Pola Hidup Sehat
Apa itu Junk Food? Kenali Jenis-Jenis & Bahayanya bagi Tubuh

Table of Contents
Junk food adalah jenis makanan dengan cita rasa gurih namun memiliki kandungan gizi yang rendah. Jika dikonsumsi secara berlebihan, junk food dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan, salah satunya yaitu serangan jantung. Lantas, apa saja jenis makanan yang masuk ke dalam kategori junk food dan seperti apa bahaya junk food bagi kesehatan tubuh? Mari simak informasi lengkapnya dalam pembahasan berikut ini.
Apa itu Junk Food (Makanan Cepat Saji)?
Makanan cepat saji atau dikenal juga sebagai junk food adalah jenis makanan yang mengandung lemak jenuh, gula, dan garam yang tinggi. Karena hal inilah junk food biasanya memiliki cita rasa yang gurih dan dapat membuat seseorang ketagihan untuk mengonsumsinya.
Namun, makanan cepat saji ini justru rendah akan kandungan gizi yang menyehatkan, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral. Hal inilah yang membuat konsumsi junk food secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang bisa memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan serius.
Jenis-Jenis Junk Food
Secara umum, terdapat beberapa jenis makanan yang termasuk ke dalam kategori junk food, di antaranya sebagai berikut.
1. Sereal
Sereal merupakan salah satu jenis makanan olahan yang kerap dikonsumsi sebagai menu sarapan. Meski bahan dasarnya terbuat dari gandum, oat, jagung, atau beras, sereal biasanya telah diolah dan ditambahkan dengan berbagai bahan lainnya, salah satunya adalah gula. Karena mengandung kadar gula yang cenderung tinggi serta rendah serat, sereal bisa dikategorikan sebagai junk food.
2. Gorengan dan Makanan yang Dibakar Terlalu Lama
Salah satu jenis makanan yang termasuk junk food adalah gorengan dan makanan yang dibakar terlalu lama. Makanan yang digoreng di dalam minyak panas dalam jangka waktu lama diketahui memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Sementara itu, makanan yang dibakar terlalu lama dapat memicu proses kimiawi yang menghasilkan zat karsinogenik, yaitu senyawa yang dapat memicu pembentukan sel kanker.
3. Keripik Kentang
Pada dasarnya, kentang merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang kaya akan serat dan karbohidrat kompleks. Namun, kentang yang digoreng dan dijadikan keripik justru mengandung kalori yang tinggi sehingga berisiko menyebabkan obesitas, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan.
Tak hanya itu, keripik kentang maupun kentang goreng juga diketahui mengandung senyawa acrylamides yang bersifat karsinogenik. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, senyawa acrylamides berisiko memicu terjadinya pertumbuhan sel kanker pada tubuh.
4. Roti, Kue, Biskuit, dan Pastry
Roti, kue, biskuit, dan pastry merupakan makanan manis yang terbuat dari tepung terigu dengan tambahan gula, bahan pengawet, serta mentega yang mengandung lemak jenuh. Karena mengandung gula dan lemak jenuh yang tinggi, makanan manis ini juga dikategorikan sebagai junk food.
Bahaya Junk Food untuk Kesehatan Tubuh
Adapun sejumlah bahaya junk food untuk kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan adalah sebagai berikut.
1. Kerusakan Gigi
Mengonsumsi junk food dengan kadar gula yang tinggi diketahui berisiko memicu terjadinya kerusakan gigi. Pasalnya, bakteri di dalam mulut akan berinteraksi dengan sisa-sisa pati dan gula, yang akhirnya menghasilkan senyawa asam dalam jumlah banyak. Senyawa asam inilah yang bisa menghancurkan enamel atau lapisan pelindung gigi sehingga berisiko menyebabkan gigi berlubang.
2. Gangguan Liver
Bahaya konsumsi junk food secara berlebihan berikutnya adalah dapat memicu gangguan liver. Hal ini dikarenakan junk food mengandung asam lemak jenuh yang tinggi sehingga berisiko memengaruhi fungsi hati dan sistem pencernaan. Selain itu, lemak yang menumpuk di dalam hati juga berisiko memicu terjadinya peradangan dan kerusakan jaringan organ tersebut.
3. Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Ginjal
Seperti yang telah dijelaskan, junk food adalah jenis makanan yang mengandung garam atau natrium yang tinggi. Perlu diketahui, konsumsi garam secara berlebihan yang terkandung di dalam junk food dipercaya dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan gangguan ginjal.
4. Obesitas
Karena mengandung kalori dan lemak yang sangat tinggi, konsumsi junk food secara berlebihan juga dapat meningkatkan berat badan secara signifikan. Bahkan, jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, junk food dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas.
5. Diabetes
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes adalah penerapan pola hidup yang tidak sehat, termasuk mengonsumsi junk food secara berlebihan. Sebab, junk food dapat menyebabkan penumpukan lemak dan gula di dalam tubuh sehingga akhirnya membuat sel tubuh tidak dapat merespons kerja hormon insulin dengan baik (resistensi insulin). Kondisi inilah yang mengakibatkan pengendalian kadar gula darah dalam tubuh menjadi tidak optimal.
6. Kanker
Bahaya junk food berikutnya adalah dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Junk food, terutama daging olahan, seperti sosis dan daging asap, mengandung zat karsinogenik yang bisa menyebabkan mutasi genetik sehingga membuat sel-sel tubuh membelah sangat cepat, abnormal, dan tidak terkendali.
7. Serangan Jantung dan Stroke
Gangguan kesehatan yang juga bisa disebabkan karena mengonsumsi junk food adalah serangan jantung dan stroke. Konsumsi junk food secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh.
Kondisi tersebut bisa memicu terjadinya penyumbatan pembuluh darah arteri jantung akibat penumpukan plak kolesterol di dinding pembuluh darah sehingga turut meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung (infark miokard), aterosklerosis, dan stroke.
Junk food adalah salah satu jenis makanan yang asupannya perlu dibatasi dan dihindari guna meminimalkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan serius di masa mendatang. Apabila Anda membutuhkan saran terkait kebutuhan gizi sesuai kondisi kesehatan, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat.
Anda juga bisa memesan paket catering sehat dari Siloam Hospitals. Paket ini mencakup konsultasi dengan ahli gizi, kunjungan perawat, serta gratis biaya pengantaran untuk jarak rumah maksimal 10 km. Pesan paket tersebut dengan lebih mudah melalui aplikasi MySiloam. Lewat aplikasi MySiloam, Anda juga bisa mendapatkan beragam kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan lainnya.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








