Aorta: Anatomi, Fungsi, dan Gangguan yang Bisa Terjadi
Kesehatan Tubuh

Aorta: Anatomi, Fungsi, dan Gangguan yang Bisa Terjadi

13 Juni 2025 5 menit waktu baca
Aorta adalah

Aorta adalah bagian penting dari sistem peredaran darah. Apabila aorta mengalami penyumbatan, penyempitan, pecah, ketidaknormalan struktur, atau penonjolan, maka semua kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah pada jantung dan aliran darah ke seluruh tubuh.

 

Aorta adalah pembuluh darah utama yang memasok darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, sehingga perannya sangat penting untuk fungsionalitas tubuh. Mari ketahui lebih lanjut mengenai fungsi dan anatomi aorta dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Aorta?

 

Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang membawa darah yang mengandung oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Struktur aorta dimulai dari katup aorta yang terletak di antara aorta dan ventrikel kiri jantung, yaitu ruang terakhir yang dilalui darah saat mengalir ke jantung. Sehingga, aorta adalah pembuluh darah yang keluar dari jantung dan berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

 

Di bagian atas katup aorta, terdapat dua cabang kecil yang disebut dengan koroner utama kiri dan koroner utama kanan. Kedua cabang tersebut berperan sebagai pembawa darah ke otot jantung. Dari katup aorta, struktur aorta kemudian bergerak ke atas (ascending aorta), dan membentuk lengkungan busur (lengkung aorta) dan berlanjut memanjang ke bawah (descending aorta) hingga area perut. Pada area yang melengkung, aorta memiliki beberapa cabang ke arteri-arteri yang memasok darah ke organ-organ area kepala, leher, dan tangan.  

 

Fungsi Aorta

 

Aorta adalah pembuluh darah utama yang menghantarkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Selain oksigen, pembuluh darah ini juga mendistribusikan nutrisi dan hormon ke seluruh tubuh. Cabang aorta akan memastikan zat-zat tersebut mencapai seluruh organ dan jaringan pendukung tubuh lainnya. 

 

Fungsi aorta cukup krusial bagi tubuh karena pembuluh darah ini menjadi sumber utama suplai darah dan oksigen dari jantung ke organ tubuh lainnya. Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk selalu menjaga kesehatan pembuluh darahnya guna mencegah komplikasi yang dapat mengancam jiwa seperti perdarahan masif, henti jantung, syok, hingga kematian, dari beberapa gangguan fungsi aorta di bawah ini: :

 

 

Anatomi Aorta

 

Aorta terbagi menjadi beberapa struktur, mulai dari aortic root hingga descending aorta atau aorta bagian bawah. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Aortic root: Bagian aorta yang menempel pada jantung sekaligus menjadi bagian terluas dari aorta.
  • Aortic valve: Katup aorta yang bisa membuka dan menutup untuk melepaskan darah yang kaya oksigen keluar dari jantung.
  • Ascending aorta: Bagian pertama aorta yang keluar dari jantung, letaknya di sebelah kiri garis tengah tubuh setinggi interkosta 3.
  • Aortic arch: Bagian lengkungan aorta yang berada di mediastinum superior dan merupakan bagian penyambung antara ascending aorta dan descending aorta.
  • Descending aorta: Bagian terakhir dari aorta yang memanjang ke bawah dari dada sampai ke area perut.

 

Lapisan Aorta

 

Aorta terdiri dari tiga lapisan jaringan, yaitu lapisan dalam (tunica intima), lapisan tengah (tunica media), dan lapisan luar (tunica adventitia). Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Lapisan Dalam (Tunica Intima)

 

Lapisan ini dilalui oleh darah dan berisi jaringan otot polos, jaringan ikat, dan sel endotel. Sel-sel tersebut memungkinkan darah dalam membawa oksigen dan nutrisi tanpa terserap hingga mencapai organ tujuan.

 

2. Lapisan Tengah (Tunica Media)

 

Lapisan ini terdiri dari jaringan otot polos, elastin, dan kolagen (protein). Struktur tunika media memudahkan aorta dalam mengubah diameter pembuluh darahnya sehingga memungkinkan aorta untuk beradaptasi dalam memenuhi kebutuhan darah dalam tubuh. Apabila tubuh memerlukan lebih banyak darah, aorta akan melebar, dan sebaliknya.

 

3. Lapisan Luar (Tunica Adventitia)

 

Lapisan luar aorta adalah lapisan yang berfungsi untuk menahan aorta tetap berada di tempatnya dan menghubungkan aorta dengan saraf dan jaringan serta organ di sekitarnya.

 

Gangguan yang Terjadi pada Aorta

 

Terdapat beberapa gangguan yang dapat memengaruhi kemampuan aorta dalam menjalankan tugasnya. Sejumlah kondisi tersebut di antaranya:

 

1. Penyakit Katup Aorta

 

Adapun beberapa jenis penyakit katup aorta adalah:

 

  • Regurgitasi aorta (katup jantung bocor): Kondisi ketika daun katup aorta tidak menutup sepenuhnya, sehingga darah mengalir kembali ke dalam jantung.
  • Stenosis aorta: Kondisi ketika katup aorta menjadi kaku dan sempit, sehingga membatasi aliran darah yang keluar menuju bagian tubuh lainnya.
  • Bicuspid aortic valve disease: Kondisi di mana katup aorta hanya memiliki dua daun katup, bukan tiga. Kondisi ini merupakan cacat bawaan saat lahir, namun terkadang tidak menimbulkan gejala hingga dewasa.

 

2. Aneurisma, Diseksi, dan Ruptur

 

Gangguan pada aorta juga bisa dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti aneurisma, diseksi, dan ruptur.

 

  • Aneurisma aorta perut: Balonisasi lapisan aorta, sehingga area terdampak membentuk struktur seperti balon di aorta yang terisi darah dan bersifat rapuh atau mudah pecah. Benjolan menyerupai balon ini muncul di daerah aorta yang melewati perut.
  • Pelebaran akar aorta: Pelebaran akar aorta yang tidak normal.
  • Aneurisma aorta toraks: Balonisasi lapisan aorta yang muncul di area aorta yang melewati dada.
  • Ulkus aorta penetrasi: Penumpukan lemak atau plak yang memecah lapisan tunika intima untuk mencapai tunika media.
  • Diseksi aorta: Robekan pada lapisan dalam aorta, sehingga menyebabkan darah mengalir ke ruang antara lapisan tengah dan dalam aorta.

 

3. Penyakit Jantung Bawaan

 

Beberapa penyakit jantung bawaan yang dapat memengaruhi kerja aorta adalah sebagai berikut:

 

  • Koarktasio aorta: Kondisi ketika aorta menyempit secara abnormal, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Hypoplastic left heart syndrome (HLHS): Anak dengan HLHS memiliki aorta yang terlalu sempit untuk bisa bekerja sebagaimana mestinya.
  • Patent ductus arteriosus (PDA): Pembukaan antara aorta dan arteri pulmonalis yang tidak menutup sendiri setelah lahir. Akibatnya, darah yang kaya oksigen mengalir ke paru-paru.
  • Lengkungan aorta terputus (interrupted aortic arch): Kondisi langka di mana aorta tidak berkembang dengan benar, sehingga mempengaruhi aliran darah yang keluar ke tubuh. Kondisi ini membutuhkan penanganan segera setelah lahir.

 

Itulah penjelasan tentang pembuluh darah aorta yang perlu Anda ketahui. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gangguan pada aorta dapat memengaruhi kesehatan jantung. Itulah sebabnya, kesehatan pembuluh darah ini penting untuk selalu dijaga.

 

Untuk memastikan pembuluh darah dan jantung bekerja dengan baik, Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan paket Skrining Jantung dari Siloam Hospitals. Paket ini telah mencakup pemeriksaan darah umum dan pemeriksaan jantung khusus.


Apabila mengalami keluhan terkait kesehatan jantung, segera buat janji temu melalui fitur Cari Dokter untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat. Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi secara virtual dengan dokter. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail