Leadless Pacemaker: Alat Pacu Jantung Modern Tanpa Kabel
Kesehatan Tubuh

Leadless Pacemaker: Alat Pacu Jantung Modern Tanpa Kabel

19 Juni 2026 4 menit waktu baca
Dr. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP, K - Leadless Pacemaker

Leadless pacemaker adalah alat pacu jantung permanen berukuran mini tanpa kabel yang ditanamkan langsung ke dalam jantung melalui pembuluh darah. Dibandingkan alat pacu jantung konvensional, teknologi ini tidak memerlukan sayatan di dada, memiliki risiko infeksi lebih rendah, dan daya tahan baterai lebih panjang selama 12 tahun. Mari ketahui lebih dalam mengenai leadless pacemaker dan cara kerjanya dalam artikel berikut.

 

Apa Itu Leadless Pacemaker?

 

Alat pacu jantung permanen mini nirkabel atau leadless pacemaker adalah perangkat kecil yang dimasukkan ke dalam jantung untuk menangani disfungsi irama jantung. Alat pacu jantung pada umumnya dipasangkan pada seseorang yang menderita penyakit gangguan irama jantung (aritmia), serangan jantung, maupun gagal jantung. Dengan bantuan pacemaker, denyut jantung yang tidak beraturan dapat menjadi stabil.

 

Dengan inovasi yang terus dikembangkan, alat pacu jantung mini nirkabel sudah memiliki baterai di dalam satu perangkat. Alat ini pun tidak membutuhkan lead (kabel) karena seluruh komponen sudah berada di dalam satu perangkat yang kemudian dimasukkan ke dalam bilik kanan jantung.

 

Leadless pacemaker memiliki panjang sekitar 3–4 sentimeter dengan bobot hanya 1,75 gram saja. Pasien yang memiliki pacemaker jantung nirkabel di dalam tubuhnya cukup melakukan follow up atau kontrol 6–12 bulan sekali. Dibandingkan dengan alat pacu jantung konvensional, pacemaker jantung nirkabel cukup banyak memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pasien dengan gangguan irama jantung.

 

Kelebihan Leadless Pacemaker

 

Leadless pacemaker memiliki beberapa keunggulan dibanding alat pacu jantung konvensional, di antaranya yaitu:

 

  • Ukuran 90% lebih kecil dari alat pacu jantung konvensional.

  • Lebih nyaman.

  • Masa pemulihan di rumah sakit lebih singkat.

  • Risiko komplikasi lebih kecil.

  • Tidak ada perangkat dan kabel yang terlihat di tubuh.

  • Meminimalkan risiko pacemaker-twiddler syndrome (perpindahan posisi pacemaker akibat manipulasi atau gerakan yang tidak disadari pasien).

  • Risiko infeksi yang sangat kecil.

  • Dipasang menggunakan kateter (tanpa operasi), yakni melalui jalur pembuluh darah vena di pangkal paha, seperti pemasangan infus.

  • Pemantauan dapat dimungkinkan dari jarak jauh.

  • Aman ketika pasien melalui medan magnet, seperti metal detektor di bandara.

 

Kriteria Pasien Leadless Pacemaker

 

Kriteria pasien yang perlu pemasangan leadless pacemaker dapat bervariasi tergantung dari kondisi klinis dan evaluasi pemeriksaan dokter. Namun, beberapa kriteria pada umumnya dapat dicirikan sebagai berikut:

 

  • Pasien aritmia dengan gangguan di pembuluh darah.

  • Pasien memiliki riwayat infeksi terkait penggunaan pacemaker konvensional.

  • Kondisi medis tertentu yang memerlukan pacemaker tunggal (single-chamber-pacemaker atau pacemaker yang ditanam di satu ruang jantung) dan tidak memerlukan elektroda tambahan.

  • Bilik kanan jantung dalam keadaan sehat untuk dipasangkan leadless pacemaker.

  • Usia dan kesehatan umum pasien memungkinkan untuk dipasangkan leadless pacemaker.

  • Diutamakan untuk pasien yang berusia lebih dari 50 tahun atau sudah berusia lanjut.

 

leadless pacemaker

Dok. Siloam

 

Prosedur Pemasangan Leadless Pacemaker

 

Cara pemasangan alat pacu jantung mini nirkabel ini melibatkan prosedur minimal invasif yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:

 

  • Persiapan: Pasien diminta untuk berpuasa beberapa jam sebelum prosedur. Kemudian, pasien akan diberikan anestesi atau bius lokal menjelang prosedur dimulai.

  • Akses vena: Dokter akan membuat akses vena melalui pangkal paha dengan sayatan kecil dan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah tersebut.

  • Navigasi kateter: Kateter akan dipandu melalui sistem vaskular hingga sampai ke bilik kanan jantung dengan bantuan fluoroskopi. Dokter akan memastikan kateter sudah berada di dalam bilik kanan jantung.

  • Penempatan pacemaker: Setelah kateter mencapai bilik kanan jantung, pacemaker akan dilepaskan dan dipasangkan di dinding jantung dengan sauh (kait) kecil dari pacemaker tersebut. Setelah pacemaker terpasang, kateter akan ditarik kembali.

  • Pemantauan dan pengujian: Setelah pemasangan, dokter akan melakukan pengujian untuk memastikan pacemaker berfungsi dengan baik.

  • Penyelesaian: Setelah selesai, dokter akan menutup sayatan kecil di area akses vena dengan jahitan dan perban.

  • Pemulihan: Pasien akan dipantau untuk sementara waktu guna memastikan tidak ada komplikasi setelah tindakan. Waktu pemulihan ini biasanya lebih cepat dari pacemaker konvensional karena tidak ada kabel eksternal yang perlu dikontrol.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Leadless Pacemaker

 

Pemasangan leadless pacemaker merupakan tindakan minimal invasif yang sangat jarang menimbulkan komplikasi. Namun, seperti halnya prosedur medis lainnya, penggunaan leadless pacemaker memiliki sejumlah risiko komplikasi yang tetap perlu diwaspadai meski jarang terjadi, seperti alergi, perdarahan, dan kerusakan pembuluh darah. 

 

Oleh karena itu, pasien wajib memberitahukan kepada dokter apabila memiliki riwayat alergi pada bahan logam ataupun alergi lainnya. Pasalnya, telah ada teknologi yang dapat membungkus leadless pacemaker untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya reaksi alergi sehingga pasien tetap dapat menerima pacemaker dengan aman.

 

Setelah prosedur pemasangan alat pacu jantung dilakukan, terdapat beberapa pantangan dari pemakaian alat pacu jantung yang harus diperhatikan. Salah satunya pasien tetap perlu memberitahukan kepada dokter apabila hendak melakukan pemeriksaan MRI. Adapun beberapa hal yang perlu dihindari oleh pasien antara lain:

 

  • Mengantongi ponsel di saku kanan.

  • Menggunakan telepon dengan frekuensi tinggi 

  • Menggunakan gergaji mesin. 

  • Menggunakan alat pijat. 

  • Melakukan aktivitas yang terlalu berat.

 

Itulah pembahasan mengenai leadless pacemaker yang perlu diketahui. Penting untuk dipahami bahwa pemasangan leadless pacemaker hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter spesialis jantung. Sebelum memutuskan, dokter terlebih dahulu mempertimbangkan apakah pasien telah memenuhi persyaratan untuk menggunakan alat ini.

 

Jika Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai alat pacu jantung permanen nirkabel atau mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan jantung seperti irama jantung yang tidak teratur, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

 

Setiap detik sangatlah berarti dalam penanganan jantung. Manfaatkan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan gawat darurat jantung yang cepat dan tepat. Dengan layanan ini, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan EKG dalam waktu kurang dari 10 menit sejak tiba, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Hubungi emergensi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung.

 

 

banner artikel kv 2

Dokter Kami
dr-dr-antonia-anna-lukito-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Prof. DR. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP (K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FSCAI

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail