Kesehatan Tubuh
Fluoroskopi, Ini Perannya dalam Diagnosis & Tindakan Medis

Table of Contents
Fluoroskopi adalah salah satu prosedur pencitraan medis yang memungkinkan visualisasi real-time terhadap kondisi organ dalam tubuh. Dengan memanfaatkan sinar-X dan kontras khusus, teknik ini membantu tenaga medis dalam mendiagnosis serta memandu tindakan medis tertentu, seperti pemasangan kateter, injeksi sendi, atau prosedur bedah minimal invasif. Mari pahami lebih lanjut tentang fluoroskopi melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Fluoroskopi?
Fluoroskopi adalah tes pencitraan yang menggunakan sinar-X untuk menampilkan organ dan jaringan di dalam tubuh yang sedang bergerak secara real-time. Dokter biasanya memerlukan prosedur ini untuk membantu mendiagnosis kondisi medis atau sebagai panduan selama melakukan prosedur medis tertentu.
Berbeda dengan sinar-X biasa yang hanya menghasilkan gambar statis pada satu waktu, fluoroskopi mampu merekam pergerakan di dalam tubuh, mirip seperti perbandingan foto dan video. Dengan begitu, dokter dapat melihat bagaimana suatu organ atau sistem tubuh bekerja saat pemeriksaan berlangsung.
Salah satu keunggulan fluoroskopi adalah kemampuannya untuk memberikan evaluasi secara real time, termasuk fleksibilitas dalam mengubah posisi pasien selama pemeriksaan. Fitur ini umumnya tidak tersedia pada CT scan atau MRI. Selain itu, dalam beberapa kasus, fluoroskopi juga dapat memberikan paparan radiasi yang lebih rendah dibandingkan dengan CT scan.
Fungsi Fluoroskopi
Fluoroskopi biasanya digunakan untuk membantu mendiagnosis masalah pada bagian organ tertentu atau memandu prosedur medis, seperti pemasangan alat medis di dalam tubuh. Berikut uraian mengenai fungsi fluoroskopi:
1. Fungsi Fluoroskopi untuk Diagnosis
Dokter dapat menggunakan fluoroskopi untuk mendiagnosis kondisi di berbagai bagian tubuh. Beberapa contohnya meliputi:
-
Angiografi: Digunakan untuk mengidentifikasi dan mendiagnosis penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah.
-
Barium swallow (esofagogram): Tes ini memeriksa masalah pada saluran pencernaan bagian atas.
-
Barium enema: Digunakan untuk mendeteksi masalah di usus besar dan rektum.
-
Cystography: Membantu mendiagnosis gangguan pada kandung kemih. Salah satu jenis cystografi adalah voiding cystourethrogram (VCUG) yang memeriksa seberapa baik kandung kemih mengalirkan urine.
-
Histerosalpingografi: Prosedur ini menghasilkan gambar rahim dan saluran tuba falopi.
-
Mielografi: Memberikan gambaran mengenai sumsum tulang belakang, akar saraf, dan lapisan pelindung sumsum tulang belakang (meningen).
-
Sniff test: Menggunakan fluoroskopi untuk menilai pergerakan diafragma, biasanya dalam evaluasi kelumpuhan diafragma.
2. Fungsi Fluoroskopi untuk Panduan Prosedur
Dokter juga dapat menggunakan fluoroskopi selama prosedur medis untuk memandu penempatan alat bedah atau perangkat medis. Contohnya:
-
Kateterisasi intravaskular: Fluoroskopi membantu dokter memandu kateter di dalam pembuluh darah, biasanya dengan bantuan media kontras untuk menilai aliran darah. Fluoroskopi sering digunakan dalam prosedur angioplasti.
-
Pemasangan atau penyesuaian kateter: Fluoroskopi membantu menempatkan kateter secara tepat. Kateter dapat dipasang melalui uretra, atau saluran empedu.
-
Pemasangan stent: Pemasangan alat untuk membantu membuka pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat.
-
Operasi ortopedi: Dokter mungkin menggunakan fluoroskopi sebagai panduan selama prosedur, seperti penggantian sendi dan perbaikan tulang yang patah.
Prosedur Fluoroskopi
Persiapan sebelum menjalani fluoroskopi tergantung pada jenis prosedur yang akan dilakukan serta kondisi medis pasien. Beberapa prosedur mungkin tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, pada prosedur tertentu, dokter bisa saja meminta pasien untuk berpuasa atau menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu terlebih dahulu.
Penting untuk memberi tahu dokter jika pasien memiliki alergi terhadap zat kontras atau pernah mengalami reaksi buruk sebelumnya saat menggunakannya. Selain itu, jika pasien sedang hamil atau memiliki kemungkinan hamil, segera informasikan kepada dokter, karena paparan radiasi selama prosedur dapat berisiko bagi janin yang sedang berkembang.
Tergantung pada jenis pemeriksaannya, pasien bisa tetap sadar atau diberikan anestesi (ditidurkan) selama prosedur fluoroskopi. Misalnya, anestesi biasanya diberikan jika fluoroskopi digunakan sebagai panduan pencitraan selama operasi atau pemasangan stent.
Namun, banyak prosedur fluoroskopi yang tidak menimbulkan rasa sakit dan memungkinkan pasien tetap sadar agar dapat mengikuti instruksi dari dokter. Dokter akan menjelaskan terlebih dahulu apakah prosedur yang akan dijalani memerlukan anestesi atau tidak.
Selama prosedur, pasien akan diminta untuk berbaring di meja khusus atau duduk di kursi yang telah disiapkan. Zat kontras akan diberikan sesuai kebutuhan, bisa melalui mulut (oral), suntikan, atau melalui dubur (enema). Setelah itu, pasien mungkin diminta mengubah posisi tubuh atau menahan napas beberapa saat agar gambar yang dihasilkan lebih jelas.
Jika diperlukan, dokter juga dapat memasang alat bantu seperti kateter. Gambar fluoroskopi kemudian diambil menggunakan pemindai sinar-X dan ditampilkan secara real-time di layar monitor untuk membantu dokter dalam melakukan pemeriksaan atau tindakan medis.
Risiko Efek Samping Fluoroskopi
Fluoroskopi adalah prosedur yang aman dilakukan. Namun, seperti halnya prosedur medis lain, fluoroskopi juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping, seperti:
-
Merasakan sensasi terbakar pada kulit dan jaringan di bawahnya.
-
Meningkatnya paparan radiasi yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.
-
Menimbulkan efek samping pada janin jika pasien sedang hamil.
Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Radiologi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Fluoroscopy. Diakses pada 2025 | MedlinePlus. Fluoroscopy. Diakses pada 2025 | CDC. Facts About Fluoroscopy. Diakses pada 2025 | FDA. Fluoroscopy. Diakses pada 2025 | World Journal of Radiology. Fluoroscopy: An essential diagnostic modality in the age of high-resolution cross-sectional imaging. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)
Radiologi
Subspesialis Intervensional
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






