Ibu dan Anak
Demam Rematik: Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya pada Anak

Table of Contents
Terkadang, ketika anak mengalami demam, gejala yang muncul tidak hanya menimbulkan perubahan suhu badan saja. Seringkali, anak merasakan sakit di seluruh tubuhnya saat mengalami demam. Demam yang disertai nyeri di seluruh tubuh merupakan diagnosis dari kondisi yang disebut demam rematik.
Penyakit ini disebabkan oleh peradangan pada beberapa organ tubuh seperti kulit, sistem saraf, dan sendi karena adanya infeksi bakteri Streptococcus tipe A. Lantas, bagaimana jika penyakit ini menyerang buah hati, bagaimana langkah pengobatan yang tepat? Ayo, simak ulasan berikut ini untuk mengetahuinya.
Pengertian Demam Rematik
Demam rematik atau rheumatic fever adalah penyakit yang muncul karena adanya komplikasi radang tenggorokan yang ditimbulkan oleh infeksi bakteri Streptococcus tipe A. Jenis demam ini dapat dialami seseorang apabila radang tenggorokan atau infeksi demam berdarah tidak diatasi secara tepat.
Berbicara mengenai infeksi bakterinya, hubungan etiologis antara Streptococcus dengan demam rematik diketahui dari data sebagai berikut:
-
Ditemukan peninggian kadar antibodi pada Streptococcus di sebagian besar kasus demam rematik yang parah. Ada juga adanya isolasi dari kuman beta-Streptococcus haemolyticus group A, bahkan bisa keduanya.
-
Tingginya insidens demam rematik umumnya juga beriringan dengan insiden oleh beta-Streptococcus hemolyticus grup A yang tinggi. Diperkirakan hanya sekitar 3% dari individu yang belum pernah menderita demam rematik akan menderita komplikasi ini setelah menderita faringitis Streptococcus yang tidak diobati.
Apabila sudah mendapatkan pencegahan yang teratur dengan antibiotik, kemungkinan penderita mengalami serangan ulang cukup kecil. Penyakit ini menyerang beberapa organ tubuh seperti jantung, kulit, otak dan persendian. Kunci utama dalam mencegah munculnya gejala demam rematik adalah melakukan diagnosis dini dan penanganan medikamentosa sesuai dengan saran dokter.
Meski bisa dialami oleh siapa saja, namun jenis demam ini lebih sering menyerang anak-anak dalam rentang usia 5-15 tahun. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh salah dalam mengenali jaringan sehat dan justru mendeteksinya sebagai musuh.
Demam rematik memang bukan dikategorikan sebagai penyakit menular. Namun, penyakit ini akan lebih mudah ditularkan pada orang lain jika terkena kontak fisik, seperti terkena saliva pengidap. Contohnya, saat minum air dengan sedotan yang sama.
Penyebab Demam Rematik
Penyebab demam rematik adalah adanya bakteri Streptococcus tipe A. Bakteri ini bisa muncul karena selama mengalami radang tenggorokan, pengidap tidak tertangani dengan baik. Saat tubuh terinfeksi, kekebalan tubuh harusnya menghasilkan antibodi yang bertugas menyerang bakteri masuk.
Sebaliknya, antibodi tersebut justru menyerang tubuh yang sehat karena salah mengenali bakteri yang masuk. Beberapa bagian tubuh yang terserang umumnya sendi, kulit, otak, dan jantung. Situasi ini bisa terjadi akibat adanya kemiripan antara protein pada bakteri dan jaringan tubuh.
Gejala Demam Rematik
Gejala demam rematik biasanya tidak langsung terlihat ketika seseorang demam, namun umumnya 2 sampai 4 minggu setelah radang tenggorokan, karena bakteri Streptococcus Tipe A yang berpotensi menginfeksi tidak segera tertangani.
Adapun gejala demam rematik sebagai berikut:
-
Demam.
-
Mengalami nyeri di beberapa bagian sendiri seperti lutut, siku serta pergelangan tangan dan kaki.
-
Sendi terasa panas, memerah dan bengkak.
-
Dada terasa sakit.
-
Bising pada bagian jantung.
-
Terdapat benjolan kecil di bawah kulit namun tidak sakit.
-
Ruam pada kulit yang tidak merata.
-
Merasa kelelahan.
-
Gerakan tubuh yang tiba-tiba tidak terkendali seperti tersentak (biasanya terjadi pada wajah, tangan dan kaki).
Diagnosis Demam Rematik
Seperti pemeriksaan pada umumnya, dokter akan menanyakan beberapa hal terkait gejala yang dialami oleh pasien, termasuk riwayat radang tenggorokan sebelumnya. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan tubuh secara menyeluruh, guna menunjang diagnosis tersebut, pemeriksaan ini juga disertai beberapa tindakan, diantaranya yaitu:
-
Kultur tenggorokan, prosedur ini merupakan gold standard untuk konfirmasi infeksi Streptococcus grup A.
-
Elektrodiagram (EKG) atau rekam jantung, pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah ada gangguan irama jantung.
-
Ekokardiografi (USG jantung), yaitu pemeriksaan USG yang dilakukan pada jantung untuk melihat gangguan pada fungsi jantung dalam memompa darah.
-
ASTO, merupakan pemeriksaan darah yang digunakan untuk mengukur kadar antibodi terhadap zat yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus tipe A, yaitu Streptolysin O.
Bahaya Demam Rematik
Penyakit ini memang dimulai dengan gejala ringan, namun berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi dalam jangka panjang pada pengidapnya.
1. Komplikasi
Demam rematik dapat berlangsung beberapa minggu hingga bulan. Bahkan, dalam beberapa kasus, gejala yang berkepanjangan dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang. Paling parahnya yaitu kerusakan permanen pada jantung. Efek-efek tersebut dapat mengakibatkan berbagai kondisi, seperti:
-
Kerusakan otot jantung membuat otot jantung menjadi lebih lemah sehingga berpengaruh untuk memompa darah.
-
Penyempitan katup, menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh berkurang.
-
Katup bocor menyebabkan darah mengalir pada arah yang tidak seharusnya.
2. Apakah Demam Rematik Bisa Sembuh?
Meski berpotensi menimbulkan komplikasi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, namun sebagian besar penderita demam ini bisa sembuh total. Tetapi, kemungkinannya terinfeksi kembali masih tetap ada.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap penyakit ini di antaranya:
-
Jenis bakteri Streptococcus. Ada jenis strain dari bakteri Streptococcus yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap demam rematik dari jenis lainnya.
-
Faktor lingkungan. Kondisi lingkungan cukup berpengaruh terhadap terjadinya demam. Umumnya, lingkungan dengan penduduk terlalu padat atau sanitasi buruk membuat penularan atau paparan berulang.
-
Keturunan. Sejak dulu bahkan hingga sekarang, faktor keturunan atau gen masih menjadi penyebab tertinggi seseorang mengidap penyakit.
Pengobatan Demam Rematik
Pengobatan demam rematik bertujuan untuk meredakan gejala nyeri dan mencegahnya kambuh lagi. Beberapa obat-obatan yang umumnya diberikan dokter untuk pasien yaitu:
1. Antibiotik
Jenis antibiotik yang seringkali diberikan oleh dokter adalah penisilins secara suntikan intravena. Suntikan ini akan diberikan setiap 28 hari sekali minimal selama 10 tahun. Namun, jika anak mengalami kerusakan pada katup jantung, maka suntikan ini akan diberikan dalam jangka waktu lebih panjang.
2. Antikonvulsan
Obat ini diberikan apabila pengidap mengalami kejang. Biasanya jenis obat yang diresepkan adalah asam valproat dan carbamazepine.
3. Antiinflamasi
Antiinflamasi atau obat radang yang biasanya diberikan oleh dokter adalah golongan non-steroid, seperti ibuprofen atau aspirin.
Cara Pencegahan
Setiap orang bisa memiliki risiko terkena demam ini lebih dari satu kali. Karena itu, Anda harus selalu menjaga diri sendiri dengan menerapkan beberapa upaya pencegahan sebagai berikut:
-
Gunakan alat makan dan minum sendiri-sendiri.
-
Cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun.
-
Memakai masker saat keluar rumah untuk menghindari virus penyebab radang tenggorokan atau influenza selama berada di luar rumah.
Itu dia penjelasan mengenai demam rematik secara lengkap. Mulai dari pengertian, gejala, penyebab, faktor risiko hingga pengobatan dan pencegahannya. Perlu Anda ketahui bahwa penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang jika tidak segera ditangani. Karena itu, jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang berkelanjutan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa berkunjung ke Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari kami.Sebelum berkunjung, dapatkan juga informasi mengenai jadwal dokter dan buat janji temu secara online untuk melakukan pemeriksaan. Mari Jaga kesehatan #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







