Kesehatan Tubuh
Kenali Fraktur Greenstick, Patah Tulang Parsial pada Anak

Table of Contents
Fraktur greenstick adalah jenis patah tulang yang sering dialami anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika tulang tidak patah sepenuhnya, melainkan hanya retak atau bengkok di satu sisi. Istilah greenstick diambil dari analogi ranting hijau yang masih lentur sehingga saat ditekuk tidak langsung patah total.
Karena tulang anak masih lebih lentur dan elastis dibanding orang dewasa, fraktur greenstick menjadi cedera yang cukup khas pada usia pertumbuhan. Mari simak artikel berikut untuk informasi lebih lanjut, mulai dari pengertian hingga pengobatannya.
Apa Itu Fraktur Greenstick?
Anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun memiliki struktur tulang yang masih elastis karena mengandung lebih banyak kolagen dibandingkan orang dewasa. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan mengalami patah tulang tidak sempurna yang dikenal sebagai fraktur greenstick.
Fraktur greenstick dapat terjadi ketika tulang menerima tekanan atau benturan sehingga menimbulkan retakan pada satu sisi, namun sisi lainnya tetap utuh atau hanya mengalami pembengkokan. Kasus fraktur greenstick cenderung jarang ditemukan pada orang dewasa. Hal ini dikarenakan orang dewasa memiliki struktur tulang yang lebih keras. Dengan begitu, ketika orang dewasa mengalami cedera atau benturan keras, tulang umumnya akan patah.
Penyebab Fraktur Greenstick
Anak-anak yang aktif bergerak cenderung lebih sering mengalami fraktur greenstick karena mereka lebih berisiko terjatuh atau terbentur saat bermain. Ketika tangan atau kaki digunakan sebagai tumpuan, tulang panjang dapat menerima tekanan cukup kuat hingga membengkok dan mengalami retakan sebagian.
Faktor Risiko Fraktur Greenstick
Fraktur greenstick lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Beberapa faktor risiko fraktur greenstick meliputi:
-
Usia di bawah 10 tahun, karena tulang belum berkembang sempurna dan masih lebih lunak.
-
Aktivitas fisik yang aktif.
-
Kekurangan gizi atau malnutrisi, terutama vitamin D yang berperan penting dalam pembentukan dan kekuatan tulang sehingga dapat melemahkan struktur tulang.
Gejala Fraktur Greenstick
Gejala fraktur greenstick dapat berbeda pada setiap anak, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi cedera. Pada kasus yang ringan, tanda-tanda yang muncul sering kali tidak terlalu jelas sehingga cedera ini disalahartikan sebagai memar biasa.
Adapun beberapa keluhan yang sering muncul antara lain:
-
Muncul memar atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan pada area yang terkena benturan.
-
Rasa sakit yang menetap, terutama ketika bagian tersebut ditekan atau digunakan untuk bergerak.
-
Bengkak ringan hingga sedang di sekitar tulang yang mengalami cedera.
-
Bentuk anggota tubuh tampak tidak lurus, terutama bila terjadi pembengkokan tulang.
-
Gerakan menjadi terbatas karena nyeri dapat bertambah saat bagian tubuh tersebut digerakkan.
Diagnosis Fraktur Greenstick
Diagnosis fraktur greenstick dimulai dari wawancara medis (anamnesis) yang bertujuan untuk menggali keluhan dan riwayat cedera pasien. Dokter akan menanyakan kapan nyeri mulai dirasakan, aktivitas sebelum cedera terjadi, serta apakah terdapat riwayat jatuh, benturan, atau cedera saat berolahraga. Setelah itu, pemeriksaan fisik dilakukan pada area yang mengalami cedera untuk menilai kondisi tulang dan jaringan di sekitarnya.
Dalam proses diagnosis, dokter biasanya akan melakukan beberapa langkah berikut:
-
Pemeriksaan fisik untuk menilai adanya nyeri tekan, pembengkakan, perubahan bentuk tulang/deformitas, mati rasa, dan perubahan fungsi gerak.
-
Pemeriksaan pencitraan, seperti rontgen, untuk memastikan adanya fraktur greenstick.
Pengobatan Fraktur Greenstick
Pengobatan fraktur greenstick bertujuan untuk menjaga posisi tulang tetap stabil agar proses penyembuhan berjalan optimal. Pada anak-anak, tulang memiliki kemampuan alami untuk memperbaiki dan menyesuaikan bentuknya seiring pertumbuhan sehingga penanganan fraktur ini sering kali tidak memerlukan tindakan invasif. Jenis terapi yang dipilih juga akan bergantung pada usia anak, tingkat keparahan patah tulang, dan lokasi fraktur.
Adapun beberapa metode pengobatan fraktur greenstick meliputi:
-
Imobilisasi dengan bidai atau gips, terutama jika posisi tulang tidak mengalami pembengkokan berat. Metode ini membantu menjaga tulang tetap pada posisinya selama proses penyembuhan.
-
Operasi jarang diperlukan dan hanya dilakukan pada kasus tertentu atau bila terjadi komplikasi.
Demikian pembahasan mengenai fraktur greenstick, mulai dari jenis, penyebab, faktor risiko, gejala, hingga pengobatannya. Perlu diingat bahwa informasi yang disampaikan bertujuan sebagai edukasi kesehatan dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran medis langsung dari dokter.
Apabila anak mengalami keluhan seperti nyeri dan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, perubahan bentuk tulang, atau kesulitan menggerakkan anggota tubuh setelah terjatuh atau mengalami benturan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.
Perlu diketahui bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas dan kondisi klinis pasien. Meski demikian, tenaga medis akan tetap memastikan proses perawatan dilakukan secara aman, tepat, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien.
Untuk kemudahan layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Greenstick Fractures. Diakses pada 2026 | StatPearls. Greenstick Fracture. Diakses pada 2026 | Healthline. Recognizing a Greenstick Fracture. Diakses pada 2026 | Verywell Health. Greenstick Fractures in Children. Diakses pada 2026 | Rheumatology: Current Research. Greenstick Fractures and Its Complications. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






