Pola Hidup Sehat
Ini 7 Bahaya Mengonsumsi Garam Berlebihan, Waspada!

Table of Contents
Garam merupakan salah satu bumbu dapur yang dapat membuat masakan terasa lebih lezat. Tak hanya itu, garam rupanya juga berkhasiat dalam menjaga keseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Meskipun begitu, konsumsi garam perlu dibatasi. Pasalnya, terdapat beragam bahaya mengonsumsi garam berlebihan yang berdampak buruk bagi tubuh. Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan berikut ini.
Bahaya Mengonsumsi Garam Berlebihan
Batas konsumsi garam untuk orang dewasa yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah tidak lebih dari 2.000 mg/hari. Apabila konsumsi garam melebihi batas yang dianjurkan, hal tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai macam masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi, kejang otot, hingga penyakit jantung.
1. Dehidrasi
Bahaya mengonsumsi garam berlebihan yang pertama adalah memicu kondisi dehidrasi. Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan asupan cairan.
Garam mengandung senyawa natrium yang dapat menarik serta menahan air di dalam tubuh. Kadar garam yang terlalu tinggi membuat tubuh memerlukan lebih banyak cairan untuk membersihkan jaringan dan sel-sel di dalamnya. Bila kebutuhan cairan tidak tercukupi, kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi.
2. Meningkatkan Risiko Hipertensi dan Penyakit Jantung
Salah satu akibat mengonsumsi garam berlebihan yakni meningkatkan risiko hipertensi. Hal ini dikarenakan kandungan natrium pada garam dapat menarik cairan masuk ke pembuluh darah sehingga meningkatkan volume darah di dalam tubuh yang kemudian menyebabkan tekanan berlebih pada pembuluh darah.
Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi tersebut akan memaksa jantung untuk bekerja ekstra dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini pun dapat memicu terjadinya penyakit jantung.
3. Memicu Demensia Vaskular
Demensia vaskular merupakan kondisi medis berupa penurunan fungsi kognitif yang dipicu oleh gangguan aliran darah ke otak. Ada berbagai macam faktor yang bisa meningkatkan risiko demensia vaskular, salah satunya adalah konsumsi garam berlebih.
Seperti yang telah diulas sebelumnya, kadar garam yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat menarik cairan lebih banyak ke pembuluh darah. Kondisi tersebut menyebabkan jantung perlu bekerja ekstra untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Apabila terdapat plak atau kerusakan pada pembuluh darah, plak tersebut dapat terbawa oleh aliran darah menuju ke pembuluh darah yang lebih halus dan berisiko menyebabkan aliran darah tersumbat, termasuk aliran darah menuju otak yang dapat memicu terjadinya stroke.
4. Mengganggu Fungsi Ginjal
Kebanyakan garam menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal. Hal ini terjadi karena kadar garam yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan proses pembuangan protein melalui urine. Akibatnya, ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyaring protein dan menghasilkan urine.
Penurunan fungsi ginjal yang terjadi dalam waktu lama bisa menyebabkan edema atau penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh, seperti tangan, lengan, dan pergelangan kaki.
5. Meningkatkan Risiko Kanker Lambung
Sejumlah studi menunjukkan bahwa bahaya mengonsumsi garam berlebihan turut meningkatkan risiko kanker lambung. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancers (Basel) menyebutkan bahwa asupan garam berlebih dapat menyebabkan peradangan di dalam saluran cerna. Kondisi ini bisa memicu terjadinya pertumbuhan sel kanker pada lambung terutama pada orang yang terinfeksi bakteri Helicobacter pylori.
6. Penipisan Massa Tulang
Konsumsi garam berlebih diketahui dapat memicu terjadinya hiperkalsiuria, yaitu kondisi berupa adanya pembuangan kalsium berlebih melalui urine. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh kekurangan kalsium yang dibutuhkan dalam proses pembentukan tulang. Akibatnya, penipisan massa tulang pun dapat terjadi.
Bila terjadi dalam jangka waktu lama, hiperkalsiuria tidak hanya menyebabkan penipisan massa tulang, namun juga meningkatkan risiko osteoporosis.
7. Kejang Otot
Kalium dan natrium merupakan dua senyawa yang berfungsi dalam mengontrol kontraksi otot. Namun, jika kadar natrium di dalam tubuh terlalu tinggi, kondisi tersebut bisa mengakibatkan nyeri hingga kejang otot. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa mengonsumsi garam berlebihan itu tidak baik.
Tips Membatasi Asupan Garam
Setelah mengenal bahaya mengonsumsi garam berlebihan, ada baiknya apabila Anda mulai membatasi atau mengonsumsi bumbu dapur ini sesuai takaran. Berikut sejumlah tips membatasi asupan garam yang bisa Anda terapkan sehari-hari.
- Konsumsi sayur dan buah untuk membantu memenuhi asupan natrium secara alami.
- Gunakan bumbu dapur selain garam untuk menambah cita rasa makanan, seperti bawang putih, lada, atau perasan jeruk nipis.
- Perhatikan kadar natrium dalam label fakta gizi (nutrition facts) jika ingin mengonsumsi makanan kemasan.
Anda juga bisa memanfaatkan layanan telekonsultasi pada aplikasi MySiloam untuk membantu Anda mengenali tanda tubuh kelebihan garam dan mendiskusikan takaran atau jumlah asupan nutrisi untuk tubuh yang tepat. Layanan ini memungkinkan Anda untuk berdiskusi dengan dokter secara online di mana pun Anda berada.
Anda juga bisa memesan paket Healthy Catering Homecare untuk mendapatkan asupan nutrisi yang tepat dengan mengonsumsi makanan bergizi. Paket katering ini dapat dipesan dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur yang terdapat pada aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








