Mengenal Bradikardia, Ini Gejala hingga Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Bradikardia, Ini Gejala hingga Pengobatannya

26 Februari 2026 5 menit waktu baca
bradikardia adalah

Bradikardia adalah gangguan irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang lambat, yakni kurang dari 60 detak per menit. Bagi seseorang yang aktif berolahraga, kondisi ini sebetulnya cukup umum terjadi dan bukan suatu masalah yang serius. Namun, bradikardia dapat mengindikasikan gangguan jantung serius apabila disertai dengan gejala yang mengganggu, seperti pusing, sesak napas, hingga nyeri dada. Mari simak informasi selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Bradikardia?

 

Bradikardia adalah kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat daripada detak normal. Sebagai catatan, detak jantung normal pada orang dewasa adalah sekitar 60–100 detak per menit (beats per minute atau bpm) dan detak jantung normal pada orang yang sedang tidur atau istirahat pada usia muda atau aktif berolahraga (atlet) biasanya berkisar antara 40–60 bpm. 

 

Pada atlet atau orang yang aktif berolahraga, bradikardia bisa terjadi tanpa gejala atau komplikasi yang berbahaya. Namun, bradikardia bisa menjadi masalah yang serius apabila membatasi jantung dalam memompa darah kaya oksigen untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Apabila kondisi ini terjadi, penderitanya pun dapat merasa pusing berputar, sangat lelah, dan mengalami sesak napas.

 

Bradikardia termasuk sebagai aritmia (gangguan irama jantung) dan umumnya didiagnosis sebagai kondisi medis tersendiri. Namun, aritmia kerap disebabkan oleh masalah medis lainnya. Apabila disertai dengan kondisi lain, bradikardia biasanya diobati berdasarkan kondisi yang mendasari.

 

Penyebab Bradikardia

 

Detak jantung yang lebih lambat dari normal dapat terjadi karena adanya gangguan sinyal alami yang dihasilkan oleh nodus sinus dalam mengontrol detak jantung (sistem konduksi jantung). Di samping gangguan pada sistem konduksi jantung, bradikardia juga bisa terjadi karena heart block (atrioventricular block), yaitu ketika sinyal listrik dari serambi jantung (atrium) tidak dapat mencapai bilik jantung (ventrikel) dengan baik. 

 

Bradikardia bisa tergolong sebagai kondisi yang normal pada sebagian orang, terutama individu yang sangat aktif berolahraga secara rutin. Di sisi lain, kondisi ini juga dapat dipicu oleh sejumlah faktor, seperti:

 

 

Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bradikardia adalah:

 

  • Lansia.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

  • Cemas dan stres berkepanjangan.

  • Pernah menjalani terapi radiasi atau operasi di sekitar jantung.

  • Mengalami hipotermia.

 

Gejala Bradikardia

 

Bradikardia adalah gangguan jantung yang ditandai dengan detak jantung melambat, biasanya di bawah 60 detak per menit. Kondisi ini kerap kali disertai dengan beberapa gejala yang berkaitan dengan sirkulasi darah ke organ tubuh lain, seperti otak. Adapun gejala umum dari bradikardia adalah:

 

  • Mudah lelah, terutama saat melakukan aktivitas fisik.

  • Kesulitan berkonsentrasi.

  • Pusing berputar dan nyeri kepala.

  • Pingsan atau hampir pingsan.

  • Nyeri dada (angina).

  • Sesak napas.

  • Kebingungan atau mengalami penurunan kesadaran.

 

Diagnosis Bradikardia

 

Pemeriksaan bradikardia diawali dengan wawancara medis (anamnesis). Pada tahap ini, dokter akan menanyakan keluhan pasien serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Kemudian, pemeriksaan fisik secara menyeluruh akan dilakukan, termasuk mengecek tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, saturasi oksigen, dan mendengarkan detak jantung pasien dengan stetoskop. 

 

Apabila diperlukan, beberapa pemeriksaan penunjang berikut akan direkomendasikan:

 

  • Elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa aktivitas listrik jantung.

  • Tes laboratorium untuk memeriksa:

    • Kadar elektrolit.

    • Kadar hormon tiroid.

    • Kadar troponin (protein yang ada di dalam sel otot jantung).

    • Keberadaan patogen di dalam darah.

  • Tes darah untuk memeriksa kemungkinan infeksi, perubahan bahan kimia tubuh, dan fungsi tiroid.

  • Monitor Holter yang dipakai selama beraktivitas sehari-hari untuk memeriksa detak jantung apabila prosedur EKG standar tidak mencukupi.

  • Sleep test untuk mengetahui jeda pernapasan ketika tidur (untuk melihat adanya kemungkinan sleep apnea).

  • Stress test untuk mengamati aktivitas jantung saat berjalan di atas treadmill atau mengendarai sepeda statis.

  • Tilt table test untuk memeriksa perubahan detak jantung dan tekanan darah saat pasien berbaring di atas meja yang dimiringkan.

 

Komplikasi Bradikardia

 

Bradikardia bisa menyebabkan komplikasi apabila tidak diobati dalam jangka waktu yang lama. Adapun beberapa risiko komplikasi bradikardia yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

 

 

Komplikasi bradikardia yang mungkin muncul akibat efek samping pengobatan bisa bervariasi, tergantung pada jenis obat yang dikonsumsi pasien. Dokter akan membantu mengobati komplikasi ini untuk memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien secara spesifik.

 

Pengobatan Bradikardia

 

Pengobatan bradikardia dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Umumnya, bradikardia yang tidak disertai gejala berbahaya mungkin tidak memerlukan tindakan medis tertentu. Apabila kondisi bradikardia perlu diobati, dokter biasanya merekomendasikan perubahan gaya hidup sebagai berikut:

 

  • Berhenti merokok.

  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

 

Sementara itu, bradikardia simptomatik (bergejala) umumnya ditandai dengan denyut jantung di bawah 60 bpm. Kondisi ini dapat disertai dengan berbagai gejala, seperti tekanan darah rendah (hipotensi), sesak napas, tanda-tanda syok, penurunan kesadaran, nyeri dada khas angina, dan gagal jantung. Berikut adalah beberapa metode penanganannya:

 

  • Mengobati bradikardia berdasarkan penyebab atau kondisi yang mendasarinya.

  • Menghentikan konsumsi obat-obatan yang memperlambat detak jantung.

  • Mempertahankan jalan napas (airway) pasien.

  • Memberikan oksigen tambahan jika pasien mengalami hipoksia

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti atropine, dopamine, atau epinephrine.

  • Memasang alat pacu jantung sementara (temporer) maupun permanen yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.

 

Pencegahan Bradikardia

 

Kebanyakan kondisi bradikardia tidak bisa dicegah, terutama pada individu yang aktif berolahraga. Melambatnya detak jantung juga tidak bisa dicegah seiring dengan bertambahnya usia.

Pencegahan bradikardia hanya bisa dilakukan apabila kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi, penyalahgunaan obat-obatan, dan anoreksia nervosa. Upaya pencegahan bradikardia bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat sebagai berikut:

 

  • Rutin berolahraga.

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mengurangi risiko infeksi.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Berhenti merokok.

  • Membatasi atau menghindari konsumsi minuman beralkohol.

  • Mengonsumsi obat untuk mengatasi kondisi yang mendasari bradikardia sesuai dengan anjuran dokter.

  • Mengelola stres dengan baik.

  • Menjaga tekanan darah atau kolesterol di batas normal.

  • Tidur sesuai jadwal untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan kondisi kronis lainnya.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi bradikardia. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah begitu gejala penyakit jantung muncul.

 

Penting untuk diketahui bahwa setiap detik merupakan momen berharga bagi kesehatan jantung. Oleh karenanya, guna mencegah kerusakan jantung yang lebih berat, penanganan yang tepat harus diberikan sesegera mungkin. Saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan untuk mempertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan yang tersedia.

 

Siloam International Hospitals menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospitals untuk menangani masalah jantung dengan #CepatTepat. Layanan ini dilengkapi dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk kegawatan jantung. Segera kunjungi Siloam Hospitals atau hubungi emergensi 1-500-911.

 

banner cardiac by condition

Sumber

HealthDirect. Bradycardia. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Bradycardia: Symptoms and Causes. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Bradycardia. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Bradycardia: Slow Heart Rate. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Bradycardia Algorithm. Diakses pada 2024 | ACLS.net. ACLS Bradycardia Algorithm. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Conduction Disorders. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail