Mengenal Angiografi Koroner, Ini Manfaat dan Risikonya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Angiografi Koroner, Ini Manfaat dan Risikonya

14 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal angiografi koroner

Angiografi koroner adalah prosedur yang digunakan untuk melihat kondisi pembuluh darah jantung secara detail. Melalui teknik pencitraan dengan bantuan zat kontras dan sinar-X, pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk menilai ada tidaknya penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner.

 

Informasi yang diperoleh dari angiografi koroner sangat penting dalam menentukan diagnosis, menilai tingkat keparahan penyakit jantung koroner, serta merencanakan langkah penanganan yang tepat, baik berupa pengobatan, pemasangan stent, maupun tindakan lain. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai angiografi koroner di bawah ini.

 

Apa Itu Angiografi Koroner?

 

Angiografi koroner adalah prosedur medis yang menggunakan sinar-X untuk melihat kondisi pembuluh darah jantung (arteri koroner). Pemeriksaan ini termasuk dalam kelompok tindakan kateterisasi jantung, yaitu prosedur memasukkan selang tipis dan lentur (kateter) melalui pembuluh darah di selangkangan atau lengan menuju jantung. 

 

Angiografi koroner juga bisa dilakukan dengan metode lain yang disebut angiografi koroner dengan CT scan atau coronary CT angiogram (CCTA). Namun, CCTA hanya bisa digunakan untuk melihat adanya penyempitan atau sumbatan, bukan untuk langsung mengatasi atau menangani penyempitan tersebut. Jika hasil CCTA menunjukkan adanya masalah, pasien tetap perlu menjalani angiografi dengan kateterisasi agar tindakan perbaikan bisa dilakukan.

 

Menurut penelitian berjudul Computed Tomography Cardiac Angiography Before Invasive Coronary Angiography in Patients With Previous Bypass Surgery: The BYPASS-CTCA Trial (2023), CCTA dapat dipertimbangkan sebagai langkah awal sebelum angiografi koroner invasif pada pasien dengan riwayat operasi bypass jantung karena manfaatnya dalam efisiensi dan keamanan.

 

Tujuan Angiografi Koroner

 

Tujuan utama angiografi koroner adalah memeriksa apakah ada penyempitan atau sumbatan yang bisa mengganggu aliran darah ke jantung sehingga membantu menegakkan diagnosis penyakit jantung koroner. Umumnya, dokter merekomendasikan pemeriksaan ini jika pasien mengalami sejumlah gejala berikut:

 

  • Nyeri dada (angina).

  • Nyeri yang menjalar di dada, rahang, leher, atau lengan kiri yang penyebabnya tidak bisa dijelaskan melalui pemeriksaan lain.

  • Gangguan pada pembuluh darah.

  • Kelainan jantung bawaan.

  • Hasil tidak normal pada tes noninvasif, misalnya pada exercise stress test.

  • Cedera pada dada.

  • Penyakit katup jantung yang memerlukan prosedur operasi.

 

Namun, angiografi koroner umumnya tidak digunakan sebagai pemeriksaan pertama. Sebelum itu, dokter biasanya sudah melakukan pemeriksaan yang lebih sederhana dan noninvasif, seperti elektrokardiogram (EKG), ekokardiogram, serta exercise test stress, guna mengevaluasi kondisi jantung pasien.

 

Prosedur Angiografi Koroner

 

Sebelum prosedur dimulai, pasien biasanya tidak diperbolehkan makan atau minum selama 8 jam sebelum prosedur. Pasien juga diminta memberi tahu dokter jika memiliki alergi obat, pernah mengalami reaksi alergi terhadap zat kontras, sedang hamil, sedang mengonsumsi obat tertentu, atau mengidap penyakit ginjal.

 

Selama prosedur, pasien biasanya tetap sadar. Pasien mungkin merasakan sedikit tekanan di area tempat kateter dimasukkan. Setelah itu, dokter akan menyuntikkan pewarna kontras. Pada proses ini, pasien bisa merasakan sensasi hangat atau seperti ada aliran yang menyebar ke tubuh. 

 

Setelah prosedur, kateter akan dilepas, lalu tim medis akan menekan area penyisipan untuk mencegah perdarahan. Apabila kateter dimasukkan melalui area selangkangan, pasien biasanya perlu berbaring telentang selama beberapa jam. Hal ini mungkin menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman di punggung. 

 

Risiko Efek Samping Angiografi Koroner

 

Secara umum, angiografi koroner adalah prosedur medis yang aman dilakukan. Namun, prosedur ini melibatkan jantung dan pembuluh darah sehingga memiliki risiko tertentu. Meski begitu, komplikasi serius jarang terjadi. Adapun beberapa risiko yang mungkin timbul antara lain:

 

  • Cedera pada pembuluh darah tempat kateter dimasukkan.

  • Perdarahan berlebihan di area penyisipan kateter.

  • Infeksi pada area tindakan.

  • Reaksi alergi terhadap zat kontras atau obat-obatan yang dipakai.

  • Kerusakan ginjal akibat zat kontras yang digunakan.

  • Gangguan irama jantung (aritmia) selama atau setelah prosedur.

  • Serangan jantung.

  • Stroke.

 

Hasil Tes Angiografi Koroner

 

Hasil normal angiografi koroner menunjukkan bahwa aliran darah ke jantung berjalan dengan baik dan tidak ada penyumbatan pada pembuluh darah. Sementara itu, hasil abnormal mengindikasikan adanya penyumbatan pada arteri koroner. Dari pemeriksaan ini, dokter bisa mengetahui:

 

  • Berapa jumlah arteri yang tersumbat.

  • Lokasi terjadinya sumbatan.

  • Tingkat keparahan penyumbatan.

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami gejala, seperti nyeri dada atau angina, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Sebagai informasi, penanganan penyakit jantung harus dilakukan secara cepat dan tepat karena setiap detik sangat berharga dalam mencegah kerusakan organ yang lebih luas. Karenanya, dalam memilih rumah sakit jantung terbaik, pertimbangkan rekam jejak serta layanan kesehatan unggulan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

AHA | ASA Journals. Computed Tomography Cardiac Angiography Before Invasive Coronary Angiography in Patients With Previous Bypass Surgery: The BYPASS-CTCA Trial. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Coronary angiogram. Diakses pada 2025 | MedlinePlus. Coronary angiography. Diakses pada 2025 | StatPearls. Coronary CT Angiography. Diakses pada 2025 | NHS. Cardiac catheterisation and coronary angiography. Diakses pada 2025 | StatPearls. Angiography. Diakses pada 2025 | American Heart Association. Coronary Angiogram. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail