Ini Jenis-Jenis Inhaler yang Digunakan untuk Obat Asma
Kesehatan Tubuh

Ini Jenis-Jenis Inhaler yang Digunakan untuk Obat Asma

30 Mei 2025 4 menit waktu baca
jenis-jenis inhaler

 

Inhaler adalah obat yang dapat digunakan, baik untuk mencegah maupun meredakan serangan asma. Obat  ini terbagi menjadi beberapa jenis dengan fungsi dan tipe obat yang berbeda-beda. Selain itu, masing-masing inhaler juga memiliki cara pemakaian yang berbeda-beda. Lebih lanjut, mari pahami tentang jenis-jenis inhaler melalui ulasan di bawah ini.

 

Jenis-Jenis Inhaler berdasarkan Kegunaan

 

Inhaler adalah pengobatan utama untuk penyakit asma. Berdasarkan kegunaannya, inhaler terbagi menjadi dua jenis, yaitu controller inhaler dan reliever inhaler. Keduanya memiliki fungsi, cara kerja, dan bahan aktif yang berbeda. Berikut uraian selengkapnya mengenai jenis-jenis inhaler.

 

1. Controller Inhaler

 

Controller inhaler atau yang dikenal juga sebagai preventer inhaler adalah obat yang berisi kortikosteroid hirup (inhaled corticosteroid/ICS). Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai controller inhaler:

 

A. Fungsi Controller Inhaler

 

Seperti namanya, fungsi controller inhaler adalah untuk mencegah dan mengendalikan serangan asma dalam jangka panjang. Jenis inhaler ini dapat digunakan setiap hari untuk mengurangi risiko serangan meskipun pasien sedang tidak mengalami gejala. 

 

Bagi pasien penderita asma persisten, penggunaan inhaler pengontrol dapat memperbaiki gejala dan fungsi paru-paru dan mengurangi kebutuhan kortikosteroid sistemik serta kunjungan ke unit gawat darurat. Pasien tetap perlu memperhatikan resep dan anjuran dari dokter karena dosis dan penggunaan preventer inhaler akan disesuaikan dengan kondisi pasien dari waktu ke waktu.




B. Cara Kerja Controller Inhaler

 

Controller inhaler bekerja dengan cara mengurangi peradangan di saluran napas yang dapat mencetuskan gejala asma. Penderita asma dapat menggunakan jenis inhaler ini untuk memberikan obat golongan kortikosteroid dosis rendah ke paru-paru. Namun, penggunaan obat ini tidak ditujukan untuk meredakan gejala akut.

 

C. Kelas dan Bahan Aktif

 

Controller inhaler terbagi menjadi 3 golongan, yaitu inhaled corticosteroid (ICS), ICS/LABA (long acting beta-2-agonist) combinations, dan LABAs. Berikut masing-masing contoh obatnya:

 

  • Inhaled corticosteroids (ICS): Budesonide dan fluticasone propionate.

  • Kombinasi ICS/LABA (long-acting beta-2 agonists): Budesonide/formoterol fumarate dihydrate, fluticasone furoate/vilanterol trifenatate, fluticasone propionate/formoterol fumarate dihydrate, dan flucticasone propionate/salmeterol xinafoate.

  • LABAs (obat ini tidak boleh digunakan sebagai monoterapi): Formoterol fumarate dihydrate dan salmeterol xinafoate.

 

D. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

 

Adapun beberapa efek samping yang perlu diperhatikan dari penggunaan preventer inhaler adalah:

 

  • Sakit tenggorokan.

  • Suara serak.

  • Sariawan.

  • Kandidiasis mulut. 

 

Untuk mengurangi efek samping ini, pasien biasanya disarankan untuk berkumur setelah menggunakan obat.

 

2. Reliever Inhaler

 

Reliever inhaler adalah jenis inhaler yang dapat meredakan gejala asma dengan cepat. Semua penderita asma disarankan untuk membawa obat ini setiap sebagai langkah waspada jika sewaktu-waktu gejala asma kambuh. Berikut uraian mengenai reliever inhaler secara rinci:

 

A. Fungsi Reliever Inhaler

 

Fungsi utama reliever inhaler adalah memberikan kelegaan yang cepat ketika timbul gejala asma. Reliever inhaler merupakan bronkodilator yang mampu dengan cepat merelaksasi otot di sekitar saluran udara dan meningkatkan aliran udara. Namun, berbeda dengan preventer inhaler yang harus digunakan setiap hari, obat ini hanya bisa digunakan jika terjadi gejala, serta dengan dosis dan frekuensi terendah yang diperlukan.

 

B. Cara Kerja Reliever Inhaler

 

Reliever inhaler adalah jenis inhaler yang bisa bekerja dengan cepat dalam hitungan menit, namun efeknya hanya bertahan hingga 4 jam. Setelah obat ini bekerja, penderita akan merasakan gejala asma berkurang secara signifikan, seperti mengi, sesak dada, batuk, dan sesak napas.

 

C. Kelas dan Bahan Aktif

 

Terdapat dua kelas yang digunakan untuk reliever inhaler, yaitu short-acting beta2 agonists (SABA) dan ICS/rapid-onset long-acting beta2 agonists (LABA) combinations. Berikut masing-masing contoh obatnya:

 

  • Short-acting beta2 agonists (SABA): Salbutamol dan terbutaline.

  • ICS/LABA combinations: Budesonide/formoterol dan fumarate dihydrate.

 

D. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

 

Penggunaan reliever inhaler dengan dosis tinggi atau terlalu sering dapat menjadi tanda bahwa asma tidak terkendali dengan baik dan bisa menjadi faktor risiko terjadinya eksaserbasi (perburukan) asma. Jika dosis tinggi dibutuhkan lebih dari sekali dengan interval kurang dari 4 jam, penderita harus memeriksakan diri kembali ke dokter. Penggunaan reliever inhaler perlu dikonsultasikan dengan dokter.

 

Penggunaan dosis obat pereda yang tinggi juga dapat mencerminkan diagnosis lain, seperti kecemasan atau disfungsi pernapasan. Gejala seperti sesak napas yang berhubungan dengan kecemasan dapat meniru gejala asma, sehingga penting untuk membedakan kondisi tersebut dan mendapatkan penanganan yang sesuai. 

 

Adapun efek samping penggunaan reliever inhaler yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

 

  • Detak jantung cepat (palpitasi).

  • Tangan gemetar.

  • Perasaan cemas atau gugup.

 

Itulah informasi seputar jenis-jenis inhaler untuk asma. Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran pengobatan dari dokter. Guna memahami lebih lanjut mengenai pemakaian inhaler asma, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) di Siloam Hospitals terdekat.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Asthma Council. Prescribing relievers for adults and adolescents. Diakses pada 2024 | National Asthma Council. Prescribing inhaled corticosteroid-based preventers for adults and adolescents. Diakses pada 2024 | Severe Asthma Toolkit. Asthma Preventers and Controllers. Diakses pada 2024 | Severe Asthma Toolkit. Relievers. Diakses pada 2024 | Health Direct. Medicines for asthma. Diakses pada 2024 | Therapeutics and Clinical Risk Management. Choosing the right inhaler for your asthma or COPD patient. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-oka-wijaya-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Oka Wijaya, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magdalena-sirait-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magdalena Sirait, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-victor-nugroho-wijaya-spp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Victor Nugroho Wijaya, SpP, F. Pulmonologi Intervensional Lanjut

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail