Cara Kerja Otot Jantung dan Tips Menjaganya
Kesehatan Tubuh

Cara Kerja Otot Jantung dan Tips Menjaganya

28 November 2025 4 menit waktu baca
cara kerja otot jantung

Otot jantung adalah penyusun dinding jantung yang bertugas untuk memompa darah menuju jantung dan sebaliknya. Karena perannya yang vital, cara kerja otot jantung yang kurang optimal dapat memengaruhi pasokan darah ke seluruh tubuh. Mari kenali anatomi otot jantung selengkapnya beserta cara kerjanya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Otot Jantung (Miokardium)?

 

Otot jantung atau miokardium adalah jenis otot yang istimewa karena hanya berada di jantung, tepatnya di lapisan tengah jantung. Otot jantung dapat memengaruhi cepat dan lambatnya detak jantung tergantung dari kondisi tubuh. Fungsi otot jantung bagi manusia adalah memompa darah menuju jantung dan sebaliknya. Otot ini mendapatkan pasokan darah dari dua pembuluh utama yang keluar dari aorta, yaitu arteri koroner kanan dan kiri.

 

Jika dibandingkan dengan jenis otot lainnya, otot jantung terbilang sangat kuat karena harus memompa dan menerima darah setiap waktu tanpa berhenti. Kerusakan otot jantung dapat mengakibatkan gangguan hingga terhentinya peredaran darah. Bahkan, pada kasus yang lebih parah, kondisi tersebut dapat menyebabkan kematian.

 

Mengenal Anatomi Otot Jantung

 

Pada dasarnya, otot manusia terbagi menjadi tiga, yang mana salah satunya adalah otot jantung. Otot jantung berbentuk silindris dan memiliki garis terang dan gelap. Apabila dilihat lebih seksama menggunakan mikroskop, akan terlihat bahwa otot jantung memiliki banyak inti sel (nukleus) di bagian tengahnya, sama halnya dengan otot lurik.

 

Otot jantung juga mempunyai jaringan yang menghubungkan setiap sel (diskus interkalaris) serta serabut bercabang. Jumlah serabut otot jantung kurang lebih sebanyak 1500 filamen dan berupa sarkolema (kulit luar urat yang sangat tipis layaknya pembuluh darah dan terdiri atas struktur silindris sepanjang sel otot) secara berdampingan.

 

Cara Kerja Otot Jantung

 

Otot jantung membentuk sistem yang membantu kerja jantung secara terus-menerus tanpa henti. Otot ini berkontraksi 70 kali per menit setiap harinya untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga keseimbangan kerja sistem dan organ tubuh lainnya tetap terjaga.

 

Sama halnya dengan otot polos, cara kerja otot jantung adalah secara tidak sadar atau otomatis sehingga tidak dapat dikendalikan. Aktivitas otot jantung dipengaruhi oleh sel-sel khusus bernama sel pacu jantung. Sel pacu jantung bertugas mengendalikan kontraksi jantung. Sistem saraf akan mengirimkan sinyal ke sel-sel pacu jantung yang dapat memengaruhi cepat dan lambatnya detak jantung manusia.

 

Cara kerja otot jantung berpengaruh sangat vital bagi tubuh manusia. Sama seperti mesin yang membutuhkan bahan bakar, tubuh membutuhkan aliran darah sepanjang waktu. Apabila terjadi kerusakan pada otot jantung yang menyebabkan terhentinya proses pemompaan darah, maka kehidupan manusia juga akan berhenti. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan jantung agar fungsi jantung tetap optimal.

 

Penyakit yang Memengaruhi Cara Kerja Otot Jantung

 

Kelainan pada otot jantung atau kardiomiopati dapat memengaruhi cara kerja otot jantung. Kardiomiopati merupakan kondisi ketika kekuatan otot jantung menurun dan menyebabkan darah tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh dengan optimal. Berdasarkan penyebabnya, kardiomiopati terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

 

1. Kardiomiopati Hipertrofik

 

Kardiomiopati hipertrofik disebabkan oleh pembesaran dan penebalan otot-otot jantung di daerah bilik tanpa pemicu yang pasti. Penebalan otot ini mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Penyakit ini sering kali muncul sebagai masalah kesehatan bawaan saat lahir akibat mutasi genetik. Risiko kardiomiopati hipertrofik juga dapat meningkat apabila seseorang memiliki keluarga dekat dengan riwayat penyakit serupa.

 

2. Kardiomiopati Restriktif

 

Jenis kardiomiopati ini terjadi apabila jantung menjadi kaku dan kurang elastis sehingga tidak dapat mengembang dan memompa darah dengan optimal. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada lansia dan dapat menyebabkan gagal jantung apabila tidak ditangani atau diobati dengan tepat.

 

3. Kardiomiopati Dilatasi

 

Kardiomiopati dilatasi adalah kondisi yang paling sering ditemukan jika dibandingkan dengan dua jenis lainnya. Kondisi ini menyebabkan bilik kiri jantung melebar dan menipis sehingga cara kerja otot jantung dalam memompa darah keluar tidak efektif.

 

Kondisi ini sering kali dipicu oleh penyakit arteri koroner atau serangan jantung. Kardiomiopati dilatasi dapat terjadi pada semua kalangan usia, namun golongan pria paruh baya memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut. Kondisi ini juga bisa terjadi pada ibu hamil atau ibu yang baru melahirkan (kardiomiopati peripartum).

 

Tips Menjaga Cara Kerja Otot Jantung agar Tetap Optimal

 

Hingga kini, penyakit jantung masih tergolong sebagai penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berisiko pada orang lanjut usia saja, namun juga anak-anak. Maka dari itu, disarankan untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini, termasuk mengoptimalkan cara kerja jantung agar sirkulasi darah di dalam tubuh berjalan lancar.

 

Cara paling mudah dalam menjaga kesehatan jantung adalah menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

 

  • Istirahat yang cukup.

  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

  • Mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh, garam, dan gula.

  • Mengendalikan stres dengan baik.

  • Olahraga secara rutin.

  • Berhenti merokok.

  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Apabila Anda mengalami keluhan yang dicurigai berkaitan dengan kondisi jantung, seperti detak jantung tak beraturan disertai rasa tidak nyaman pada dada, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.


Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail