Memahami Anatomi Jantung serta Cara Kerjanya dalam Tubuh
Kesehatan Tubuh

Memahami Anatomi Jantung serta Cara Kerjanya dalam Tubuh

31 Juli 2025 5 menit waktu baca
anatomi jantung & cara kerjanya

Jantung adalah salah satu organ vital dalam tubuh manusia, yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup. Jika jantung kehilangan fungsinya, akibat yang paling fatal bisa berupa kematian. Oleh karena itu, penting untuk memahami anatomi jantung dan cara kerjanya sebagai langkah awal dalam menjaga kesehatan jantung. Mari pahami lebih lanjut bagian-bagian anatomi jantung dalam ulasan berikut.

 

Apa itu Jantung?

 

Tubuh manusia memiliki sistem kardiovaskular yang terdiri dari darah, pembuluh darah (arteri, vena, dan kapiler), serta jantung. Organ jantung terletak di sisi kiri tubuh, tepatnya di bagian rongga tengah dada. Organ ini berperan penting dalam proses pengedaran darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.

 

Jantung memiliki empat ruang utama yang masing-masing tersusun dari otot-otot yang memiliki ketebalan berbeda-beda serta sistem konduksi jantung yang mengirimkan impuls atau sinyal listrik. Otot-otot jantung bekerja memompa darah secara tidak sadar (involuntary) dan berirama. Bahkan, otot-otot tersebut tetap bekerja keras memompa darah ketika tubuh sedang dalam kondisi istirahat atau tidur.

 

Fungsi dan Cara Kerja Jantung

 

Sebagai bagian dari sistem kardiovaskular (peredaran darah), fungsi jantung adalah memompa darah yang kaya oksigen dan nutrisi, kemudian mengedarkannya ke seluruh tubuh, termasuk sel-sel, organ, dan jaringan tubuh. Namun tak hanya itu, jantung juga berfungsi memompa produk hasil metabolisme tubuh (limbah) dan karbondioksida ke paru-paru untuk melakukan pertukaran dengan oksigen.

 

Dalam menjalankan tugasnya, jantung melibatkan empat ruang utama di dalam mekanisme kerjanya. Keempat ruang jantung tersebut adalah atrium kanan (serambi kanan), atrium kiri (serambi kiri), ventrikel kanan (bilik kanan), dan ventrikel kiri (bilik kiri).

 

Serambi kanan berperan sebagai penerima darah kotor kemudian dialirkan ke bilik kanan. Selanjutnya, bilik kanan akan memompa darah kotor tersebut (darah yang mengandung sedikit oksigen) ke paru-paru untuk melakukan pertukaran gas di alveolus dan mengisi pembuluh darah kapiler dengan darah yang mengandung oksigen. Kemudian, darah yang kaya oksigen tersebut akan dialirkan ke serambi kiri.

 

Setelah melewati serambi kiri, darah akan menuju bilik kiri jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah aorta (pembuluh darah besar arteri). Itulah urutan cara kerja sistem peredaran darah manusia yang berulang setiap harinya. Fungsi ini yang membuat jantung menjadi organ vital dalam tubuh.

 

Mengenal Anatomi Jantung Manusia

 

Setelah mengetahui fungsi jantung dan cara kerjanya, kini saatnya memahami bagian-bagian dalam anatomi jantung. Di mulai dari dinding jantung, berikut adalah penjelasan mengenai anatomi jantung selengkapnya.

 

1. Dinding Jantung

 

Dinding jantung adalah bagian yang tersusun dari otot jantung yang akan berkontraksi dan rileks ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Rongga jantung terbagi menjadi dua, yaitu sisi kiri dan kanan, yang dipisahkan oleh lapisan penyekat dinding jantung (septum). Masing-masing rongga terdiri dari dua kamar jantung (serambi dan bilik).

 

Dinding jantung sendiri memiliki tiga lapisan, yaitu endokardium (lapisan dalam), miokardium (lapisan tengah berotot), dan epikardium (lapisan luar/pelindung). Perlu diketahui bahwa epikardium merupakan bagian dari lapisan perikardium (lapisan selaput atau kantung yang membungkus dan melindungi jantung).

 

2. Ruang Jantung

 

Terdapat empat ruang utama dalam anatomi jantung, yakni serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Serambi jantung berada di bagian atas, sedangkan bilik jantung terletak di bagian bawah jantung. Berikut adalah penjelasan tentang masing-masing fungsinya:

 

  • Serambi kanan: Menerima darah dengan sedikit oksigen dari pembuluh darah vena cava, lalu memompanya ke bilik kanan.
  • Bilik kanan: Memompa darah yang minim oksigen untuk melakukan pertukaran dengan darah kaya oksigen di paru-paru melalui arteri pulmonalis.
  • Serambi kiri: Menampung darah kaya oksigen dari paru-paru sebelum diteruskan ke bilik kiri.
  • Bilik kiri: Mengalirkan darah melalui katup aorta untuk diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah aorta.

 

3. Katup Jantung

 

Anatomi jantung berikutnya adalah katup jantung. Katup ini berfungsi untuk membuka dan menutup pintu di antara ruang jantung agar darah bisa mengalir secara normal. Katup jantung terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

 

  • Katup mitral: Katup terbuka yang menjadi pintu bagi aliran darah yang kaya oksigen dari serambi kiri ke bilik kiri.
  • Katup trikuspid: Katup terbuka yang membantu mengontrol aliran darah dari serambi kanan ke bilik kanan.
  • Katup pulmonalis: Katup tertutup yang membantu mengatur aliran darah dari bilik kanan ke paru-paru melalui pembuluh darah arteri pulmonalis.
  • Katup aorta: Katup tertutup yang mengatur aliran darah yang kaya oksigen dari bilik kiri menuju pembuluh darah aorta untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh.

 

4. Pembuluh Darah

 

Terdapat tiga jenis pembuluh darah dalam anatomi jantung, di antaranya:

 

  • Pembuluh darah arteri: Membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, kecuali arteri pulmonalis yang membawa darah minim oksigen dari bilik kanan jantung menuju ke paru-paru.
  • Pembuluh darah vena: Membawa darah dari seluruh tubuh yang minim oksigen menuju jantung, kecuali vena pulmonalis yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju serambi kiri jantung.
  • Pembuluh darah kapiler: Menjadi penghubung pembuluh darah arteri dan vena selama proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

 

5. Sistem Konduksi Listrik

 

Fungsi sistem konduksi listrik dalam anatomi jantung adalah mengatur ritme dan kecepatan detak jantung. Bagian ini terdiri dari sinoatrial (SA) node (menghasilkan sinyal listrik yang menyebabkan atrium jantung berkontraksi) dan nodus atrioventricular (AV) (menghantarkan sinyal listrik dari atrium menuju ventrikel jantung).

 

Gangguan yang Bisa Terjadi di Jantung

 

Sama seperti organ lainnya, cara kerja jantung akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Namun, penurunan fungsi jantung tersebut bisa semakin cepat atau memburuk apabila seseorang mengalami kelainan bawaan dan menerapkan gaya hidup kurang sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam, kurang menjaga kebersihan, tidak pernah berolahraga, dan lainnya.

 

Apabila cara kerja jantung terganggu, maka beberapa gangguan kesehatan yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

 

 

Cara Mencegah Gangguan pada Jantung

 

Gangguan jantung yang terjadi karena kelainan bawaan memang sulit dihindari. Namun, jika terlahir dengan kondisi jantung sehat, sebaiknya Anda mulai menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah gangguan pada jantung, seperti:

 

  • Menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulut.
  • Istirahat cukup.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Menghindari rokok maupun paparan asap rokok.
  • Memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar.
  • Rutin berolahraga.
  • Menghindari makanan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, misalnya makanan tinggi garam dan lemak.

 

Selain memperbaiki gaya hidup, sebaiknya lakukan pemeriksaan jantung rutin sebagai bentuk deteksi dini adanya masalah pada jantung. Anda dapat menggunakan paket Skrining Jantung di Siloam Hospitals.

 

Perlu diketahui informasi di atas bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Apabila mengalami tanda-tanda atau gejala yang mengarah pada gangguan cara kerja jantung, segera dapatkan konfirmasi diagnosis terkait gejala yang dialami dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait masalah jantung dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Selanjutnya, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online.

 

My Siloam App

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail