darah utama akan kembali dihubungkan ke jantung baru.
-
Jantung baru biasanya mulai berdetak ketika aliran darah sudah kembali normal. Pada beberapa kasus, terkadang diperlukan bantuan kejut listrik untuk memicu jantung berdetak dengan normal.
-
Setelah operasi selesai dilakukan, pasien akan diberikan obat untuk mengendalikan rasa nyeri pascaoperasi. Dokter juga memasang alat ventilator mekanik pada pasien untuk membantunya bernapas dan juga memasang water sealed drainage (WSD) untuk mengalirkan cairan dari paru-paru dan jantung keluar tubuh.
Perawatan Setelah Transplantasi Jantung
Pasien transplantasi jantung akan mendapatkan perawatan intensif selama beberapa hari di unit perawatan intensif (ICU) hingga kondisinya dikatakan stabil. Setelahnya, pasien akan dipindahkan ke kamar rawat inap biasa. Pasien mungkin akan menginap di rumah sakit selama 1–2 minggu, namun hal ini dapat berbeda-beda pada setiap pasien tergantung dari kondisi kesehatannya.
Setelah diperbolehkan pulang, pasien perlu melakukan rawat jalan untuk memastikan apakah tubuh menerima atau menolak jantung baru. Maka dari itu, pasien biasanya akan sering menjalani biopsi dalam beberapa bulan pertama setelah transplantasi jantung.
Perawatan Jangka Panjang Setelah Operasi
Beberapa penyesuaian dan perawatan jangka panjang yang penting untuk dilakukan setelah menjalani operasi transplantasi jantung adalah:
-
Mengonsumsi obat imunosupresan secara rutin sesuai resep dokter. Obat ini akan membantu mencegah sistem imun menyerang jantung donor dengan menurunkan aktivitas mekanisme pertahanannya.
-
Mengonsumsi obat-obatan lainnya. Selain imunosupresan, pasien juga harus rutin mengonsumsi obat lain yang diberikan oleh dokter sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
-
Menjalani perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti berhenti merokok, rutin menggunakan tabir surya, berolahraga, menjaga pola makan sehat, dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas.
-
Menjalani rehabilitasi jantung, biasanya mencakup latihan fisik untuk meningkatkan kerja jantung dan pemulihan tubuh setelah menjalani transplantasi.
Penting untuk diketahui bahwa prosedur transplantasi jantung hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani transplantasi. Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai prosedur transplantasi jantung, Anda bisa langsung mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular di Siloam Hospitals terdekat.
Perlu dipahami bahwa proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda dan akan disesuaikan dengan kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.
Lebih lanjut, manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb
Bedah Toraks Kardiovaskular
Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS
Bedah Toraks Kardiovaskular
Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)
Bedah Toraks Kardiovaskular
Subspesialis Bedah Toraks
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Premium Gagal Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.000.000
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
Diagram Profesional Doppler
Skrining Jantung
17 Service/Item
Rp7.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000
TERPOPULER
Jantung Ultima
Skrining Jantung
8 Service/Item
Rp1.900.000
Diagram Profesional
Skrining Jantung
18 Service/Item
Rp6.550.000
TERPOPULER
Diagram Eksekutif Doppler
Skrining Jantung
20 Service/Item
Rp4.250.000
TERPOPULER
Diagram Eksekutif
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp3.750.000
TERPOPULER
Diagram Primer Doppler
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp3.200.000
TERPOPULER
Diagram Primer
Skrining Jantung
14 Service/Item
Rp2.700.000







