HDL (High-Density Lipoprotein), Berapa Kadar Normalnya?
Kesehatan Tubuh

HDL (High-Density Lipoprotein), Berapa Kadar Normalnya?

02 Mei 2025 4 menit waktu baca
hdl adalah

 

HDL atau high-density lipoprotein adalah jenis kolesterol yang dapat membantu membuang kelebihan kolesterol lain dengan mengembalikannya ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu, HDL dikenal sebagai kolesterol baik dan berlawanan dengan LDL (low-density lipoprotein) yang merupakan kolesterol jahat. Untuk mengetahui seberapa banyak kadar HDL yang normal dalam tubuh, simak ulasan di bawah ini.

 

Apa itu HDL (High-Density Lipoprotein)?

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, HDL atau High Density Lipoprotein merupakan salah satu tipe kolesterol yang disebut dengan “kolesterol baik”. Hal ini dikarenakan fungsinya, yaitu membersihkan kelebihan kolesterol yang berbahaya di dalam darah dan membawanya kembali ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh. 

 

Sebenarnya, kolesterol merupakan lemak esensial yang dapat membantu memberikan stabilitas sel-sel tubuh. Agar penyebaran kolesterol dapat terlaksana dengan tepat, lipoprotein membantu mengangkut kolesterol ke sel-sel tubuh yang membutuhkan.

 

Apabila tingkat kolesterol terlalu tinggi atau berlebihan dalam tubuh, HDL dapat membantu menyalurkan kelebihan tersebut dari aliran darah kembali ke hati. Kolesterol akan dipecah di dalam hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui feses.

 

Menyingkirkan kolesterol berlebih dalam tubuh dapat membantu mengurangi penumpukan plak di dinding pembuluh darah arteri yang dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis). Jika terus berlanjut, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Selain itu, HDL juga dapat membantu mengurangi peradangan dan oksidan guna menjaga sel-sel tubuh tetap kuat dan mencegah pembekuan darah.

 

Perbedaan HDL dan LDL

 

HDL berbeda dengan LDL (low density lipoprotein) dalam menjalankan perannya. Sebagai kolesterol baik, HDL membawa kolesterol ke hati untuk dipecah dan dikeluarkan dari tubuh. Sebaliknya, LDL mengangkut kolesterol langsung ke pembuluh darah arteri sehingga dapat berisiko menghambat aliran darah dan meningkatkan penumpukan plak di dinding pembuluh darah yang berbahaya bagi kesehatan jantung.

 

Kadar HDL Normal

 

Setiap individu membutuhkan kadar HDL yang disesuaikan dengan jenis kelaminnya. Pada seluruh kelompok usia, tingkat HDL yang tinggi dapat berpotensi lebih untuk menurunkan risiko penyakit jantung. HDL 60 mg/dL atau lebih tinggi dapat berfungsi untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Menurut P2PTM Kementerian Kesehatan RI, kisaran kadar HDL (kolesterol baik) adalah sebagai berikut:

 

  • Tinggi: 60 mg/dl dan lebih tinggi.

  • Rendah: Kurang dari 40 mg/dl (pria) dan 50 mg/dl (wanita).

 

Penyebab Kadar HDL Rendah

 

Kadar HDL dalam tubuh yang rendah mungkin dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penyakit yang diderita, efek samping obat-obatan tertentu, dan gaya hidup. Berikut penjabarannya:

 

  • Kelebihan berat badan (overweight) yang ditandai dengan body mass index (BMI) di atas 25 atau obesitas yang ditandai dengan BMI di atas 30.

  • Kekurangan ApoA1 (Apolipoprotein A1).

  • Sindrom metabolik.

  • Penyakit Tangier, yaitu kondisi genetik yang menyebabkan kadar HDL rendah.

  • Familial combined hyperlipidemia yang diturunkan lewat genetik, menyebabkan kadar kolesterol HDL terlalu rendah dan kadar kolesterol LDL terlalu tinggi.

  • Resistensi insulin akibat kelebihan lemak dalam tubuh sehingga mempersulit insulin dalam tubuh untuk mengelola gula darah dengan baik.

  • Kebiasaan merokok atau menggunakan tembakau. Nikotin dalam tembakau dapat menurunkan kadar HDL.

  • Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat beta blocker, beberapa obat diuretik, dan obat hormon tertentu.

 

Secara umum, beberapa perubahan gaya hidup bisa membantu meningkatkan kadar HDL, seperti:

 

  • Mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung.

  • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh.

  • Rutin berolahraga.

  • Menghindari penggunaan tembakau, baik dalam bentuk rokok maupun vape.

  • Menjaga berat badan ideal.

 

Kadar HDL Terlalu Tinggi (Abnormal)

 

Walaupun HDL merupakan jenis kolesterol baik yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, kadar HDL yang terlalu tinggi dan abnormal (biasanya melebihi 80 mg/dL) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang lebih tinggi karena percepatan proses aterosklerosis dibandingkan orang dengan kadar HDL normal. 

 

Salah satu penyebabnya adalah beberapa mutasi genetik yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak HDL atau mengalami kesulitan dalam membuangnya. Contohnya yaitu mutasi gen CETP yang dapat menyebabkan kadar HDL meningkat hingga 150 mg/dL atau lebih tinggi. Adapun penyebab kadar HDL tinggi lainnya adalah:

 

 

Kadar HDL yang normal dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Perlu dicatat bahwa kadar HDL yang rendah tidak selalu menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, jika Anda merasakan jantung berdebar yang disertai dengan nyeri dada, sesak napas, dan lain-lain, segera konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Perlu diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis atau saran perawatan dari dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi medis setiap pasien. Pemeriksaan dan penanganan pun akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit.

 

Jika ingin mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh secara lengkap, Anda bisa memesan Paket Cek Kolesterol melalui aplikasi MySiloam. Paket ini sudah termasuk tes HDL, LDL, trigliserida, dan kolesterol secara total. Melalui aplikasi ini, Anda juga bisa menggunakan fitur membuat janji temu dengan dokter. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan fitur-fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. HDL Cholesterol. Diakses pada 2024 | Healthline. All About HDL Cholesterol. Diakses pada 2024 | WebMD. HDL: The Good Cholesterol. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail