Kesehatan Tubuh
Sick Sinus Syndrome - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Sick sinus syndrome adalah gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan detak jantung terlalu lambat, terlalu cepat, atau kombinasi keduanya. Kondisi ini dimulai ketika nodus sinoatrial atau nodus SA (sumber listrik pacu jantung alami) tidak berfungsi dengan baik. Lantas, apa penyebab sick sinus syndrome? Apakah kondisi ini bisa disembuhkan? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Sick Sinus Syndrome?
Sick sinus syndrome adalah jenis gangguan irama jantung yang terjadi ketika nodus sinoatrial (nodus SA) tidak berfungsi dengan baik. Nodus SA terletak di atrium (serambi) kanan jantung dan bertindak sebagai sumber listrik pacu jantung alami yang memulai setiap detak jantung.
Dalam hal ini, peran nodus SA adalah memberi tahu area lain pada jantung mengenai kapan waktu yang tepat untuk bagian-bagian jantung berkontraksi dan memompa darah. Nodus SA akan menghasilkan sinyal listrik yang memicu setiap detak jantung. Dari nodus SA, sinyal listrik akan berjalan melintasi atrium menuju ke ventrikel, sehingga menyebabkan jantung berkontraksi dan memompa darah ke paru-paru dan tubuh.
Ketika nodus sinus tidak berfungsi dengan baik, maka detak jantung menjadi tidak beraturan, bisa terlalu lambat, terlalu cepat, adanya jeda yang panjang, maupun gabungan dari masalah irama tersebut. Sindrom ini sebenarnya cukup jarang terjadi, namun risikonya bisa semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Oleh karenanya, sindrom ini lebih banyak dialami oleh orang yang lebih tua.
Sick sinus syndrome merupakan penyakit yang sering menyerang orang dewasa yang lebih tua, meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun. Usia rata-rata pasien dengan sick sinus syndrome adalah 68 tahun. Kondisi ini terjadi pada satu dari setiap 600 pasien jantung berusia 65 tahun atau lebih dengan perbandingan kejadian yang sama pada pria dan wanita.
Penyebab Sick Sinus Syndrome
Nodus sinoatrial (SA) terdiri dari kumpulan miosit atrium yang terdiri dari dua sel fungsional yang berbeda, yaitu sel P dan sel T. Sel pacemaker atau sel P berfungsi sebagai alat pacu jantung intrinsik. Sedangkan transisional atau sel T bertanggung jawab untuk menyebarkan impuls listrik ke atrium kanan. Disfungsi sel-sel ini menyebabkan aritmia.
Sick sinus syndrome dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Bahkan, terkadang, tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Secara umum, beberapa penyebab sick sinus syndrome adalah:
-
Kerusakan pada jalur listrik jantung atau nodus SA karena proses penuaan.
-
Cedera pada nodus SA, misalnya akibat operasi jantung.
-
Efek samping obat untuk tekanan darah tinggi (hipertesi) atau aritmia.
-
Masalah genetik.
-
Gangguan metabolik.
-
Kondisi jantung tertentu, seperti gagal jantung dan takiaritmia atrium (gangguan irama jantung menjadi lebih cepat karena adanya gangguan pada serambi jantung).
-
Masalah kesehatan lainnya, seperti:
-
Penyakit pembuluh darah kolagen.
-
Peradangan.
-
Distrofi otot.
-
Kanker yang telah menyebar.
Adapun beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko sick sinus syndrome adalah:
-
Usia tua.
-
Pernah menjalani operasi jantung.
-
Mengonsumsi obat-obatan, seperti penghambat beta (beta blockers) atau penghambat saluran kalsium (calcium channel blocker).
-
Ketidakseimbangan elektrolit, seperti hiperkalemia atau hipokalsemia.
-
Menderita penyakit lain, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, demam rematik, sarkoidosis, atau difteri.
-
Memiliki berat badan berlebih.
-
Jarang berolahraga.
-
Memiliki mutasi (perubahan) genetik tertentu.
Gejala Sick Sinus Syndrome
Umumnya, terutama pada tahap awal penyakit, sick sinus syndrome tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejalanya mungkin ringan atau hilang-timbul sehingga sulit disadari pada awalnya. Namun, jika muncul gejala, beberapa gejala tersebut, di antaranya sebagai berikut:
-
Palpitasi jantung (sensasi detak jantung yang cepat dan berdebar-debar).
-
Nyeri dada atau rasa tidak nyaman.
-
Kebingungan.
-
Pusing disertai sensasi seperti ingin pingsan.
-
Kelelahan.
-
Denyut nadi lebih lambat (bradikardia).
-
Mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas saat olahraga.
Diagnosis Sick Sinus Syndrome
Untuk mendiagnosis sick sinus syndrome, dokter biasanya akan melakukan anamnesis mengenai gejala dan riwayat medis pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Gejala kondisi ini, seperti pusing dan sesak napas, biasanya hanya terjadi ketika jantung berdetak tidak teratur. Pasien mungkin tidak merasakan gejala apa pun ketika sedang berkonsultasi dengan dokter.
Guna mengonfirmasi apakah gejala-gejala yang dialami pasien berhubungan dengan masalah pada nodus sinus dan fungsi jantung, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini:
-
Elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan ini dapat mengukur aktivitas listrik jantung sehingga dokter akan mengetahui seberapa cepat atau lambat jantung berdetak, serta mencari pola sinyal untuk menentukan apakah pasien mengalami sick sinus syndrome.
-
Monitor Holter. Ini merupakan perangkat yang bisa dikenakan pasien selama satu hari atau lebih saat melakukan aktivitas sehari-hari. Monitor ini secara otomatis akan merekam aktivitas jantung selama 24 –72 jam. Selain itu, pasien juga bisa menyimpan catatan harian tentang gejala-gejala yang dialami.
-
Event recorder. Ini merupakan alat portabel yang dipakai hingga 30 hari sampai pasien mengalami detak jantung tidak teratur. Pasien diminta untuk menekan tombol saat gejala muncul.
-
Implantable loop recorder. Perangkat ini ditanamkan tepat di bawah kulit dada untuk memantau aktivitas listrik jantung secara terus-menerus dan jangka panjang, terutama pada orang yang jarang mengalami gejala.
Pengobatan Sick Sinus Syndrome
Penderita sick sinus syndrome yang tidak memiliki gejala mungkin tidak memerlukan perawatan apa pun. Bila muncul gejala, dokter dapat memberikan perawatan sesuai dengan gejala yang dirasakan, penderita mungkin memerlukan obat-obatan atau prosedur medis. Adapun beberapa jenis perawatan yang digunakan adalah:
-
Alat pacu jantung permanen. Alat pacu jantung ini berukuran kecil dan ditempatkan di bawah kulit dekat tulang selangka (collarbone).
-
Obat untuk mengontrol detak jantung.
-
Prosedur kateter ablasi.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi sick sinus syndrome. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Guna menjaga kesehatan jantung secara berkala, Siloam Hospitals menyediakan paket Skrining Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
Mayo Clinic. Sick Sinus Syndrome. Diakses pada 2024 | PennMedicine. Sick Sinus Syndrome. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Sick Sinus Syndrome. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Sick Sinus Syndrome. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






