Apa itu Stenosis Aorta? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Stenosis Aorta? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

13 Juni 2025 4 menit waktu baca
Mengenal stenosis aorta

Jantung memiliki beberapa bagian vital dengan fungsinya masing-masing, salah satunya adalah katup aorta yang mengalirkan darah dari bilik (ventrikel) kiri ke pembuluh darah aorta. Ketika bagian ini tidak dapat membuka secara maksimal atau terjadi penyempitan, maka kondisi inilah yang disebut sebagai stenosis aorta. 

 

Stenosis aorta adalah salah satu jenis penyakit katup jantung (valvular heart disease). Untuk memahami lebih lanjut mengenai kondisi ini mulai dari penyebab, gejala, komplikasi, hingga pengobatannya, mari simak pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Stenosis Aorta?

 

Aortic stenosis atau stenosis aorta adalah kondisi di mana katup aorta yang menghubungkan bilik jantung bagian kiri (ventrikel kiri) dengan pembuluh darah arteri utama tubuh (aorta) menyempit atau tidak dapat membuka dengan maksimal. 

 

Setiap katup di dalam jantung memiliki tutup yang dapat membuka dan menutup setiap kali jantung berdetak. Kadang-kadang, katup-katup ini tidak dapat berfungsi dengan baik seperti tidak dapat membuka sepenuhnya atau tidak menutup dengan rapat. Ketika hal ini terjadi, aliran darah menjadi terganggu dan tidak lancar. 

 

Jantung penderita aortic stenosis akan dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh melalui katup yang menyempit ini. Seiring berjalannya waktu, jantung akan mengalami pembengkakan akibat beban kerja yang semakin memberat. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa penderita jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Penyebab Stenosis Aorta

 

Menyempitnya katup aorta dapat disebabkan oleh beberapa hal. Berikut adalah faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stenosis aorta:

 

  • Kelainan jantung bawaan: Beberapa orang dilahirkan dengan kelainan struktural pada katup aorta seperti katup yang berukuran lebih sempit dari ukuran normalnya dengan tingkat keparahan obstruksi (penyumbatan) yang berbeda-beda.
  • Penumpukan kalsium pada katup aorta: Kalsium yang mengalir dalam darah dapat mengendap pada katup jantung. Seiring berjalannya waktu. kalsium yang menumpuk tersebut membuat katup aorta mengeras dan memicu penyempitan.
  • Demam rematik: Demam rematik yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada jaringan katup aorta sehingga mempersempit katup secara perlahan. Kondisi inilah yang disebut sebagai penyakit jantung rematik.

 

Selain penyebab yang telah disebutkan di atas, terdapat berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan stenosis aorta pada seseorang. Berikut adalah faktor risiko tersebut:

 

  • Usia lanjut.
  • Penyakit ginjal kronis.
  • Penyakit jantung yang disebabkan radiasi (radiation-induced heart disease), yang terjadi pada seseorang dengan riwayat radioterapi untuk penyakit kanker.
  • Kolesterol tinggi.
  • Diabetes.
  • Tekanan darah tinggi.

 

Gejala Stenosis Aorta

 

Gejala aortic stenosis dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala pun biasanya baru muncul ketika penyempitan katup sudah parah. Namun, beberapa orang dengan kondisi ini bisa saja tidak mengalami gejala. Meski begitu, berikut adalah gejala aortic stenosis yang dapat dialami oleh penderita:

 

  • Murmur jantung.
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas
  • Nyeri dada atau rasa tertekan saat beraktivitas.
  • Detak jantung yang cepat atau tidak teratur (palpitasi).
  • Penurunan nafsu makan.
  • Berat badan susah bertambah, khususnya pada anak-anak.
  • Mudah lelah.
  • Merasa pusing hingga pingsan.

 

Komplikasi Stenosis Aorta

 

Aortic stenosis juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

 

 

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka akan membahayakan nyawa penderitanya. 

 

Pengobatan Stenosis Aorta

 

Setelah mengetahui penyebab dan gejala dari penyakit ini, maka mengetahui pengobatan yang tepat sangat diperlukan. Pengobatan stenosis aorta dapat melibatkan pendekatan medis atau tindakan bedah tergantung pada tingkat keparahannya. Berikut adalah penjelasan tentang pengobatan aortic stenosis:

 

Pengobatan Medis

 

Pengobatan medis diberikan pada pasien yang mengalami aortic stenosis ringan. Dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi gejala atau memperlambat perkembangan kondisi penyakit ini. Seperti contoh, dokter akan memberikan obat-obatan yang membantu mengurangi tekanan darah atau membantu fungsi jantung.

 

Tindakan Bedah

 

Saat stenosis aorta sudah parah, dokter mungkin akan melakukan tindakan bedah pada pasien.

 

  • Pemasangan katup buatan: Jika kondisi pasien sudah parah dan mengalami gejala yang buruk, dokter dapat merekomendasikan operasi penggantian katup. Katup buatan yang baru akan menggantikan katup yang sudah menyempit dan tidak berfungsi dengan baik.
  • Tindakan balon katup aorta (balloon aortic valvuloplasty): Prosedur ini melibatkan penggunaan kateter untuk memasukkan balon ke dalam katup aorta yang sempit dan memompanya untuk melebarkan katup. Tindakan ini akan membantu meningkatkan kelancaran aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Penderita penyakit ini sebaiknya segera mencari pertolongan medis jika mereka mengalami gejala atau perubahan kondisi yang mengkhawatirkan. Berikut adalah beberapa situasi di mana penderita stenosis aorta harus ke dokter:

 

  • Jika penderita mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada, mudah lelah, pusing, pingsan, detak jantung tidak teratur, atau kelelahan yang tidak wajar.
  • Jika kondisi penderita semakin memburuk seperti penurunan kesadaran, pembengkakan di kaki, kehilangan nafsu makan, atau berat badan yang tiba-tiba menurun secara drastis.
  • Jika penderita stenosis aorta mulai mengalami gejala baru yang tidak biasa atau mengganggu seperti perubahan irama jantung atau gejala infeksi seperti demam tinggi.

 

Itulah penjelasan mengenai salah satu penyakit katup jantung, stenosis aorta. Dengan mengenali penyakit ini, langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin. Jika Anda atau kerabat mengalami gejala seperti yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk datang ke Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan pengobatan yang tepat. 


Gunakan fitur Cari Dokter untuk mempermudah proses pembuatan janji temu dengan dokter spesialis. Atau, gunakan aplikasi MySiloam untuk melakukan pemesanan kesehatan, membuat janji temu, berkonsultasi secara online, dan mengakses informasi kesehatan lainnya. Mari unduh aplikasinya sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail