Kenali Perbedaan Pasang Ring dan Operasi Bypass Jantung
Kesehatan Tubuh

Kenali Perbedaan Pasang Ring dan Operasi Bypass Jantung

09 Januari 2026 4 menit waktu baca
(rework) perbedaan pasang ring dan bypass jantung

 

Pasang ring dan operasi bypass jantung merupakan dua tindakan medis berbeda yang sering digunakan untuk menangani penyakit jantung koroner. Namun, perlu dipahami bahwa terdapat perbedaan pasang ring dan operasi bypass jantung dalam menangani penyakit jantung, mulai dari kondisi pasien yang ditangani, tahap pelaksanaan prosedur, hingga lama waktu pemulihannya.

 

Mari kenali perbedaan pasang ring dan operasi bypass jantung selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Perbedaan Operasi Bypass Jantung vs Pasang Ring

 

Penyakit jantung koroner merupakan kondisi medis yang terjadi karena terdapat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Kondisi ini perlu segera ditangani dengan tepat karena dapat menyebabkan infark miokard atau serangan jantung yang berisiko mengancam nyawa.

 

Untuk menangani penyumbatan pembuluh darah tersebut, terdapat beberapa metode pembedahan yang bisa dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien. Dua tindakan medis yang paling sering direkomendasikan untuk mengatasinya adalah pemasangan ring (stent) dan operasi bypass jantung (CABG).

 

Namun, sebelum memilih metode pengobatan tersebut, penting untuk dipahami perbedaan pasang ring dan operasi bypass jantung terlebih dahulu. Lantas, apa saja perbedaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1. Prosedur Pelaksanaan

 

Prosedur pemasangan ring jantung adalah prosedur yang termasuk dalam tindakan minimal invasif. Dokter memasukkan kateter yang membawa ring melalui pembuluh darah lengan atau kaki menuju pembuluh darah arteri koroner yang bermasalah. Kemudian, ring tersebut akan dikembangkan untuk melebarkan dinding pembuluh darah arteri koroner. Selanjutnya, ring akan ditinggalkan di dalam pembuluh darah dan kateter ditarik keluar.

 

Selama prosedur pemasangan ring berlangsung, dokter akan memanfaatkan teknik pencitraan, yaitu angiografi untuk memandu perjalanan kateter hingga sampai ke pembuluh darah arteri koroner yang bermasalah.

 

Sementara itu, operasi bypass jantung dilakukan dengan metode pembedahan dada terbuka. Dokter akan membuat jalur pembuluh darah alternatif baru menggunakan pembuluh darah lain yang dicangkok dari bagian tubuh lainnya, seperti pembuluh darah arteri di bagian lengan, dada, atau kaki.

 

2. Mekanisme Kerja

 

Ring jantung bekerja langsung pada lokasi sumbatan dan membuka bagian yang menyempit dengan menjaga pembuluh tetap lebar sehingga darah mengalir lebih lancar. Prosedur ini lebih direkomendasikan untuk penyempitan yang “terlokalisasi” atau hanya terjadi pada satu titik saja.

 

Sementara itu, bypass jantung tidak diperuntukkan memperbaiki pembuluh yang tersumbat, tetapi membuat rute baru untuk melewati “jalan yang rusak”. Prosedur ini sangat bermanfaat ketika sumbatan terjadi di banyak lokasi atau pada area penting seperti pembuluh darah utama jantung.

 

3. Kondisi Pasien

 

Pemasangan ring jantung biasanya direkomendasikan jika pasien mengalami kondisi berikut: 

  • Sumbatan terjadi hanya pada 1–2 pembuluh darah.

  • Serangan jantung akut dan diperlukan tindakan cepat untuk membuka sumbatan.

  • Struktur pembuluh darah tidak terlalu kompleks.

  • Pasien membutuhkan prosedur dengan pemulihan yang cepat.

 

Sementara itu, bypass jantung dilakukan ketika pasien memiliki kondisi berikut:

  • Penyakit jantung koroner sudah menyebar ke tiga atau lebih pembuluh darah arteri.

  • Terganggunya pembuluh darah arteri jantung dan bilik jantung kiri bawah (ventrikel kiri).

  • Fungsi pompa jantung menurun.

  • Prosedur angioplasti dengan atau tanpa stent tidak lagi berhasil.

 

Panduan internasional saat ini (ACC/AHA 2021–2022) menegaskan bahwa pasien dengan penyakit kompleks atau diabetes mendapatkan hasil jangka panjang yang lebih baik dengan operasi bypass jantung.

 

4. Hasil Jangka Panjang

 

Prosedur pemasangan ring jantung memang dinilai menjadi pilihan efektif untuk membuka sumbatan lokal pada arteri koroner. Namun meski demikian, risiko terjadinya penyempitan kembali tetap ada. Oleh karena itu, hasil jangka panjang yang baik dapat terjadi apabila pasien menjalani kontrol rutin dan patuh dengan pengobatan antiplatelet.

 

Sementara itu, prosedur bypass jantung untuk penyakit yang lebih berat, dapat memberikan hasil jangka panjang yang lebih stabil. Sebuah analisis dalam JAMA Cardiology (2023) menunjukkan bahwa pasien dengan multivessel disease memiliki angka serangan jantung ulang dan kebutuhan tindakan ulang yang lebih rendah setelah bypass dibanding pemasangan PCI. Keunggulan bypass dapat terlihat setelah tahun pertama dan terus bertahan hingga 5–6 tahun ke depan.

 

5. Proses Pemulihan

 

Beda pasang ring dan operasi bypass jantung juga dapat dilihat dari proses pemulihan pasien pascaoperasi. Proses pemulihan pasien yang menjalani prosedur pemasangan ring relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan operasi bypass jantung. Karena bersifat minimal invasif, pasang ring juga berisiko lebih rendah untuk menimbulkan rasa nyeri atau komplikasi pasca tindakan.

 

Penting dicatat bahwa operasi jantung dengan ring jantung atau bypass jantung hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu serta mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani operasi.

 

Apabila Anda atau kerabat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai prosedur operasi jantung, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.

 

Siloam Hospitals memiliki jaringan rumah sakit jantung yang lengkap, terdapat lebih dari 250 dokter ahli di bidang jantung, dilengkapi dengan teknologi modern, serta berbagai layanan yang dirancang untuk mendukung kesehatan jantung Anda secara menyeluruh. 

 

Berbagai masalah kardiovaskular, mulai dari aritmia, penyakit aorta, kelainan jantung struktural, intervensi jantung, hingga manajemen gagal jantung ditangani dengan penuh perhatian dan ketelitian, karena Siloam Ada untuk Jantung Anda.


Untuk memudahkan, gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

banner artikel kv 2

Dokter Kami
dr-putu-wisnu-arya-wardana-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

-

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail