Faringitis (Radang Tenggorokan): Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Faringitis (Radang Tenggorokan): Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

18 September 2025 4 menit waktu baca
faringitis adalah

Radang tenggorokan atau faringitis adalah peradangan pada faring atau tenggorokan. Kondisi ini ditandai dengan rasa gatal dan nyeri pada tenggorokan, terutama saat menelan. Faringitis disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebar lewat udara, sehingga kondisi ini cukup mudah menular kepada orang lain.

 

Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan faringitis.

 

Apa itu Faringitis?

 

Radang tenggorokan atau faringitis adalah peradangan pada area faring (tenggorokan) yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Faring sendiri merupakan saluran penghantar udara dari hidung dan mulut menuju paru-paru.

 

Faringitis adalah penyakit yang dapat menyerang berbagai kalangan usia, namun lebih sering menjangkit anak-anak. Faringitis dapat memicu rasa tidak nyaman pada tenggorokan, seperti perih, kering dan gatal. Kondisi ini akan membuat penderitanya kesulitan untuk menelan makanan yang berpengaruh pada menurunnya nafsu makan.

 

Penyebab Radang Tenggorokan

 

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Jenis virus yang menyebabkan infeksi faringitis adalah virus yang sama menyebabkan pilek dan flu, seperti Rhinovirus dan Influenza. Selain itu, faringitis juga dapat diakibatkan oleh infeksi bakteri Streptococcus A.

 

Penularan faringitis bisa terjadi ketika seseorang menghirup virus atau bakteri yang menyebar di udara atau dari percikan air liur penderita yang menempel di permukaan benda. Virus atau bakteri tersebut akan berusaha masuk dan merusak lapisan tenggorokan hingga menyebabkan peradangan.

 

Meskipun penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena faringitis di antaranya adalah:

 

  • Anak-anak dan remaja berusia 5-15 tahun.

  • Sering terpapar asap rokok atau polusi yang dapat mengiritasi tenggorokan.

  • Memiliki sistem imun yang lemah atau menderita penyakit autoimun.

  • Melakukan kontak fisik atau interaksi dengan penderita faringitis.

  • Pernah mengalami sinusitis (infeksi sinus).

  • Terpapar zat kimia berbahaya dari limbah rumah tangga atau polutan pabrik.

  • Alergi terhadap debu, cuaca dingin atau bulu binatang.

  • Sering berada di ruangan ber-AC.

  • Memiliki GERD atau penyakit asam lambung.

  • Sering melakukan aktivitas yang meningkatkan ketegangan pada otot tenggorokan, misalnya berteriak.

 

Gejala Faringitis

 

Gejala utama faringitis adalah rasa tidak nyaman di tenggorokan seperti kering, perih, dan gatal. Faringitis yang disebabkan oleh virus biasanya menimbulkan gejala batuk dan pilek disertai dengan demam.

 

Selain itu, beberapa gejala umum dari faringitis adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri tenggorokan.

  • Nyeri saat berbicara.

  • Perubahan suara menjadi serak.

  • Amandel membengkak dan kemerahan.

  • Kelenjar getah bening di leher membengkak.

  • Terasa nyeri saat menelan.

  • Pegal linu.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri kepala.

 

Gejala lainnya yang muncul tergantung dari jenis virus yang menginfeksinya. Jika virus yang menginfeksi adalah adenovirus, maka akan disertai infeksi pada selaput bening mata yang menyebabkan mata merah, berair, dan terasa tidak nyaman.

 

Apabila disebabkan oleh virus coxsackie, kemungkinan faringitis yang Anda alami merupakan gejala flu Singapura yang menimbulkan keluhan sariawan serta bintil-bintil berisi air di kulit tangan dan kaki. Sementara itu, bila faringitis disebabkan oleh bakteri, maka penderita umumnya akan mengalami pilek, nyeri saat menelan, dan nyeri kepala.

 

Diagnosis Faringitis

 

Sebelum menegakkan diagnosis pada pasien faringitis, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan gejala yang dialami pasien serta riwayat kesehatannya. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik menyeluruh yang dimulai dari telinga, hidung, mulut, dan tenggorokan.

 

Apabila diperlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab faringitis, dokter akan meminta pasien menjalani sejumlah tes yang meliputi:

 

  • Swab tenggorokan dan kultur bakteri: Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel dari tenggorokan, selanjutnya dokter akan melakukan kultur untuk mendeteksi ada tidaknya bakteri penyebab faringitis.

  • Tes darah: Tujuan tes darah pada pasien faringitis adalah untuk mendeteksi infeksi dari sampel darah.

 

Cara Mengobati Faringitis

 

Tujuan pengobatan faringitis adalah untuk meredakan gejala serta mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi. Langkah pengobatan faringitis dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan atau penanganan mandiri.

 

Penanganan Mandiri

 

Faringitis umumnya dapat membaik melalui penanganan secara mandiri di rumah. Beberapa langkah penanganan mandiri pada pasien faringitis adalah:

 

  • Istirahat yang cukup hingga kondisi membaik.

  • Memperbanyak asupan air putih untuk mencegah dehidrasi.

  • Membatasi berbicara apabila suara sedang serak.

  • Menghindari paparan asap polusi dan rokok.

  • Mengonsumsi makanan yang nyaman di tenggorokan.

  • Memasang humidifier agar ruangan tetap terasa lembab.

 

Pemberian Obat-obatan

 

Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter apabila kondisi tak kunjung membaik hingga lebih dari tujuh hari setelah melakukan penanganan mandiri. Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan, seperti:

 

  • Paracetamol atau ibuprofen (obat antidemam dan antinyeri) untuk meredakan gejala nyeri dan demam akibat faringitis.

  • Benzocaine untuk mengatasi nyeri tenggorokan dan kesulitan menelan. Benzocaine juga sering ditemukan pada obat kumur dan permen pelega tenggorokan.

  • Antibiotik untuk mengatasi faringitis yang disebabkan oleh bakteri.

 

Cara Mencegah Faringitis

 

Untuk pencegahan faringitis, Anda disarankan menghindari penyebab dan pemicunya dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti:

 

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.

  • Menghindari paparan asap rokok dan polusi.

  • Hindari berbagi peralatan makan dengan penderita faringitis.

  • Menutup mulut dengan tisu saat batuk atau bersin untuk mencegah penularan.

  • Menggunakan masker saat berada di luar rumah.

  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang tidak higienis.

 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas dan tak kunjung membaik, kunjungi Siloam Hospital terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang dilakukan dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang akan memeriksa kondisi Anda secara langsung dan memberikan tindakan yang tepat kepada Anda. 

 

Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail