Mengenal Alat Pacu Jantung, Ini Cara Kerja dan Manfaatnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Alat Pacu Jantung, Ini Cara Kerja dan Manfaatnya

02 Februari 2026 5 menit waktu baca
alat pacu jantung

Alat pacu jantung adalah perangkat medis yang berfungsi membantu mengatur dan menjaga irama jantung agar tetap stabil. Dengan bantuan alat ini, jantung yang mengalami gangguan tetap bisa mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh secara optimal. Lantas, bagaimana cara kerja alat pacu jantung dan kondisi apa saja yang membutuhkan alat ini? Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Alat Pacu Jantung (Pacemaker)?

 

Alat pacu jantung (pacemaker) adalah perangkat medis kecil yang ditanam di bawah kulit pada area dada. Alat ini digunakan untuk menangani gangguan irama jantung (aritmia) yang dapat menyebabkan jantung berdetak tidak teratur.

 

Pacemaker berfungsi untuk menstabilkan irama jantung yang tidak normal. Alat ini dapat mendeteksi saat detak jantung terlalu lambat, lalu mengirimkan impuls listrik untuk mengatur irama jantung agar kembali stabil.

 

Perlu dipahami bahwa pacemaker berbeda dengan alat kejut jantung (defibrillator). Pacemaker berfungsi mengatur irama jantung secara berkelanajutan, sedangkan defibrilator digunakan untuk memberikan kejutan listrik gangguan irama jantung yang mengancam nyawa.

 

Kondisi yang Membutuhkan Alat Pacu Jantung

 

Umumnya, pemasangan alat pacu jantung dipertimbangkan pada pasien dengan kondisi berikut:

 

  • Gangguan sistem konduksi jantung, seperti blok jantung tertentu, di mana sinyal listrik dari ruang jantung atas tidak dapat diteruskan dengan baik ke ruang jantung bawah.

  • Detak jantung yang terlalu lambat (bradikardia) atau irama jantung tidak teratur yang berlangsung lama dan menimbulkan keluhan, seperti pusing, mudah lelah, atau pingsan.

  • Gangguan irama jantung yang mempengaruhi fungsi pompa jantung, sehingga jantung tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh.

 

Keputusan pemasangan alat pacu jantung tidak dilakukan secara sembarangan. Dokter akan mempertimbangkan keluhan pasien, hasil pemeriksaan jantung, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan sebelum merekomendasikan tindakan ini.

 

Sebuah penelitian dalam Indonesian Journal of Global Health Research (2025) menunjukkan bahwa pemasangan alat pacu jantung permanen pada pasien lanjut usia secara umum memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup. Peningkatan terutama terlihat pada aspek mobilitas, daya tahan fisik, dan kesejahteraan emosional, dengan tingkat komplikasi yang relatif rendah berdasarkan hasil rangkuman berbagai studi yang dianalisis.

 

Siapa yang Tidak Dianjurkan Menggunakan Alat Pacu Jantung?

 

Meski dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien yang membutuhkan, alat pacu jantung tidak disarankan untuk pasien dengan beberapa kondisi berikut:

 

  • Gangguan irama jantung yang tidak menimbulkan gejala, seperti denyut jantung yang sedikit lebih lambat tetapi tidak menyebabkan pusing, lemas, atau pingsan.

  • Gangguan irama jantung yang bersifat sementara atau dapat membaik, misalnya akibat efek obat tertentu, gangguan elektrolit, atau kondisi medis yang masih dapat ditangani tanpa pemasangan alat.

  • Kondisi irama jantung tertentu yang tidak memerlukan pacemaker, di mana penanganan utama lebih difokuskan pada pengobatan atau pemantauan rutin.

 

Penting untuk dipahami bahwa keputusan pemasangan alat pacu jantung harus melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter. Pemeriksaan seperti rekam jantung (EKG), pemantauan irama jantung, serta penilaian keluhan dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan sangat menentukan apakah alat pacu jantung diperlukan atau tidak.

 

Cara Kerja Alat Pacu Jantung

 

Jantung memiliki sistem kelistrikan alami yang berfungsi mengatur irama dan kecepatan denyut jantung. Sistem ini memastikan jantung berdetak secara teratur untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pada kondisi tertentu, sistem kelistrikan tersebut dapat terganggu sehingga denyut jantung menjadi terlalu lambat atau tidak teratur.

 

Ketika sistem alami kelistrikan jantung tidak berfungsi, alat pacu jantung dipasang untuk mengirimkan impuls listrik ke jantung supaya memberi sinyal agar jantung bisa berkontraksi dan menghasilkan denyut.

 

Sebagian besar alat pacu jantung modern hanya bekerja ketika diperlukan. Saat irama jantung kembali normal, alat pacu jantung tidak akan mengirimkan impuls tambahan. Dengan cara kerja ini, pacemaker membantu menjaga denyut jantung tetap optimal tanpa mengganggu kerja alami jantung.

 

Jenis-Jenis Alat Pacu Jantung

 

Pemilihan jenis alat pacu jantung ditentukan berdasarkan pada masalah jantung yang dialami. Tenaga medis dapat merekomendasikan jenis pacemaker tertentu dengan satu hingga tiga kabel (disebut lead). Jenis pacemaker meliputi:

 

  • Alat pacu jantung satu ruang (single-chamber pacemaker): Menggunakan satu kabel yang dihubungkan ke ventrikel (bilik) kanan atau atrium (serambi) kanan, tergantung pada kebutuhan stimulasi.

  • Alat pacu jantung dua ruang (dual-chamber pacemaker): Memiliki dua kabel yang ditempatkan pada atrium kanan dan ventrikel kanan.

  • Alat pacu jantung biventrikular: Menggunakan tiga kabel yang masing-masing ditempatkan di atrium kanan, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri. Pacemaker ini biasanya ini digunakan untuk mengatasi cardiac resynchronization therapy (CRT) dengan membantu bilik jantung berdetak lebih sinkron, umumnya pada pasien gagal jantung.

  • Alat pacu jantung tanpa kabel (leadless pacemaker): Memiliki ukuran yang kecil dan pemasangannya menggunakan kateter. Pacemaker ini tidak memerlukan kabel karena hanya perlu ditempelkan pada dinding bagian dalam jantung.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Alat Pacu Jantung

 

Meski memiliki manfaat, penggunaan alat pacu jantung juga dapat memicu sejumlah efek samping seperti prosedur medis lainnya. Adapun beberapa komplikasi tersebut antara lain:

 

  • Infeksi, terutama di area pemasangan alat atau pada jaringan jantung.

  • Pembekuan darah di jantung, khususnya di area tempat alat dipasang.

  • Meningkatkan risiko pembengkakan, memar, atau perdarahan pada pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah.

  • Kerusakan pada pembuluh darah atau saraf di sekitar lokasi pemasangan.

  • Paru-paru kolaps (pneumotoraks) akibat cedera yang tidak disengaja pada sela dada.

  • Penumpukan darah di ruang antara paru-paru dan dinding dada (hemotoraks).

  • Meski jarang, posisi alat dapat mengalami pergeseran dan menyebabkan terbentuknya lubang pada jantung.

 

Penting untuk dipahami bahwa alat pacu jantung hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter. Sebelum memutuskannya, dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pemasangan alat ini.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai alat pacu jantung atau mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan jantung, seperti irama jantung yang tidak teratur, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Siloam Hospitals Group juga memiliki layanan Chest Pain Ready Hospitals yang membantu Anda mendapatkan penanganan penyakit jantung secara cepat dan tepat dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk menangani kegawatan jantung. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat atau hubungi emergensi 1-500-911 untuk pelayanan #CepatTepat.

 

banner artikel kv 2

Sumber

Cleveland Clinic. Pacemaker. Diakses pada 2026 | British Heart Foundation. Pacemaker. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Pacemaker. Diakses pada 2026 | American Heart Association. Pacemaker. Diakses pada 2026 | Indonesian Journal of Global Health Research. THE IMPACT OF PERMANENT PACEMAKER IMPLANTATION ON THE QUALITY OF LIFE IN ELDERLY PATIENTS: A SCOPING REVIEW. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail