Unstable Angina Pectoris, Kenali Gejalanya!
Kesehatan Tubuh

Unstable Angina Pectoris, Kenali Gejalanya!

30 Juni 2025 4 menit waktu baca
Unstable Angina Pectoris

 

Nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba yang terasa seperti ditekan atau terbakar bisa jadi bukan hanya sekadar kelelahan biasa. Kondisi ini bisa mengarah pada unstable angina pectoris, yaitu salah satu bentuk angina yang tergolong serius dan berpotensi menjadi pertanda awal serangan jantung. Agar lebih waspada, mari pahami informasi lebih lanjut mengenai unstable angina pectoris melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Unstable Angina Pectoris (UAP)?

 

Unstable angina pectoris atau angina pektoris tidak stabil (APTS) adalah jenis nyeri dada yang disebabkan oleh aliran darah yang kaya oksigen ke jantung yang tidak mencukupi. Kondisi ini tergolong dalam bagian sindrom koroner akut (acute coronary syndrome) yang bisa berkembang menjadi kondisi jantung yang lebih serius, seperti serangan jantung (infark miokard).

 

Kondisi ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan sebagian pada satu atau lebih arteri (arteri koroner) yang memberi nutrisi dan oksigen ke jantung yang dapat disebabkan oleh plak atau gumpalan darah. Penyumbatan di arteri koroner ini dapat menyebabkan jantung tidak memperoleh cukup darah. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan otot jantung permanen yang memicu serangan jantung.

 

Unstable angina pectoris adalah suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera mendapatkan bantuan medis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Bahkan, dalam kondisi yang jarang terjadi, jantung bisa berhenti berdetak. Hal ini bisa berakibat fatal, seperti kematian.

 

Penyebab Unstable Angina Pectoris

 

Penyebab utama unstable angina pectoris adalah penyakit arteri koroner. Penyakit arteri koroner merupakan kondisi ketika arteri koroner menyempit karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol dan lemak di dalam arteri). Aterosklerosis memungkinkan lebih sedikit darah yang mengalir ke otot jantung sehingga menyebabkan UAP.

 

Selain itu, kejang arteri koroner juga dapat menyebabkan jenis unstable angina pectoris yang langka. Kondisi ini disebut juga sebagai angina varian atau Prinzmetal. Sebagai catatan, UAP lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, atau orang-orang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit arteri koroner. Adapun beberapa faktor risiko AUP lainnya adalah:

 

  • Obesitas.

  • Menderita diabetes.

  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi). 

  • Kolesterol tinggi.

  • Merokok.

  • Riwayat penyakit keluarga dengan penyakit jantung koroner.

 

Gejala Unstable Angina Pectoris

 

Serangan UAP dapat berlangsung selama 20 menit atau lebih. Keluhan pasien dengan IM dapat berupa nyeri dada yang khas (angina pikal) atau gejala lain yang menyerupai nyeri dada (angina atipikal). Secara umum, beberapa gejala unstable angina pectoris adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri atau rasa tertekan/berat daerah retrosternal (belakang dada), menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, bahu, atau epigastrium (ulu hati).

  • Keluhan ini berlangsung intermiten (beberapa menit) atau persisten (>20 menit).

  • Keluhan sering disertai keluhan penyerta seperti diaforesis (keringat berlebih), mual/muntah, nyeri abdominal, sesak napas, dan sinkop (pingsan).

  • Nyeri dada menyerang bahkan ketika tidak sedang beraktivitas.

  • Nyeri dada yang tidak membaik setelah beristirahat atau minum obat.

 

Diagnosis Unstable Angina Pectoris

 

Sebelum menegakkan diagnosis unstable angina pectoris, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Elektrokardiogram (EKG).

  • Pemeriksaan darah, seperti pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, ureum, kreatinin, gula darah sewaktu, SGOT, SGPT, enzim CKMB, dan troponin.

  • Ekokardiogram.

  • Rontgen thorax.

  • Stress test.

  • Angiogram koroner.

 

Kriteria diagnosis dari unstable angina pectoris adalah sebagai berikut:

  • Memenuhi kriteria anamnesis.

  • Pemeriksaan EKG:

    • Tidak ada elevasi segmen ST.

    • Ada perubahan segmen ST atau gelombang T.

  • Terdapat peningkatan abnormal enzim CKMB dan/atau troponin.

Adapun beberapa hal yang dipertimbangkan dokter dapat menegakkan diagnosis unstable angina pectoris adalah sebagai berikut:

 

  • Gejala dimulai dalam dua bulan terakhir.

  • Gejala semakin memburuk.

  • Gejala terjadi ketika pasien tidak sedang beraktivitas.

 

Komplikasi Unstable Angina Pectoris

 

Apabila tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat, beberapa komplikasi yang bisa disebabkan oleh unstable angina pectoris adalah sebagai berikut:

 

 

Pengobatan Unstable Angina Pectoris

 

Perawatan unstable angina pectoris perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah serangan jantung. Pada kondisi ini, penderita memerlukan perawatan medis di rumah sakit. Untuk mengobati UAP, dokter biasanya meresepkan beberapa jenis obat berikut ini:

 

  • Nitrogliserin: Untuk meredakan nyeri dada dan meningkatkan aliran darah.

  • Pengencer darah: Untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah darah, seperti aspirin.

  • Beta-blocker: Untuk mengurangi beban kerja jantung.

  • Obat penurun kolesterol.

  • Obat penurun hipertensi.

  • Obat untuk membantu mengatur irama jantung.

 

Selain memberikan obat-obatan, dokter juga dapat melakukan prosedur untuk memperlebar arteri koroner atau mengalihkan rute darah ke pembuluh di sekitar penyumbatan. Adapun jenis prosedur yang biasanya dilakukan adalah sebagai berikut:

 

 

Risiko Komplikasi Unstable Angina Pectoris

 

Setiap prosedur medis memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Namun, jika dokter menyarankan prosedur tersebut, maka dinilai manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan dengan risikonya. Pada kasus yang jarang terjadi, prosedur pengobatan untuk UAP dapat memicu komplikasi, seperti:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Irama jantung yang tidak normal.

  • Serangan jantung.

  • Stroke.

  • Perlunya prosedur lain.

 

Apabila pasien mengalami kondisi yang tidak biasa atau kekhawatiran setelah menjalani pengobatan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Pasien tidak dianjurkan untuk menghentikan pengobatan secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter.

 

Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi unstable angina pectoris. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Akan lebih baik apabila Anda juga melakukan pemeriksaan jantung secara rutin sebagai langkah deteksi dini adanya penyakit jantung menggunakan paket Skrining Jantung dari Siloam Hospitals yang bisa dipesan melalui aplikasi MySiloam.

Sumber

StatPearls [Internet]. Unstable Angina. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Unstable Angina. Diakses pada 2025 | American Heart Association. Unstable Angina. Diakses pada 2025 | PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) DAN CLINICAL PATHWAY (CP) PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH. PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KARDIOVASKULAR INDONESIA. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail