Mengenal Aneurisma Aorta, Ini Gejala dan Penyebabnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Aneurisma Aorta, Ini Gejala dan Penyebabnya

27 Februari 2026 5 menit waktu baca
Aneurisma Aorta, Bom Waktu yang Kapan Saja Bisa Meledak

Aneurisma aorta adalah penggelembungan atau pembengkakan yang terjadi di pembuluh aorta (pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah dari jantung ke bagian organ vital di dalam tubuh). Pembuluh aorta merupakan pembuluh darah utama yang terbesar di tubuh manusia.

 

Dalam kasus aneurisma, biasanya pembengkakan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Aorta akan membesar secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala awal. Sementara itu, tekanan darah di dalamnya pun akan secara perlahan melemah. Mari simak apa itu aneurisma aorta selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Aneurisma Aorta?

 

Aneurisma aorta adalah gangguan yang ditandai dengan menggelembungnya pembuluh aorta akibat dinding aorta melemah. Apakah penyakit aneurisma aorta berbahaya? Ya, jika pembengkakan terus terjadi dan tidak memperoleh penanganan dengan tepat, pembuluh aorta bisa pecah dan menyebabkan perdarahan hingga kematian.

 

Aneurisma aorta dapat terjadi di beberapa lokasi yaitu bagian aorta dada (aneurisma aorta torakalis) dan bagian aorta perut (aneurisma aorta abdominalis). Beberapa orang dapat mengalami kedua jenis tersebut secara bersamaan dan dapat meningkatkan risiko terjadinya robekan di lapisan dalam dinding aorta.

 

Kondisi ini dapat ditangani jika terdeteksi sejak awal. Namun, sering kali aneurisma aorta dialami oleh pasien berusia lanjut sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama.

 

Gejala Aneurisma Aorta

 

Awal kemunculan aneurisma aorta sering kali tidak bergejala. Inilah yang membuat kondisi tersebut cukup fatal karena biasanya gejala muncul ketika pembengkakan pembuluh darah sudah membesar atau bahkan pecah sehingga penderita sulit atau terlambat untuk diselamatkan.

 

Aneurisma aorta ringan dapat ditemukan hanya jika pasien melakukan tes kesehatan. Namun, jika sudah masuk ke tahap yang lebih berat, biasanya pasien akan mengalami ciri-ciri aneurisma aorta berikut ini:

 

  • Nyeri dada dan punggung.

  • Denyut yang kuat di area perut.

  • Merasa kenyang meski makan dalam porsi kecil.

  • Mual, muntah, dan kepala terasa seperti berputar.

  • Napas pendek dan denyut jantung cepat.

  • Mati rasa, kesemutan, atau sensasi dingin pada tangan atau kaki.

  • Lemas hingga pingsan.

 

Saat pembuluh darah menggelembung biasanya akan terbentuk gumpalan darah. Jika gumpalan darah ini terpecah dan mengalir ke bagian tubuh lain (emboli), kondisi tersebut dapat menghalangi aliran darah ke organ penting seperti paru-paru, hati, ginjal, dan membuatnya berhenti berfungsi.

 

Penyebab Aneurisma Aorta

 

Aneurisma aorta muncul karena dinding aorta melemah. Kelemahan ini bisa terjadi karena bawaan lahir atau bisa juga terjadi saat dewasa karena beberapa kondisi berikut ini:

 

1. Aterosklerosis

 

Aterosklerosis adalah kondisi saat pembuluh arteri rusak atau tersumbat oleh plak kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah dan membuatnya menjadi lemah. Selain menjadi penyebab utama aneurisma aorta, aterosklerosis juga sering kali menyebabkan serangan jantung.

 

2. Tekanan Darah Tinggi

 

Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi dapat memberi tekanan pada dinding aorta. Jika hipertensi dibiarkan dalam waktu yang lama atau tidak memperoleh penanganan dengan tepat, maka tekanan ini bisa memicu penggelembungan dinding pembuluh darah.

 

3. Diabetes

 

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kondisi aterosklerosis muncul lebih awal dan lebih parah. Kondisi tersebut berisiko tinggi merusak pembuluh darah dan membuatnya menjadi lemah serta mudah terserang gangguan penyakit lainnya.

 

4. Nekrosis Medial Kistik

 

Pada kondisi ini terdapat lapisan abnormal yang melemahkan struktur pendukung dinding pembuluh darah dan membuat lapisan medial (tengah) pada pembuluh darah memburuk. Ini biasanya terjadi pada beberapa penyakit keturunan, seperti Sindrom Marfan dan Sindrom Ehlers-Danlos. Nekrosis medial kistik terkadang juga muncul akibat penyakit katup jantung, atau saat hamil.

 

5. Aneurisma Mikotik

 

Aneurisma mikotik terjadi saat ada bakteri yang masuk ke sistem pembuluh darah dan menyerang dinding pembuluh darah. Biasanya bakteri akan masuk melalui area yang terluka atau yang lemah sejak lahir. Meski kini sudah mulai langka, di awal abad 20 yang lalu salah satu penyebab utama kondisi ini adalah penyakit kelamin sifilis yang sudah parah.

 

6. Aneurisma Inflamasi

 

Kondisi inflamasi atau vaskulitis seperti, psoriasis atau rheumatoid arthritis (radang sendi), bisa memicu peradangan di dinding pembuluh darah. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi melemahkan dinding aorta hingga menyebabkan pembengkakan.

 

7. Cedera

 

Cedera yang memengaruhi bagian dada atau perut, misalnya saat kecelakaan kendaraan atau terjatuh dengan keras, dapat merusak bagian dari aorta. Kondisi ini juga diketahui dapat membuat dinding aorta melemah dan lebih mudah mengalami penggelembungan.

 

Cara Mencegah Aneurisma Aorta

 

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat mencegah aneurisma aorta. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga pembuluh darah tetap sehat dan kuat, seperti:

 

  • Menjaga tekanan darah tetap normal.

  • Mengonsumsi makanan rendah lemak dan kolesterol.

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Melakukan tes kesehatan berkala untuk memantau kondisi kesehatan tubuh.

 

Aneurisma aorta adalah kondisi serius yang harus diwaspadai. Namun penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi aneurisma aorta. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi aneurisma aorta pun dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Oleh karena itu, jika memiliki keluhan yang mengarah pada kondisi ini, seperti nyeri pada dada yang menjalar ke punggung, jantung berdetak lebih cepat daripada biasanya, disertai rasa lemas, segera kunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Perlu dipahami bahwa setiap detik sangat berarti dalam menjaga keselamatan jantung. Dalam kondisi tertentu, nyeri dada bisa menjadi tanda gangguan serius pada aorta yang memerlukan penanganan cepat dan fasilitas kardiovaskular lengkap. Oleh karena itu, penting untuk memilih rumah sakit jantung terbaik dengan mempertimbangkan rekam jejak yang terpercaya serta layanan kesehatan yang lengkap. 

 

Siloam Hospitals menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospitals untuk menangani masalah jantung dengan #CepatTepat. Layanan ini dilengkapi dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk kegawatan jantung. Segera kunjungi Siloam Hospitals atau hubungi emergensi 1-500-911.

 

banner cardiac by condition

Dokter Kami
dr-dicky-aligheri-wartono-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp. BTKV (K), PhD, FIHA, FICA

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail