Kesehatan Tubuh
Hiperkalemia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium dalam darah terlalu tinggi melebihi nilai normal. Hiperkalemia paling sering disebabkan oleh penyakit gagal ginjal akut maupun kronis. Gejala hiperkalemia cukup beragam, seperti kesemutan dan lemah otot.
Kalium sendiri merupakan mineral yang memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otot, saraf, dan jantung. Namun, bila jumlahnya terlalu tinggi akan berdampak kurang baik bagi tubuh. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai hiperkalemia, simak artikel berikut ini!
Apa itu Hiperkalemia?
Hiperkalemia adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya kadar kalium dalam darah hingga melebihi angka normal. Normalnya, kadar kalium pada darah yaitu 3,5 - 5,1 millimol per liter (mmol/L).
Kalium merupakan jenis mineral yang baik untuk menjaga fungsi jantung dan memiliki peran penting pada tulang, pencernaan, fungsi otot, dan kontraksi otot. Apabila kadar kalium dalam darah sudah mencapai angka di atas 5,1 mmol/L, kondisi ini dapat dikatakan sebagai hiperkalemia.
Dalam hal ini, ginjal berperan penting untuk mengontrol seberapa banyak kalium yang perlu disaring dan dibuang melalui urin. Kadar kalium dalam tubuh harus seimbang. Kelebihan kalium dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, kondisi ini disebut hiperkalemia.
Hiperkalemia adalah kondisi yang terbagi atas beberapa tingkat, di antaranya:
- Hiperkalemia ringan: Kalium dalam darah 5,1 - 6,0 mmol/L
- Hiperkalemia sedang: Kalium dalam darah 6,1 - 7,0 mmol/L
- Hiperkalemia berat: Kalium dalam darah di atas 7,0 mmol/L
Penyebab Hiperkalemia
Salah satu penyebab hiperkalemia adalah adanya gangguan pada ginjal. Ketika ginjal tidak dapat bekerja dengan baik, maka organ ini akan kesulitan menjalankan fungsinya untuk membuang kelebihan kadar kalium pada tubuh.
Selain karena penyakit ginjal, diet tinggi kalium juga dapat menyebabkan hiperkalemia. Karenanya, penderita gangguan ginjal disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi kalium, seperti pisang, melon, dan blewah.
Selain hal di atas, beberapa masalah kesehatan lainnya yang juga dapat memicu terjadinya hiperkalemia adalah sebagai berikut:
- Hemolisis (pemecahan sel darah merah)
- Rhabdomyolysis (kerusakan jaringan otot)
- Diabetes yang tidak terkendali
- Trauma, luka bakar, atau cedera lainnya
Gejala Hiperkalemia
Beberapa orang tidak menyadari dirinya menderita hiperkalemia karena kondisi ini tidak memiliki gejala yang spesifik. Gejala hiperkalemia berkembang secara lambat bahkan hingga berbulan-bulan. Adapun beberapa gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita hiperkalemia adalah sebagai berikut:
- Mual dan muntah
- Lelah dan lemas
- Nyeri pada dada
- Kesemutan dan mati rasa
- Kelemahan otot
- Jantung berdebar
- Gangguan pernapasan
Komplikasi Hiperkalemia
Komplikasi yang dapat disebabkan oleh hiperkalemia adalah aritmia. Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang berisiko membahayakan nyawa. Kondisi ini dapat memicu ventrikel fibrilasi yang mengakibatkan jantung tidak memompa darah dan berdebar dengan cepat sehingga dapat berujung fatal.
Diagnosis Hiperkalemia
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan memberikan pertanyaan kepada pasien mengenai riwayat medis, pola makan, gejala serta penggunaan obat-obatan tertentu. Gejala hiperkalemia terlihat ringan, sehingga mungkin akan sulit didiagnosis.
Agar hasil lebih akurat, beberapa tes yang digunakan untuk mendiagnosis hiperkalemia adalah sebagai berikut:
- Tes darah
- Tes urin
- Tes EKG (Elektrokardiogram)
Melalui tes darah dan urin akan diketahui berapa kadar kalium yang ada pada tubuh pasien. Sementara itu, EKG digunakan untuk melihat kemungkinan adanya komplikasi dari hiperkalemia pada jantung. Bila ditemukan kadar kalium tinggi, dokter mungkin akan meminta tes darah ulang guna memastikan penyebabnya.
Pengobatan Hiperkalemia
Cara mengatasi hiperkalemia ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu penyebab, tingkat keparahan gejala serta kondisi kesehatan pasien. Pada pengidap hiperkalemia ringan, biasanya dokter akan menyarankan untuk mengubah pola makan, yaitu dengan diet kalium.
Pada pengidap hiperkalemia berat, pasien harus segera ditangani dan menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit. Beberapa perawatan yang ditujukan untuk pasien hiperkalemia adalah sebagai berikut:
- Pemberian glukosa melalui infus
- Pemberian resin untuk mengikat kelebihan kalium dan menyingkirkannya melalui saluran cerna
- Pemberian kalsium glukonat melalui infus untuk melindungi otot jantung dari komplikasi hiperkalemia
- Pemberian obat diuretik untuk membuang kelebihan kalium dalam tubuh melalui urin
- Hemodialisis atau cuci darah (dilakukan pada kasus hiperkalemia berat pada pengidap gagal ginjal)
Mengingat hiperkalemia tidak menimbulkan gejala yang terlihat secara jelas, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter terkait di Siloam Hospitals.
Siloam Hospitals menyediakan beragam paket medical check up yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan kesehatan Anda. Proses pemesanan dan pembelian paket medical check up ini pun cukup praktis melalui aplikasi MySiloam. Langsung saja unduh aplikasi MySiloam di ponsel Anda dan manfaatkan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan kami atau membuat janji temu dengan dokter, Anda juga dapat menghubungi call center kami di 1-500-181.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







