Operasi Bypass Jantung (CABG), Ini Tujuan dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Operasi Bypass Jantung (CABG), Ini Tujuan dan Prosedurnya

26 Februari 2026 5 menit waktu baca
dr. Maizul Anwar, SpBTKV (K) - CABG

CABG (coronary artery bypass graft) atau biasa dikenal dengan operasi bypass jantung adalah suatu tindakan bedah yang bertujuan untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Tindakan ini dilakukan pada individu yang mengalami penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri yang berat. 

 

Prosedur CABG dilakukan dengan membuat jalur baru di sekitar pembuluh darah arteri yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Pembuatan jalur pembuluh darah alternatif ini diperlukan untuk memulihkan kelancaran aliran darah sehingga otot jantung dapat terus menerima suplai oksigen dan nutrisi yang cukup. Untuk memahami lebih jauh tentang operasi bypass jantung, mari baca artikel berikut.

 

Apa Itu Operasi Bypass Jantung (CABG)?

 

Pada prinsipnya, operasi jantung adalah salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan kesehatan terkait kelainan fungsi jantung. Ada beberapa jenis prosedur pembedahan jantung yang dapat direkomendasikan oleh dokter sesuai dengan kondisi pasien, seperti pasang ring (stent) dan CABG. Namun, kedua tindakan tersebut memiliki perbedaan dalam prosedur dan tujuan.

 

Pilihan antara pemasangan stent atau bypass jantung akan ditentukan oleh dokter berdasarkan sejumlah faktor, seperti tingkat keparahan penyakit jantung koroner, jumlah pembuluh darah arteri yang terlibat, serta kondisi medis dan preferensi pasien.

 

Keputusan ini biasanya dibuat setelah pasien berkonsultasi dengan dokter mengenai tahapan prosedur, manfaat, serta risiko komplikasi dari masing-masing tindakan. Secara sederhana, operasi bypass jantung atau CABG adalah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung yang mengalami kekurangan pasokan darah akibat penyumbatan pada pembuluh darah.

 

Tingkat keparahan pasien yang menjalani CABG umumnya telah memasuki tingkat keparahan yang kompleks, yang mana penyumbatan terjadi pada tiga atau lebih pembuluh darah arteri. Operasi ini juga rata-rata dijalani oleh penderita jantung koroner berusia sekitar 66 tahun dan 72% di antaranya berjenis kelamin pria.

 

Prosedur operasi bypass jantung

 

Tujuan Operasi Bypass Jantung

 

Operasi bypass jantung dilakukan untuk mengembalikan aliran darah di sekitar pembuluh darah arteri jantung yang tersumbat. Tindakan ini dilakukan sebagai penanganan darurat pada kasus serangan jantung apabila pengobatan lain tidak lagi efektif.

 

Beberapa kondisi pasien yang dapat direkomendasikan untuk menjalani CABG adalah sebagai berikut:

 

  • Terjadi penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah arteri yang bertugas untuk menyuplai darah ke otot jantung.

  • Nyeri dada parah yang timbul akibat penyempitan di beberapa pembuluh darah arteri jantung. Penyempitan ini mengakibatkan kurangnya aliran darah ke jantung sehingga nyeri dada hebat dapat terjadi bahkan saat beraktivitas ringan ataupun sedang beristirahat.

  • Terganggunya lebih dari satu pembuluh darah arteri jantung dan bilik jantung kiri bawah (ventrikel kiri) tidak berfungsi dengan baik.

  • Pembuluh darah arteri jantung yang tersumbat dan tidak dapat diobati dengan prosedur angioplasti koroner. 

  • Prosedur angioplasti dengan atau tanpa stent yang tidak berhasil. Misalnya, pembuluh darah arteri kembali mengalami penyempitan setelah pemasangan stent.

 

Persiapan Prosedur Bypass Jantung

 

Sebelum menjalani operasi bypass jantung, pasien akan disarankan untuk menjalani beberapa perubahan gaya hidup seperti pola makan dan konsumsi obat-obatan sesuai dengan instruksi dokter. Pasien juga akan menjalani beberapa pemeriksaan sebelum dilakukannya CABG untuk memastikan apakah tindakan CABG ini memang layak dilakukan dan apakah tindakan tersebut aman bagi kondisi kesehatan pasien. Pemeriksaan tersebut antara lain:

 

 

Mengingat CABG termasuk tindakan bedah yang melibatkan organ vital, yakni jantung, sebagian pasien mungkin merasa perlu mencari second opinion untuk meninjau kembali rencana terapinya. Namun, konsultasi tersebut sebaiknya dilakukan dalam rentang waktu yang tergolong aman dan tidak menunda penanganan terlalu lama, sebab umumnya keberhasilan terapi penyakit jantung sangat bergantung pada ketepatan dan kecepatan tindakan medis.

 

Prosedur Operasi Bypass Jantung

 

Prosedur operasi bypass jantung dilakukan dengan mengambil pembuluh darah dari bagian tubuh lain (umumnya dari pembuluh darah di area dada, kaki, atau lengan) dan menghubungkannya ke bagian atas dan bawah dari pembuluh darah arteri koroner yang menyempit atau tersumbat.

 

Pembuluh darah baru ini disebut dengan graft. Jumlah graft yang diperlukan akan tergantung pada seberapa parah penyakit jantung koroner pasien dan berapa banyak pembuluh darah arteri koroner yang menyempit. Prosedur pembedahan CABG dilakukan dengan anestesi umum (bius total), dan umumnya berlangsung antara 3 hingga 6 jam.

 

Pemulihan Pascaoperasi Bypass Jantung

 

Setelah menjalani operasi, pasien akan dirawat secara intensif di ICU terlebih dahulu. Setelah kondisi pasien dinilai stabil oleh dokter, pasien dapat dipindahkan ke kamar reguler untuk memperoleh perawatan dan diobservasi lebih lanjut selama 8 hingga 12 hari.

 

Setelah keluar dari rumah sakit, sebagian besar pasien yang menjalani CABG disarankan untuk menjalani program rehabilitasi jantung. Program ini bertujuan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan. Selain itu, pasien juga disarankan untuk terus menjalani pola hidup sehat.

 

Manfaat dan Risiko Operasi Bypass Jantung

 

Operasi bypass arteri koroner memiliki manfaat yang signifikan dalam mengatasi penyakit jantung koroner. Manfaat operasi bypass jantung di antaranya yaitu:

 

  • Mengembalikan aliran darah yang terganggu akibat penyumbatan pembuluh darah arteri koroner.

  • Meringankan atau bahkan menghilangkan gejala.

  • Mencegah serangan jantung.

  • Meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk kemampuan untuk beraktivitas fisik dan sosial.

  • Menurunkan risiko diperlukannya tindakan pembedahan lanjutan di masa depan. Dalam hal ini, CABG lebih unggul dari prosedur angioplasti (PCI) karena dalam sebagian besar kasus, PCI memiliki risiko yang lebih tinggi untuk diperlukannya prosedur tindak lanjut di kemudian hari.

 

Sama halnya dengan tindakan medis pada umumnya, CABG pun memiliki sejumlah risiko komplikasi, seperti:

 

  • Komplikasi pascaoperasi, seperti infeksi, perdarahan, dan masalah pernapasan.

  • Gangguan irama jantung (aritmia).

  • Infark miokard (serangan jantung).

  • Komplikasi pembuluh darah graft yang mungkin mengalami penyempitan kembali.

  • Reaksi terhadap pembuluh darah graft yang menyebabkan inflamasi.

  • Stroke.

  • Gangguan fungsi ginjal.

  • Kebingungan atau sulit untuk berpikir jernih (sering kali bersifat sementara).

 

Penting untuk diketahui bahwa operasi bypass jantung hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu serta mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani operasi bypass jantung.

 

Apabila Anda atau kerabat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai prosedur operasi bypass jantung atau CABG (coronary artery bypass graft), Anda bisa langsung mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular di Siloam Hospitals terdekat

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.

 

Siloam Hospitals ada untuk jantung Anda dengan menghadirkan jaringan rumah sakit jantung yang lengkap, memadukan keahlian lebih dari 250 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta bedah toraks, teknologi diagnostik dan bedah yang modern, serta layanan yang dirancang untuk mendukung kesehatan jantung Anda secara menyeluruh. 

 

Berbagai masalah kardiovaskular, mulai dari aritmia, penyakit aorta, kelainan jantung struktural, intervensi jantung, hingga manajemen gagal jantung dilayani dengan penuh perhatian dan ketelitian, karena Siloam #MerawatSetiapDetakDalamSetiapDetik.


Lebih lanjut, manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

second opinion penanganan komprehensif

Dokter Kami
dr-maizul-anwar-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Maizul Anwar, SpBTKV (K)

Bedah Toraks Kardiovaskular

Subspesialis Bedah Jantung Dewasa


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail