Obat Diuretik: Jenis, Cara Kerja, dan Risiko Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Obat Diuretik: Jenis, Cara Kerja, dan Risiko Efek Sampingnya

30 Mei 2025 3 menit waktu baca
obat diuretik

 

Obat diuretik, atau yang biasa dikenal sebagai water pills, merupakan jenis obat yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan cairan di dalam tubuh. Obat diuretik membantu menghilangkan air dan garam dari ginjal kemudian mengeluarkannya melalui urine. Namun, penggunaannya yang tidak tepat bisa menimbulkan risiko efek samping tertentu. Untuk memahami penggunaan obat diuretik dalam dunia medis secara lengkap, simak pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Obat Diuretik?

 

Umumnya tujuan mengonsumsi diuretik adalah dapat membantu cairan dan garam berlebih keluar dari dalam tubuh. Diuretik dapat mendorong seseorang untuk buang air kecil sehingga biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi pada pagi hari jika memungkinkan.

 

Konsumsi obat diuretik dapat membantu mengurangi penumpukan cairan dan garam yang mengalir melalui pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun bisa menurun karena berkurangnya cairan. Selain itu, diuretik juga memiliki efek melebarkan pembuluh darah sehingga memungkinkan darah mengalir dengan lancar dan lebih mudah dipompa oleh jantung.

 

Jenis Obat Diuretik

 

Obat diuretik memiliki beberapa jenis, termasuk thiazide diuretics, potassium-sparing diuretics, osmotic diuretics, loop diuretics, dan carbonic anhydrase inhibitors. Tiap jenis diuretik memiliki cara kerja dan kegunaan yang berbeda, berikut adalah penjabaran dari masing-masing jenis obat diuretik:

 

  • Thiazide diuretics: Salah satu obat diuretik paling umum untuk mengatasi tekanan darah tinggi dengan mengurangi kadar air dan garam berlebih dalam ginjal. Namun, obat ini bisa juga mengurangi kadar potasium/kalium dalam tubuh. Hydrochlorothiazide dan indapamide adalah contoh sediaan thiazide diuretics.

  • Potassium-sparing diuretics: Membantu mempertahankan kalium sementara mengeluarkan kelebihan air dan garam dalam ginjal. Efek obat diuretik golongan ini umumnya lemah sehingga biasanya diberikan bersamaan dengan jenis diuretik lainnya. Contoh jenis potassium-sparing diuretics adalah spironolactone

  • Osmotic diuretics: Pemberiannya kebanyakan dilakukan melalui intravena (IV) dan biasanya ditujukan untuk mengeluarkan cairan berlebih di otak atau mata serta mengobati rendahnya kadar urine akibat gagal ginjal. Mannitol adalah contoh sediaan osmotic diuretics.

  • Loop diuretics: Biasanya digunakan untuk mengurangi cairan berlebih di kaki dan paru-paru pada pasien gagal jantung serta mengatasi masalah ginjal (sindrom nefrotik), penyakit hati (sirosis), dan pembengkakan (edema). Efeknya lebih kuat dari thiazide diuretics sehingga dapat membuat seseorang buang air kecil lebih sering. Sebagai catatan, pil ini juga mengeluarkan kalium bersamaan dengan air dan garam dari ginjal. Salah satu contoh loop diuretics adalah furosemida.

  • Carbonic anhydrase inhibitors: Utamanya digunakan untuk menangani glaukoma, namun juga dapat mengatasi altitude sickness, epilepsi, dan hipertensi intrakranial idiopatik. Acetazolamide adalah salah satu contoh diuretik jenis carbonic anhydrase inhibitors.

 

Risiko Efek Samping Obat Diuretik

 

Konsumsi obat diuretik memiliki sejumlah efek samping yang perlu diantisipasi. Beberapa di antaranya adalah:

 

  • Lebih sering buang air kecil.

  • Dapat menyebabkan dehidrasi.

  • Pusing.

  • Kelelahan yang ekstrem.

  • Sakit kepala.

  • Asam urat.

  • Kalsium, sodium, dan potasium yang terlalu rendah.

  • Kram otot.

  • Jantung berdebar.

  • Kadar elektrolit tidak seimbang.

  • Kenaikan kadar gula darah pada penderita diabetes.

  • Disfungsi ereksi

 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

 

Obat diuretik tidak boleh dikonsumsi secara sembarang. Penggunaannya harus berdasarkan konsultasi dan resep dari dokter. Wanita hamil, wanita menyusui, orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan penderita penyakit kronis perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanan konsumsi obat diuretik. 

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi sehingga tidak dapat menggantikan saran kesehatan dari dokter. Oleh karenanya, bagi Anda yang menderita hipertensi atau masalah ginjal, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan resep obat diuretik dalam dosis yang tepat.

 

Setiap pasien akan melalui proses diagnosis dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisinya. Dokter juga akan melakukan penyesuaian terhadap prosedur pemeriksaan dan penanganan berdasarkan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya pun bisa berbeda-beda.

 

Anda bisa berkonsultasi ke dokter dengan lebih mudah menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan gunakan fitur-fiturnya untuk membantu memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Diuretics. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Diuretics. Diakses pada 2024 | WebMD. Diuretics (Water Pills) For High Blood Pressure. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail