Kandidiasis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Kandidiasis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

14 November 2025 4 menit waktu baca
kandidiasis adalah

Table of Contents

Kandidiasis adalah masalah kesehatan yang terjadi karena infeksi jamur Candida albicans. Jamur tersebut dapat menginfeksi seluruh bagian tubuh, namun lebih sering terjadi pada mulut dan organ intim. Mari kenali apa itu kandidiasis selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa itu Kandidiasis?

 

Candidiasis atau kandidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kandidiasis umumnya menginfeksi bagian tubuh yang lembap, seperti mulut, organ intim, dan saluran pencernaan.

 

Kandidiasis dapat dialami oleh siapa saja. Namun, seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti pengidap penyakit diabetes, HIV/AIDS, dan kanker (terlebih yang tengah menjalani kemoterapi), lebih berisiko terserang infeksi kandidiasis.

 

Kandidiasis perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi penyakit serius. Pasalnya, infeksi jamur yang masuk ke dalam darah dan mengalir ke seluruh tubuh berisiko menimbulkan sepsis. Komplikasi kandidiasis pada beberapa kasus bahkan menyebabkan penyakit meningitis.

 

Penyebab Kandidiasis

 

Penyebab utama kandidiasis adalah infeksi jamur Candida. Jamur ini pada dasarnya memang telah ada dan tumbuh pada permukaan kulit manusia. Namun, pertumbuhan jamur candida bisa menjadi tidak terkendali dan menyebabkan penyakit kandidiasis bila pengidapnya memiliki daya tahan tubuh lemah.

 

Adapun beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kandidiasis adalah sebagai berikut:

 

  • Menderita penyakit diabetes yang tidak terkontrol, HIV/AIDS, atau kanker.
  • Menjalani perawatan kemoterapi.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid atau prednison.
  • Faktor usia. Bayi dan orang lanjut usia yang memiliki daya tahan tubuh lemah lebih berisiko terinfeksi kandidiasis.
  • Mengonsumsi makanan tinggi gula yang memicu pertumbuhan jamur dalam tubuh.
  • Tidak menjaga kebersihan mulut atau organ intim dengan baik.

 

Gejala Kandidiasis

 

Gejala kandidiasis cenderung beragam tergantung dari area tubuh yang terinfeksi jamur tersebut. Penjelasan lengkap dari gejala kandidiasis adalah sebagai berikut:

 

1. Kandidiasis Mulut (Oral Thrush)

 

Kandidiasis mulut (oral thrush) merupakan infeksi jamur yang menginfeksi rongga mulut. Gejala yang timbul dari kandidiasis mulut di antaranya:

 

  • Bercak kuning atau putih pada rongga mulut, seperti lidah, gusi, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, pangkal tenggorokan, dan bibir yang tidak hilang meski sudah digosok dengan sikat gigi.
  • Kesulitan menelan.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Kemerahan pada mulut dan tenggorokan.
  • Luka pada sudut mulut dan bibir.

 

2. Kandidiasis Organ Intim

 

Kandidiasis organ intim sering kali dialami oleh wanita, namun tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga terjadi pada pria. Umumnya, kandidiasis pada organ intim pria terjadi karena belum melakukan sunat.

 

Beberapa gejala kandidiasis yang terjadi pada organ intim wanita antara lain:

 

  • Vagina terasa sangat gatal.
  • Nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Keputihan seperti keju dan mengeluarkan bau tidak sedap yakni berbau sedikit asam.
  • Vagina membengkak dan kemerahan.

 

Sedangkan gejala kandidiasis yang terjadi pada organ intim pria di antaranya:

 

  • Ruam merah pada penis.
  • Nyeri, gatal dan sensasi terbakar pada bagian ujung penis.
  • Mengeluarkan bau tidak sedap.

 

3. Kandidiasis Kulit

 

Kandidiasis kulit akan menimbulkan beberapa gejala berikut:

 

  • Ruam merah dan terasa gatal pada lipatan kulit, seperti ketiak, sela-sela jari, selangkangan, atau bagian bawah payudara.
  • Area kulit yang terinfeksi jamur terlihat kering dan pecah-pecah.
  • Kandidiasis kulit yang juga terkena infeksi sekunder menyebabkan kulit melepuh atau muncul bintik-bintik berisi air atau nanah.

 

4. Kandidiasis Invasif

 

Kandidiasis invasif merupakan infeksi jamur yang telah masuk ke dalam aliran darah. Gejala umum dari kandidiasis invasif adalah demam yang tidak kunjung turun. Jika telah menyerang organ, kandidiasis invasif dapat menimbulkan gejala yang berkaitan dengan organ tersebut.

 

Diagnosis Kandidiasis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan menanyakan keluhan yang dialami oleh pasien disertai pemeriksaan fisik untuk memastikan gejala-gejalanya. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan. Beberapa pemeriksaan penunjang tersebut antara lain:

 

  • Pemeriksaan darah: mengambil sampel darah pasien untuk memeriksa adanya infeksi dalam tubuh.
  • Kultur jamur: mengambil sampel darah dan jaringan pasien untuk mendeteksi jenis jamur yang menginfeksi tubuh pasien.
  • Pemeriksaan cairan vagina: untuk mendeteksi infeksi jamur pada organ intim wanita.
  • Pemeriksaan endoskopi: memasukkan selang elastis ke dalam tubuh untuk mendeteksi kandidiasis yang terjadi pada kerongkongan, lambung, serta bagian atas usus halus.

 

Cara Mengobati Kandidiasis

 

Tindakan medis yang dilakukan oleh dokter untuk mengobati kandidiasis adalah meresepkan obat antijamur. Obat antijamur ini dapat berupa tablet, salep, atau krim menyesuaikan dengan area tubuh dan tingkat keparahan infeksi jamur. Sejumlah jenis obat jamur yang diresepkan untuk menangani kandidiasis adalah butoconazole, caspofungin, clotrimazole, miconazole, dan amphotericin B. 

 

Setiap pengobatan antijamur sangat bergantung pada jenis dan lokasi infeksi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk mengetahui jenis dan dosis yang tepat.

 

Dokter pun akan menyarankan pengidap kandidiasis untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Jika kandidiasis terjadi pada bagian organ intim, dokter menyarankan untuk mengenakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan rutin menggantinya minimal 2 kali sehari. Sementara itu, pengidap kandidiasis pada mulut disarankan untuk rutin menggosok gigi dan lidah serta berhenti merokok untuk mengoptimalkan proses pemulihan.

 

Penanganan kandidiasis perlu dilakukan dengan tepat untuk menghindari komplikasi penyakit yang menyertainya. Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami gejala kandidiasis seperti yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.


Anda dapat membuat janji temu terlebih dahulu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda serta keluarga #BersamaSiloam!

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail