Kesehatan Tubuh
Apa itu Sindrom Metabolik? Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Table of Contents
Sindrom metabolik adalah kondisi di mana seseorang mengalami sekelompok masalah kesehatan secara bersamaan. Sindrom ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan serangan jantung.
Seseorang dikatakan terkena sindrom metabolik apabila mengalami setidaknya tiga masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan dislipidemia (seperti rendahnya HDL (kolesterol baik) dan tingginya trigliserida atau LDL). Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sindrom metabolik, simak artikel berikut ini.
Apa itu Sindrom Metabolik?
Apa yang dimaksud dengan Sindrom metabolik? Metabolic syndrome atau sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes pada seseorang. Contohnya kadar gula darah dan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar kolesterol, serta lemak berlebihan di sekitar pinggang. Suatu penyakit dikatakan sindrom metabolik bila terdapat setidaknya tiga dari kondisi di atas.
Apabila hanya mengalami salah satu dari kondisi tersebut, maka belum bisa dikatakan bahwa Anda terkena sindrom metabolik. Namun tetap saja, salah satu dari kondisi itu dapat meningkatkan risiko penyakit serius. Sindrom metabolik sering dialami oleh orang-orang berusia lanjut. Meski begitu, baik anak-anak ataupun orang berusia muda tetap perlu mewaspadai sindrom metabolik.
Penyebab Sindrom Metabolik
Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab sindrom metabolik. Tetapi, diketahui bahwa sindrom ini erat kaitannya dengan kondisi resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh organ pankreas dan fungsinya membantu tubuh memetabolisme gula dari makanan.
Resistensi insulin membuat sel-sel dalam tubuh tidak merespon secara normal terhadap insulin, sehingga glukosa tidak dapat termetabolisme dengan baik dan menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat. Hal ini dapat memicu penyakit diabetes.
Selain resistensi insulin, sindrom metabolik juga berkaitan dengan kondisi seperti kelebihan berat badan (obesitas) serta kurangnya aktivitas fisik. Adapun beberapa gaya hidup kurang sehat yang berpotensi memicu sindrom metabolik adalah sebagai berikut:
- Jarang berolahraga
- Stres berkepanjangan
- Merokok atau sering terpapar asap rokok
- Terlalu banyak mengonsumsi makanan rendah serat serta tinggi karbohidrat dan lemak
Faktor Risiko Sindrom Metabolik
Beberapa faktor yang dapat membuat Anda lebih rentan mengalami sindrom metabolik adalah sebagai berikut:
- Diabetes, baik terjadi saat kehamilan (diabetes gestasional) atau riwayat keluarga dengan diabetes.
- Faktor usia, sindrom ini sering dialami oleh seseorang yang berusia 60 tahun ke atas.
- Pernah mengalami masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung atau PCOS (sindrom ovarium polikistik).
Beberapa faktor tersebut dapat meningkatkan risiko Anda terkena sindrom metabolik. Meski begitu, sindrom ini dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali bagi Anda yang tidak memiliki salah satu dari risiko-risiko di atas.
Gejala Sindrom Metabolik
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang berbeda-beda tetapi dalam kurun waktu bersamaan. Oleh sebab itu, gejala sindrom simbolik bergantung pada kondisi yang dialami.
Dalam artian, jika Anda mengalami salah satu kondisi seperti gula darah tinggi, maka Anda akan merasakan beberapa gejala layaknya penderita diabetes. Di antaranya yaitu sering buang air kecil, mudah merasa lapar, serta sering merasa lemas.
Perlu Anda ketahui bahwa umumnya gejala kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau gula darah tinggi muncul secara perlahan, sehingga sulit untuk dideteksi dengan dini. Oleh karenanya, Anda disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan tes darah atau pengecekan tekanan darah.
Pengobatan Sindrom Metabolik
Pengobatan sindrom metabolik disesuaikan dengan kondisi yang dikeluhkan pasien. Apabila pasien mengalami peningkatan kadar kolesterol, maka dokter mungkin akan meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin.
Jenis obat tersebut biasanya diberikan kepada pasien dengan riwayat penyakit diabetes, penyakit jantung, atau memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah. Dokter juga akan memberikan obat yang dapat menurunkan risiko serangan jantung, penggumpalan darah, serta tekanan darah tinggi.
Adapun beberapa pengobatan di rumah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sindrom metabolik adalah sebagai berikut:
- Membatasi konsumsi garam.
- Menjaga berat badan ideal dengan melakukan diet sehat.
- Rutin berolahraga ringan setiap hari, seperti jalan kaki. Lakukan setidaknya 30 menit per hari.
- Memulai gaya hidup sehat dengan mengubah pola makan untuk menurunkan kolesterol.
- Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh.
Pada dasarnya sindrom metabolik dapat dihindari bila Anda rutin melakukan pemeriksaan (check up) untuk memantau kesehatan Anda.
Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna melakukan medical check up secara berkala. Kami menyediakan beragam paket medical check up yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.
Segera buat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals dengan menghubungi call center di 1-500-181 atau melalui fitur aplikasi MySiloam.
Unduh aplikasinya sekarang dan manfaatkan berbagai fitur yang akan membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan kesehatan Anda!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







