Sindrom Koroner Akut, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Sindrom Koroner Akut, Kenali Penyebab dan Gejalanya

10 Februari 2026 6 menit waktu baca
mengenal sindrom koroner akut

Sindrom koroner akut adalah kondisi darurat medis ketika aliran darah ke otot jantung tiba-tiba berkurang atau terhenti. Gangguan aliran darah ini dapat merusak jaringan jantung dan sering kali menjadi pemicu utama serangan jantung.

 

Sayangnya, gejala sindrom koroner akut seperti nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, atau dada terasa tidak nyaman sering kali diabaikan. Padahal jika dikenali lebih awal, penanganan bisa dilakukan secepat mungkin sehingga risiko komplikasi serius dan kematian dapat diminimalkan. Mari simak informasi selengkapnya mengenai sindrom koroner akut melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Sindrom Koroner Akut?

 

Sindrom koroner akut adalah istilah medis yang mencakup beberapa kondisi serius pada jantung, termasuk angina tidak stabil dan serangan jantung (infark miokard). Semua kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah koroner, yaitu pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen ke otot jantung. 

 

Secara klinis, sindrom koroner akut meliputi beberapa kondisi berikut:

 

  • Angina tidak stabil (unstable angina). Angina tidak stabil terjadi ketika aliran darah ke jantung menurun, tetapi belum menyebabkan kematian sel jantung. Walaupun tidak menimbulkan serangan jantung, angina tidak stabil dianggap kondisi darurat karena dapat berkembang menjadi serangan jantung dalam waktu singkat.

  • Serangan jantung (infark miokard). Ketika aliran darah ke jantung berkurang, otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Jika kondisi ini berlangsung cukup lama dan menyebabkan kerusakan atau kematian sel otot jantung, maka terjadilah serangan jantung.

 

Apabila tidak segera ditangani, sindrom koroner akut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, gagal jantung, gangguan irama jantung (aritmia) berbahaya, bahkan kematian mendadak. Oleh karena itu, pasien membutuhkan penanganan medis secepat mungkin untuk membuka kembali pembuluh darah dan mencegah kerusakan jantung semakin parah.

 

Penyebab Sindrom Koroner Akut

 

Penyebab utama sindrom koroner akut adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak lemak pada dinding pembuluh darah yang bertugas menyuplai darah ke otot jantung. Plak tersebut bersifat dinamis dan dapat mengalami ruptur (pecah). 

 

Ketika ruptur terjadi, sistem tubuh akan merespons secara protektif yang kemudian memicu terbentuknya bekuan darah (trombus) di area tersebut. Trombus ini dapat menghambat aliran darah ke jantung karena otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen (iskemia).

 

Jika kondisi iskemia tidak segera ditangani dan berlangsung cukup lama, sel-sel otot jantung akan mengalami kerusakan permanen. Proses inilah yang mendasari terjadinya serangan jantung.

 

Faktor Risiko Sindrom Koroner Akut

 

Faktor risiko sindrom koroner akut pada dasarnya sama dengan faktor risiko penyakit jantung koroner. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya antara lain:

  • Usia yang semakin bertambah.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Kadar kolesterol darah yang tinggi.

  • Kebiasaan merokok atau penggunaan produk tembakau.

  • Kurangnya aktivitas fisik.

  • Pola makan yang tidak sehat.

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Diabetes.

  • Riwayat pribadi atau keluarga dengan angina (nyeri dada), serangan jantung, atau stroke.

  • Riwayat tekanan darah tinggi, preeklamsia, atau diabetes saat kehamilan.

 

Hal ini didukung oleh penelitian dalam Journal of Language and Health (2025) yang menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi (hipertensi), kebiasaan merokok, diabetes melitus, gangguan kadar lemak darah (dislipidemia), dan obesitas merupakan faktor risiko utama yang paling sering berhubungan dengan terjadinya sindrom koroner akut (artery coronary syndrome/ACS).

 

Gejala Sindrom Koroner Akut

 

Gejala sindrom koroner akut biasanya muncul secara tiba-tiba tanpa tanda peringatan, bahkan saat penderitanya sedang beristirahat. Gejala utama yang bisa dirasakan antara lain:

 

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, yang dapat terasa seperti pegal, panas, tertekan, atau sesak.

  • Nyeri yang menjalar ke bahu, lengan, leher, punggung, atau rahang.

  • Sesak napas.

 

Pada beberapa kasus, sindrom koroner akut juga dapat disertai gejala penyerta, seperti:

 

  • Keringat dingin berlebihan yang muncul mendadak.

  • Pusing atau sampai kehilangan kesadaran.

  • Tubuh terasa sangat lelah atau tidak bertenaga.

  • Detak jantung terasa cepat atau berdebar keras.

  • Keluhan pencernaan, seperti nyeri ulu hati, rasa penuh, mual, atau rasa tidak nyaman di perut.

 

Jangan tunda untuk ke IGD terdekat jika merasakan sejumlah gejala berikut ini:

 

  • Nyeri dada hebat yang berlangsung lebih dari 5 menit dan tidak membaik.

  • Nyeri dada menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung.

  • Sesak napas berat.

  • Keringat dingin disertai pusing.

  • Hilang kesadaran.

 

Diagnosis Sindrom Koroner Akut

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter terlebih dahulu akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala, riwayat kesehatan pasien beserta keluarga, dan faktor risiko (misalnya diabetes, hipertensi, atau riwayat merokok).

 

Kemudian, dokter akan melanjutkannya dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang jantung jika diperlukan. Pemeriksaan ini berguna untuk memastikan apakah keluhan mengarah pada serangan jantung atau angina tidak stabil. Adapun pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Elektrokardiogram (EKG): Untuk melihat aktivitas listrik, irama jantung, serta tanda-tanda serangan jantung.

  • Tes darah: Untuk mendeteksi penanda kerusakan otot jantung, terutama troponin, yang meningkat saat terjadi kerusakan otot jantung.

  • Angiografi koroner: Pemeriksaan dengan kontras untuk mengetahui adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Pada prosedur ini, tindakan medis seperti pemasangan stent dapat langsung dilakukan bila diperlukan.

  • Ekokardiografi: Pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik untuk menilai fungsi pompa jantung, gerakan dinding jantung, dan aliran darah di dalam jantung.

  • Pemeriksaan pencitraan jantung (seperti CT angiografi atau perfusi miokard): Untuk membantu melihat adanya plak, sumbatan, dan aliran darah pada pembuluh darah jantung.

  • Exercise stress test: Tes ini dilakukan bila kondisi sudah stabil guna menilai kinerja jantung saat beraktivitas atau olahraga.

 

Pengobatan Sindrom Koroner Akut

 

Penanganan sindrom koroner akut harus dilakukan secepat mungkin. Semakin lama pembuluh darah jantung tersumbat, semakin besar risiko kerusakan otot jantung atau kematian. Tujuan utama pengobatan adalah membuka kembali pembuluh darah koroner agar aliran darah ke jantung membaik, serta mencegah komplikasi, seperti gangguan irama jantung atau gagal jantung.

 

Intervensi medis:

 

Berikut tindakan medis utama untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat:

 

  • Intervensi koroner perkutan (PCI): Dikenal sebagai pemasangan ring jantung, ini adalah prosedur minimal invasif menggunakan kateter dan balon untuk melebarkan penyumbatan, yang dapat disertai pemasangan stent. Prosedur ini diakses melalui pergelangan tangan atau lipat paha.

  • Terapi fibrinolitik: Pemberian obat pelarut bekuan darah secara intravena. Metode ini umumnya dilakukan jika PCI tidak dapat segera dilakukan, terutama pada fase awal serangan.

  • Operasi bypass jantung (CABG): Prosedur bedah jantung terbuka dengan membuat jalur baru menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain. CABG biasanya direkomendasikan pada kasus penyumbatan yang kompleks.

 

Terapi farmakologis (obat-obatan):

 

Obat diberikan untuk memulihkan aliran darah, mengurangi beban jantung, dan mencegah kejadian berulang. Obat-obatan yang mungkin diberikan antara lain:

 

  • Antiplatelet atau antikoagulan, untuk mengurangi bekuan darah.

  • Nitrogliserin, untuk melebarkan pembuluh darah agar aliran darah meningkat.

  • Statin, untuk menurunkan kadar kolesterol dan stabilisasi plak.

  • Beta blocker, untuk menurunkan beban kerja jantung dan tekanan darah.

  • ACE inhibitor, untuk membantu menurunkan tekanan darah dan melindungi fungsi jantung.

 

Sebagai informasi, tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi sindrom koroner akut. Dengan kata lain, gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Penanganan penyakit jantung harus dilakukan secara cepat dan tepat karena setiap detik sangat berharga dalam mencegah kerusakan organ yang lebih luas. Karenanya, dalam memilih rumah sakit jantung terbaik, penting bagi pasien dan keluarga untuk mempertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.


Siloam International Hospitals juga memiliki layanan Chest Pain Ready Hospitals yang membantu Anda mendapatkan penanganan penyakit jantung secara cepat dan tepat dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk menangani kegawatan jantung. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat atau hubungi emergensi 1-500-911 untuk pelayanan #CepatTepat.

 

banner artikel cardiac by age

Sumber

Journal of Language and Health. Risk Factor Acute Coronary Syndrome (Acs): A Systematic Review. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Acute Coronary Syndrome. Diakses pada 2026 | StatPearls. Acute Coronary Syndrome. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Acute Coronary Syndrome. Diakses pada 2026 | Medscape. Acute Coronary Syndrome. Diakses pada 2026 | American Heart Association. Acute Coronary Syndrome. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail