Nuclear Stress Test, Prosedur untuk Deteksi Masalah Jantung
Kesehatan Tubuh

Nuclear Stress Test, Prosedur untuk Deteksi Masalah Jantung

05 Juni 2025 4 menit waktu baca
nuclear stress test

 

Nuclear stress test atau nuclear cardiac stress test adalah prosedur pemeriksaan untuk membantu mendiagnosis penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner. Tes ini dilakukan dengan menggunakan pencitraan radioaktif yang dapat membantu tenaga medis melihat seberapa lancar darah mengalir melalui jantung saat beristirahat atau berolahraga.

 

Pemeriksaan nuclear stress test dibedakan berdasarkan jenisnya. Pasien dapat menjalani tes ini dengan beristirahat atau beraktivitas tergantung dengan rekomendasi dari dokter. Mari pahami lebih jauh tentang nuclear stress test melalui pembahasan di bawah ini.

 

Apa Itu Nuclear Stress Test?

 

Nuclear stress test adalah pemeriksaan fungsi jantung saat tubuh sedang istirahat ataupun beraktivitas yang dikombinasikan dengan pencitraan bersifat radioaktif. Pada saat pemeriksaan, tenaga medis akan menyuntikkan sejumlah kecil zat radioaktif yang disebut tracer atau radiofarmasi ke dalam aliran darah pasien.

 

Tracer yang diserap oleh pembuluh darah dan otot jantung dapat membantu melihat aliran darah dengan lebih jelas. Dengan menggunakan kamera khusus, tenaga medis bisa mengambil gambar aliran darah di dalam maupun di sekitar area jantung.

 

Nuclear stress test dan regular stress test sama-sama ditujukan untuk mengamati aktivitas listrik jantung dengan elektrokardiogram (EKG). Kedua tes ini mengevaluasi kinerja jantung saat di bawah tekanan, tetapi nuclear stress test memberikan informasi yang lebih terperinci. Regular stress test hanya menggunakan EKG untuk memantau jantung saat beristirahat dan beraktivitas, sedangkan nuclear stress test memberikan hasil gambaran kinerja jantung sebelum dan sesudah beraktivitas.

 

Jenis Nuclear Stress Test

 

Terdapat beberapa jenis nuclear stress test yang bisa direkomendasikan untuk pemeriksaan jantung. Tenaga medis bisa menggunakan teknologi pencitraan yang berbeda-beda, seperti PET scan, SPECT (single photon emission computed tomography) scan, dan MUGA (multigated acquisition) scan

 

Klasifikasi jenis nuclear stress test juga bisa didasarkan dari toleransi pasien terhadap aktivitas fisik. Tes bisa dilakukan dengan berjalan di atas treadmill atau menggunakan agen farmakologis (obat-obatan).

 

Kedua jenis nuclear stress test tersebut bertujuan untuk meningkatkan aliran darah dan tekanan ke jantung. Pasien yang dapat melakukan aktivitas fisik akan menjalani pemeriksaan dengan berjalan di atas treadmill. Sementara itu, pasien yang tidak mampu beraktivitas fisik akan mendapatkan obat-obatan untuk meningkatkan aliran darah dan tekanan ke jantung.

 

Fungsi Nuclear Stress Test

 

Nuclear stress test umumnya digunakan untuk mendiagnosis dan memantau penyakit jantung koroner. Sebagaimana yang disebutkan, tes ini menunjukkan aliran darah ke jantung sehingga hasilnya dapat membantu dokter melihat pembuluh darah yang tersumbat. Beberapa gangguan pada jantung lainnya yang bisa diperiksa dengan nuclear stress test adalah:

 

 

Selain memperlihatkan gambar aliran darah ke jantung dengan jelas, nuclear stress test memiliki sejumlah fungsi lainnya dalam diagnosis atau memantau gangguan pada jantung, yaitu:

 

  • Mengetahui apakah otot jantung bisa memompa dengan baik.

  • Menemukan aliran darah yang tidak lancar.

  • Menunjukkan kerusakan pada bagian jantung setelah pasien mengalami serangan jantung.

  • Memantau keberhasilan suatu terapi, seperti pemberian obat-obatan, angioplasty, atau operasi jantung. 

 

Prosedur Nuclear Stress Test

 

Sebelum menjalani prosedur nuclear stress test, tenaga medis akan menginstruksikan pasien untuk melakukan persiapan dengan mematuhi hal-hal berikut:

 

  • Tidak mengonsumsi makanan, minuman, dan obat-obatan yang mengandung kafein selama 24 jam sebelum tes.

  • Tidak merokok sebelum tes.

  • Pasien mungkin diminta untuk tidak makan atau minum setelah tengah malam atau selama beberapa jam sebelum tes dilakukan. 

  • Menginformasikan tenaga medis tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi, baik itu obat resep, obat bebas, suplemen, dan jenis obat lainnya.

  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar serta alas kaki yang mudah dilepas.

  • Membawa obat atau alat yang bisa membantu pasien bernapas, seperti inhaler, jika dibutuhkan.

 

Tenaga medis akan menjelaskan tentang langkah-langkah prosedur secara aman. Petugas radiologi akan menyuntikkan tracer ke dalam aliran darah yang dimulai dari pembuluh darah di lengan melalui intravena (IV). Gambar dari jantung akan terlihat ketika pasien beristirahat dan berjalan di atas treadmill ketika detak jantung meningkat.

 

Nuclear stress test biasanya berlangsung selama tiga atau empat jam. Setelah itu, pasien bisa langsung melanjutkan aktivitas sebagaimana biasanya tanpa pemulihan. Hasilnya bisa diberikan kepada pasien beberapa hari setelah prosedur karena dokter kardiologi atau radiologis membutuhkan waktu untuk meninjau gambar pencitraan dan menginterpretasikannya.

 

Risiko Efek Samping Nuclear Stress Test

 

Secara umum, nuclear stress test merupakan pemeriksaan yang aman. Meskipun begitu, terkadang beberapa risiko efek samping berikut bisa terjadi:

 

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, prosedur nuclear stress test merupakan pemeriksaan yang melibatkan paparan radiasi. Namun, paparan radiasi pada tes ini diketahui aman dan tidak berpotensi menyebabkan kanker karena kadar dosis radiasi yang rendah. Sebagai catatan, nuclear stress test tidak direkomendasikan untuk penderita kondisi-kondisi tertentu yang parah, seperti:

 

 

Itulah informasi seputar nuclear stress test yang dapat membantu diagnosis penyakit jantung. Informasi di atas bersifat edukatif sehingga diperlukan konsultasi dengan dokter untuk rekomendasi pemeriksaan jantung yang tepat. Apabila Anda ingin memeriksa kesehatan jantung karena merasakan nyeri dada ataupun sesak napas, konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Pencitraan Kardiovaskular di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebelum merekomendasikan pemeriksaan jantung yang tepat, dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk memastikan kondisi setiap pasien. Tahapan pemeriksaan jantung dan pengobatannya pun mungkin berbeda-beda karena perlu disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing lokasi.

 

Untuk pemeriksaan kesehatan jantung, Anda bisa memesan Paket Skrining Jantung melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan konsultasi hingga pengobatan, seperti membuat janji temu dengan dokter terkait dan mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk menggunakan berbagai fiturnya yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

University of Pittsburgh Medical Center. Nuclear Cardiology (Nuclear Stress Test). Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Nuclear Cardiac Stress Test. Diakses pada 2025 | Kemenkes. Pemeriksaan Nuklir, Salah Satu Pemeriksaan Jantung Terkini. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail