8 Pantangan Makanan Penyakit Jantung Agar Tidak Memperparah Kondisi
Kesehatan Tubuh

8 Pantangan Makanan Penyakit Jantung Agar Tidak Memperparah Kondisi

05 Juni 2025 6 menit waktu baca
7 Pantangan Makanan Penyakit Jantung yang Wajib Diketahui

 

Bagi penderita penyakit jantung, memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari adalah suatu kewajiban. Pasalnya, tidak semua makanan baik untuk kesehatan jantung. Lantas, apa saja pantangan makanan penyakit jantung? Mari kenali beberapa contohnya melalui artikel di bawah ini.

 

Jenis Makanan yang Berbahaya untuk Jantung

 

Berbeda dengan makanan sehat untuk jantung yang mengandung kalori rendah dan membantu menjaga berat badan, daftar makanan berikut ini justru dapat membahayakan kondisi jantung:

 

1. Makanan Asin

 

Konsumsi garam yang terlalu banyak dapat menyebabkan terjadinya retensi cairan, yaitu kondisi ketika tubuh menyimpan cairan berlebih sehingga dapat menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada penderita gagal jantung. Kadar natrium yang berlebihan dalam tubuh juga dapat memperburuk (hipertensi) dan dapat memperparah kondisi gagal jantung yang sudah dialami.

 

Natrium terdapat di hampir semua makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Adapun kadar natrium yang paling tinggi biasanya ditemukan pada makanan olahan (ultra-processed food), makanan kaleng, dan makanan siap saji (junk food). Oleh karena itu, penderita penyakit jantung perlu lebih berhati-hati dan mencoba membatasi konsumsi natrium melalui beberapa cara, seperti:

 

  • Tidak menambahkan garam dapur secara berlebihan ke dalam makanan.

  • Membatasi konsumsi makanan tinggi garam, seperti sarden, ikan asin, makanan kalengan, makanan siap saji, telur asin, sosis, keju, kornet, ebi, udang kering, dan lain-lain.

  • Membumbui makanan dengan rempah-rempah alami, seperti bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, dan lain-lain, untuk menambah cita rasa tanpa menggunakan takaran garam dalam makanannya secara berlebihan.

  • Menghindari penggunaan bumbu-bumbu masakan yang mengandung garam dapur secara berlebihan, seperti kecap, terasi, saus tomat, dan tauco.

  • Menambahkan garam saat makanan sudah disajikan di meja, alih-alih saat sedang dimasak atau direbus untuk mencegah penggunaan garam secara berlebihan.

 

Adapun rekomendasi Kementerian Kesehatan Indonesia untuk kebutuhan natrium harian orang dewasa sehat adalah 2000 mg atau setara dengan satu sendok teh garam per orang per hari. Sementara itu, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2019, angka kecukupan natrium pada orang dewasa sehat berada di antara 1000–1500 mg per orang per hari atau setara dengan setengah sampai tiga per empat sendok teh garam. 

 

Tentunya, rekomendasi jumlah natrium yang dapat dikonsumsi pada masing-masing individu bisa berbeda-beda. Tak hanya itu, rekomendasi takaran natrium juga akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit yang tengah diderita oleh setiap orang.

 

2. Mentega

 

Salah satu pantangan makanan penyakit jantung adalah makanan yang mengandung lemak jenuh. Salah satu jenis makanan ini adalah mentega karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Di sisi lain, penderita dapat menggunakan minyak zaitun atau jenis minyak nabati lainnya karena mereka mengandung lemak tak jenuh sehingga lebih sehat.

 

3. Makanan Tinggi Lemak Jenuh

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebagai catatan, lemak trans merupakan jenis lemak yang berubah menjadi lemak padat selama makanan diproses dalam organ tubuh. 

 

Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Selain mentega, ada juga beberapa jenis makanan kaya lemak jenuh, di antaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit.

  • Gorengan.

  • Makanan cepat saji.

  • Daging tinggi lemak, seperti daging sapi, babi, dan kambing/domba.

  • Es krim.

  • Coklat.

  • Keju.

  • Kue.

  • Biskuit.

 

4. Ultra-Processed Food

 

Ultra-processed food adalah makanan yang telah diubah secara signifikan dari keadaan aslinya. Makanan ini sering kali mengandung banyak zat aditif (zat tambahan), seperti bahan pengawet, pemanis, pengemulsi, serta perasa dan pewarna buatan sehingga bisa disimpan dalam waktu lama. Ultra-processed food memiliki kandungan lemak jenuh, garam, dan gula yang tinggi. Berikut beberapa contohnya:

 

Keripik Kentang

 

Selain tinggi lemak jenuh, keripik kentang juga mengandung tinggi garam. Kedua kandungan ini dapat mendorong kenaikan berat badan dan berpotensi menyebabkan obesitas yang menjadi faktor risiko penyakit jantung. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung, sebaiknya konsumsi camilan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat.

 

Es Krim

 

Es krim merupakan jenis camilan lain yang juga berbahaya untuk penderita penyakit jantung dan berisiko memperparah kondisi tubuh. Ultra-processed food ini mengandung gula, kalori, dan lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. 

 

Menurut studi pada jurnal Nutrition Research and Practice (2023), konsumsi es krim yang merupakan produk dairy (olahan susu) dan tinggi akan lemak jenuh ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardioserebrovaskular pada orang paruh baya dan lanjut usia.

 

Sup Kaleng

 

Meskipun mengandung sayuran, sup kaleng merupakan salah satu pantangan makanan penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kandungan natrium yang terdapat dalam sup kaleng. Konsumsi sup kaleng terlalu sering dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Agar lebih aman, direkomendasikan untuk mengonsumsi sup yang dimasak sendiri dengan bahan-bahan rendah natrium.

 

Selain beberapa ultra-processed food tersebut, beberapa contoh produk olahan lain yang juga perlu diwaspadai adalah:

 

  • Yoghurt yang dimaniskan dan diberi perasa.

  • Sereal dan protein bar.

  • Minuman cola, berenergi, atau berkarbonasi.

  • Kue dan biskuit.

  • Pizza.

  • Pasta.

  • Sosis.

  • Nugget

  • Dan lain-lain.

 

5. Daging Merah

 

Mengonsumsi daging merah secara berlebihan sering kali diasosiasikan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Daging merah, termasuk daging sapi, domba, dan babi diketahui mengandung lemak jenuh yang tinggi dan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. 

 

Berdasarkan hasil riset pada jurnal European Heart Journal (2023), konsumsi daging merah dan daging merah yang sudah diproses berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung, seperti peningkatan profil lipid, obesitas, serta tekanan darah tinggi.

 

6. Daging Olahan

 

Seperti makanan yang diproses lainnya, daging olahan adalah jenis makanan yang berbahaya untuk jantung. Daging olahan, seperti hot dog dan sosis, mengandung garam atau natrium yang tinggi. Sebagian besar daging olahan juga tinggi lemak jenuh yang diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

7. Makanan Tinggi Gula

 

Menurut studi dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology (2020), konsumsi makanan yang tinggi gula berdampak signifikan pada peningkatan kadar trigliserida, body mass index (BMI), lingkar pinggang, dan kadar glukosa puasa. Kemudian, makanan tinggi gula juga berdampak pada penurunan kadar kolesterol baik (HDL). Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

 

8. Makanan Cepat Saji

 

Konsumsi makanan cepat saji, seperti pizza dan fried chicken, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kebanyakan makanan pizza dan fried chicken mengandung tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori. Kandungan dalam makanan cepat saji tersebut sering kali dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, yaitu obesitas dan tekanan darah tinggi.

 

Penelitian dalam jurnal Circulation: Heart Failure (2024) menemukan bahwa individu yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan dikelilingi oleh restoran makanan cepat saji memiliki risiko 10% hingga 16% lebih tinggi terkena gagal jantung daripada mereka yang tinggal di luar area tersebut. 

 

Peningkatan risiko gagal jantung juga cenderung terlihat pada individu yang tinggal di area perkotaan tanpa fasilitas atau ruang terbuka untuk mendukung kegiatan berolahraga atau aktivitas fisik dalam radius 1 km dari alamat tempat tinggal. 

 

Itulah beberapa pantangan makanan penyakit jantung yang perlu dihindari, mulai dari makanan asin hingga makanan cepat saji. Bagi penderita penyakit jantung, mengonsumsi makanan yang disebutkan di atas secara berlebihan dapat memperburuk kondisi.  

 

Perlu diingat bahwa penjelasan yang ada dalam artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan penjelasan maupun saran penanganan dari dokter. Apabila masih ragu dengan makanan apa saja yang aman untuk dikonsumsi penderita penyakit jantung, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dokter akan memastikan setiap pasien menjalani prosedur pemeriksaan dan mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisinya. Selain itu, dokter akan menyesuaikan prosedur pemeriksaan dan perawatan dengan ketersediaan fasilitas di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya mungkin berbeda-beda di satu lokasi dan lainnya.

 

Untuk menjaga kesehatan jantung, Anda bisa memeriksa kondisi jantung secara rutin dengan memesan layanan medical check up Skrining Jantung. Melalui rangkaian pemeriksaan ini, Anda dapat memantau kesehatan jantung dan mendapatkan perawatan sesegera mungkin jika terdeteksi masalah pada jantung.

 

Untuk proses pemesanan yang lebih praktis, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga bisa mengecek jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan manfaatkan berbagai fiturnya untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Sumber

WebMD. Foods That Are Bad for Your Heart. Diakses pada 2024 | Penn Medicine. Avoid These Foods if You Have Heart Failure. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. Heart-Healthy Foods: What to Eat and What to Avoid. Diakses pada 2024 | British Heart Foundation. Ultra-Processed Foods: How Bad Are They for Your Health?. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Effects of High and Low Sugar Diets on Cardiovascular Disease Risk Factors. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Association of milk and dairy product consumption with the incidence of cardio-cerebrovascular disease incidence in middle-aged and older Korean adults: a 16-year follow-up of the Korean Genome and Epidemiology Study. Diakses pada 2024 | Oxford Academic. Red Meat Consumption, Cardiovascular Diseases, and Diabetes: A Systematic Review and Meta-Analysis. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Garam antara Rasa Gurih Makanan atau Gangguan Tekanan Darah. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail