Kesehatan Tubuh
Kenali Perbedaan Pasang Ring dan Operasi Bypass Jantung

Table of Contents
Pasang ring dan operasi bypass jantung merupakan dua tindakan medis berbeda yang sering digunakan untuk menangani penyakit jantung koroner. Namun, perlu dipahami bahwa terdapat perbedaan pasang ring dan operasi bypass jantung dalam menangani penyakit jantung, mulai dari kondisi pasien yang ditangani, tahap pelaksanaan prosedur, hingga lama waktu pemulihannya.
Mari kenali perbedaan pasang ring dan operasi bypass jantung selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Perbedaan Operasi Bypass Jantung vs Pasang Ring
Penyakit jantung koroner merupakan kondisi medis yang terjadi karena terdapat penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Kondisi ini perlu segera ditangani dengan tepat karena dapat menyebabkan infark miokard atau serangan jantung yang berisiko mengancam nyawa.
Untuk menangani penyumbatan pembuluh darah tersebut, terdapat beberapa metode pembedahan yang bisa dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien. Dua tindakan medis yang paling sering direkomendasikan untuk mengatasinya adalah pemasangan ring (stent) dan operasi bypass jantung (CABG).
Namun, sebelum memilih metode pengobatan tersebut, penting untuk dipahami perbedaan pasang ring dan operasi bypass jantung terlebih dahulu. Lantas, apa saja perbedaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Prosedur Pelaksanaan
Prosedur pemasangan ring jantung adalah prosedur yang termasuk dalam tindakan minimal invasif. Dokter memasukkan kateter yang membawa ring melalui pembuluh darah lengan atau kaki menuju pembuluh darah arteri koroner yang bermasalah. Kemudian, ring tersebut akan dikembangkan untuk melebarkan dinding pembuluh darah arteri koroner. Selanjutnya, ring akan ditinggalkan di dalam pembuluh darah dan kateter ditarik keluar.
Selama prosedur pemasangan ring berlangsung, dokter akan memanfaatkan teknik pencitraan, yaitu angiografi untuk memandu perjalanan kateter hingga sampai ke pembuluh darah arteri koroner yang bermasalah.
Sementara itu, operasi bypass jantung dilakukan dengan metode pembedahan dada terbuka. Dokter akan membuat jalur pembuluh darah alternatif baru menggunakan pembuluh darah lain yang dicangkok dari bagian tubuh lainnya, seperti pembuluh darah arteri di bagian lengan, dada, atau kaki.
2. Mekanisme Kerja
Ring jantung bekerja langsung pada lokasi sumbatan dan membuka bagian yang menyempit dengan menjaga pembuluh tetap lebar sehingga darah mengalir lebih lancar. Prosedur ini lebih direkomendasikan untuk penyempitan yang “terlokalisasi” atau hanya terjadi pada satu titik saja.
Sementara itu, bypass jantung tidak diperuntukkan memperbaiki pembuluh yang tersumbat, tetapi membuat rute baru untuk melewati “jalan yang rusak”. Prosedur ini sangat bermanfaat ketika sumbatan terjadi di banyak lokasi atau pada area penting seperti pembuluh darah utama jantung.
3. Kondisi Pasien
Pemasangan ring jantung biasanya direkomendasikan jika pasien mengalami kondisi berikut:
-
Sumbatan terjadi hanya pada 1–2 pembuluh darah.
-
Serangan jantung akut dan diperlukan tindakan cepat untuk membuka sumbatan.
-
Struktur pembuluh darah tidak terlalu kompleks.
-
Pasien membutuhkan prosedur dengan pemulihan yang cepat.
Sementara itu, bypass jantung dilakukan ketika pasien memiliki kondisi berikut:
-
Penyakit jantung koroner sudah menyebar ke tiga atau lebih pembuluh darah arteri.
-
Terganggunya pembuluh darah arteri jantung dan bilik jantung kiri bawah (ventrikel kiri).
-
Fungsi pompa jantung menurun.
-
Prosedur angioplasti dengan atau tanpa stent tidak lagi berhasil.
Panduan internasional saat ini (ACC/AHA 2021–2022) menegaskan bahwa pasien dengan penyakit kompleks atau diabetes mendapatkan hasil jangka panjang yang lebih baik dengan operasi bypass jantung.
4. Hasil Jangka Panjang
Prosedur pemasangan ring jantung memang dinilai menjadi pilihan efektif untuk membuka sumbatan lokal pada arteri koroner. Namun meski demikian, risiko terjadinya penyempitan kembali tetap ada. Oleh karena itu, hasil jangka panjang yang baik dapat terjadi apabila pasien menjalani kontrol rutin dan patuh dengan pengobatan antiplatelet.
Sementara itu, prosedur bypass jantung untuk penyakit yang lebih berat, dapat memberikan hasil jangka panjang yang lebih stabil. Sebuah analisis dalam JAMA Cardiology (2023) menunjukkan bahwa pasien dengan multivessel disease memiliki angka serangan jantung ulang dan kebutuhan tindakan ulang yang lebih rendah setelah bypass dibanding pemasangan PCI. Keunggulan bypass dapat terlihat setelah tahun pertama dan terus bertahan hingga 5–6 tahun ke depan.
5. Proses Pemulihan
Beda pasang ring dan operasi bypass jantung juga dapat dilihat dari proses pemulihan pasien pascaoperasi. Proses pemulihan pasien yang menjalani prosedur pemasangan ring relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan operasi bypass jantung. Karena bersifat minimal invasif, pasang ring juga berisiko lebih rendah untuk menimbulkan rasa nyeri atau komplikasi pasca tindakan.
Penting dicatat bahwa operasi jantung dengan ring jantung atau bypass jantung hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu serta mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani operasi.
Apabila Anda atau kerabat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai prosedur operasi jantung, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.
Proses, metode, dan opsi pengobatan dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.
Siloam Hospitals memiliki jaringan rumah sakit jantung yang lengkap, terdapat lebih dari 250 dokter ahli di bidang jantung, dilengkapi dengan teknologi modern, serta berbagai layanan yang dirancang untuk mendukung kesehatan jantung Anda secara menyeluruh.
Berbagai masalah kardiovaskular, mulai dari aritmia, penyakit aorta, kelainan jantung struktural, intervensi jantung, hingga manajemen gagal jantung ditangani dengan penuh perhatian dan ketelitian, karena Siloam Ada untuk Jantung Anda.
Untuk memudahkan, gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS
Bedah Toraks Kardiovaskular
Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
-
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Resiko Metabolik
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp2.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Olahraga
Skrining Jantung, Skrining Pelari
13 Service/Item
Rp2.000.000






