Mengenal Anatomi dan Cara Kerja Sistem Konduksi Jantung
Kesehatan Tubuh

Mengenal Anatomi dan Cara Kerja Sistem Konduksi Jantung

13 Juni 2025 4 menit waktu baca
sistem konduksi jantung adalah

Sistem konduksi jantung adalah bagian jantung yang berfungsi menghasilkan impuls atau sinyal  listrik dan bertanggung jawab atas detak jantung untuk menjaga aliran darah ke seluruh tubuh. Sistem konduksi jantung ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu sinoatrial node, atrioventricular node, atrioventricular bundle (bundle of his), dan Purkinje fibers

 

Mari simak ulasan lengkap mengenai anatomi, cara kerja, hingga gangguan kesehatan yang memengaruhi sistem konduksi jantung melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Sistem Konduksi Jantung?

 

Jantung merupakan organ tubuh yang berdetak setiap detik untuk memompakan darah ke seluruh tubuh. Dalam menjalankan fungsinya, jantung dibantu oleh beberapa bagian seperti sel-sel, nodus, dan sinyal yang tergabung membentuk suatu sistem yang disebut sistem konduksi jantung.

 

Tujuan sistem konduksi jantung adalah untuk menghasilkan impuls listrik guna menjaga jantung agar tetap berdetak. Sistem kelistrikan jantung ini juga dapat mengirimkan sinyal ke otot jantung untuk berkontraksi ataupun relaksasi. Hal inilah yang membuat jantung dapat bekerja untuk menjaga aliran darah ke seluruh tubuh terdistribusi dengan baik.

 

Anatomi Sistem Konduksi Jantung

 

Sistem konduksi jantung adalah sistem yang terbentuk dari sekelompok sel-sel  dan nodus yang terdiri dari empat bagian utama, yaitu sinoatrial node, atrioventricular node, atrioventricular bundle (bundle of his), serta Purkinje fibers. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Sinoatrial Node atau Nodus SA

 

Sinoatrial node atau nodus SA merupakan bagian dari sistem konduksi jantung yang terletak di bagian atas serambi atau atrium kanan dan bertugas untuk mengirimkan impuls listrik untuk membuat jantung berdetak. Nodus SA sering dikenal sebagai pacemaker jantung alami dalam tubuh manusia. 

 

Sel ini dikontrol oleh sistem saraf otonom dengan mengatur kecepatannya dalam mengirimkan impuls listrik ke jantung. Adapun cara kerja sistem saraf otonom untuk mengatur kerja sinoatrial node dalam sistem konduksi jantung adalah sebagai berikut:

  • Sistem saraf simpatis: Membuat sinoatrial node bekerja lebih cepat sehingga turut meningkatkan detak jantung.
  • Sistem saraf parasimpatis: Membuat sinoatrial node bekerja lebih lambat yang dapat menurunkan detak jantung.

 

2. Atrioventricular Node

 

Atrioventricular node atau nodus AV adalah sel khusus yang terletak di septum interatrial dekat dengan katup trikuspid. Nodus ini berfungsi untuk memperlambat impuls listrik yang berasal dari nodus SA sebelum masuk ke dalam ventrikel jantung untuk memastikan tidak ada lagi darah yang tersisa di atrium sebelum kontraksi berhenti. 

 

3. Atrioventricular Bundle (Bundle of His)

 

Atrioventricular bundle atau bundle of his adalah cabang dari sel-sel saraf yang berada di sepanjang dinding ventrikel jantung. Bagian ini bertugas menerima sinyal listrik dari nodus AV dan membawanya ke Purkinje fibers. Atrioventricular bundle terdiri dari dua cabang yang berbeda, yaitu:

  • Left bundle branch untuk mengirimkan sinyal listrik ke Purkinje fibers yang menuju ventrikel kiri.
  • Right bundle branch untuk mengirimkan sinyal listrik ke Purkinje fibers yang menuju ventrikel kanan.

 

4. Purkinje Fibers

 

Purkinje fibers merupakan bagian ujung cabang sel saraf yang bertugas mengirimkan sinyal listrik ke ventrikel jantung agar dapat berkontraksi. Dengan begitu, darah dari jantung dapat mengalir melalui arteri pulmonalis dan ke dalam aorta.

 

Cara Kerja Sistem Konduksi Jantung

 

Setiap jantung berdetak, terdapat impuls listrik yang dikirimkan oleh sistem konduksi jantung dan dialirkan pada bagian-bagian tertentu. Adapun langkah-langkah dan cara kerja sistem konduksi jantung adalah sebagai berikut:

  1. Nodus SA mengirimkan sinyal listrik menuju atrium jantung.
  2. Atrium jantung yang menerima sinyal listrik tersebut akan berkontraksi.
  3. Nodus AV akan menunda pengiriman sebagian sinyal listrik sampai atrium selesai memompakan darah ke ventrikel jantung dan memastikan tidak ada darah yang tersisa di atrium.
  4. Sebagian sinyal listrik tersebut akan dibawa oleh atrioventricular bundle menuju Purkinje fibers guna memberikan perintah pada ventrikel untuk berkontraksi dan memompakan darah ke seluruh tubuh. 

 

Gangguan Kesehatan yang Memengaruhi Sistem Konduksi Jantung

 

Adapun sejumlah kondisi medis yang dapat memengaruhi fungsi dan kerja dari sistem konduksi jantung adalah sebagai berikut:

 

1. Aritmia

 

Salah satu masalah kesehatan yang dapat memengaruhi fungsi sistem konduksi jantung adalah aritmia, yaitu gangguan irama jantung yang membuat jantung berdetak secara tidak teratur. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga kerap membuat seseorang tidak sadar bahwa dirinya sedang mengidap aritmia.

 

2. Bundle Branch Block

 

Bundle branch block (BBB) adalah kondisi ketika sinyal listrik pada ventrikel jantung melambat atau terputus. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah secara optimal.

 

3. Long QT Syndrome

 

Long QT Syndrome merupakan gangguan jantung yang terjadi karena aktivitas listrik pada jantung tidak dapat berfungsi secara optimal. Kondisi ini disebabkan oleh ventrikel jantung yang berkontraksi atau relaksasi terlalu lambat sehingga membuat jantung berdetak secara tidak beraturan (kadang bisa menyebabkan sinkop/pingsan dan henti jantung mendadak).

 

4. Henti Jantung Mendadak

 

Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) yaitu kondisi ketika jantung tidak dapat berfungsi dan berhenti berdetak secara tiba-tiba. Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami henti jantung mendadak adalah hipertensi, sleep apnea, ketidakseimbangan elektrolit, obesitas, dan lain-lain.

 

Sistem konduksi jantung adalah bagian tubuh yang memiliki peran penting untuk menjaga fungsi jantung dalam memompakan darah ke seluruh tubuh. Maka dari itu, sistem kelistrikan jantung ini perlu dijaga sebaik mungkin agar jantung dapat bekerja dengan optimal.

 

Jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda atau kerabat mengeluhkan gangguan terkait dengan kondisi jantung. Bersama Siloam Hospitals, Anda dapat memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dari dokter berpengalaman.


Jadwalkan pertemuan Anda dengan dokter Siloam Hospitals secara praktis melalui fitur Cari Dokter. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memperoleh berbagai layanan kesehatan dengan mudah dan cepat. Unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail