Kesehatan Tubuh
Mengenal Fraktur Femur, Jenis, dan Penanganannya

Table of Contents
Cedera pada tulang paha dapat menimbulkan gangguan serius karena tulang paha memiliki peran besar dalam menopang berat badan dan memungkinkan seseorang berdiri, berjalan hingga berlari. Salah satu cedera yang cukup berat adalah fraktur femur, yaitu kondisi ketika tulang paha mengalami patah.
Kondisi ini sering berkaitan dengan benturan kuat, seperti kecelakaan atau jatuh, tetapi juga dapat terjadi pada orang dengan kepadatan tulang yang menurun seperti lansia. Mari simak artikel berikut untuk memahami lebih lengkap mengenai penyebab, gejala yang dapat muncul, jenis fraktur femur, serta penanganannya.
Apa Itu Fraktur Femur?
Fraktur femur adalah kondisi patahnya tulang paha akibat tekanan atau benturan yang kuat. Tulang femur atau tulang paha merupakan tulang paling panjang sekaligus salah satu yang paling kuat di tubuh manusia. Meskipun memiliki struktur yang kuat, tulang femur tetap dapat mengalami patah apabila terkena trauma dengan energi tinggi, misalnya akibat kecelakaan kendaraan, jatuh dari ketinggian, atau benturan keras pada paha.
Mengapa Fraktur Femur Harus Segera Ditangani?
Fraktur femur perlu segera mendapatkan penanganan medis karena tulang paha memiliki peran penting dalam menopang tubuh dan berada di dekat pembuluh darah besar. Cedera pada area ini dapat menimbulkan nyeri hebat, gangguan pergerakan, perdarahan hebat, serta risiko kerusakan jaringan di sekitarnya.
Pada beberapa kasus, fraktur femur yang disertai luka terbuka dapat menyebabkan perdarahan cukup banyak. Selain itu, lokasi patah tulang juga memengaruhi dampak yang ditimbulkan, termasuk risiko cedera pada jaringan sekitar seperti otot, saraf, dan pembuluh darah di sekitarnya.
Penyebab Fraktur Femur
Beberapa penyebab fraktur femur yang sering terjadi antara lain:
-
Kecelakaan kendaraan bermotor yang sering menimbulkan benturan kuat pada paha.
-
Jatuh dari ketinggian atau benturan langsung pada paha.
-
Jatuh dari posisi berdiri, terutama pada lansia karena kekuatan tulang telah menurun.
-
Osteoporosis yang membuat tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah.
-
Tumor atau infeksi tulang yang dapat melemahkan struktur tulang.
-
Penggunaan obat tertentu, seperti bifosfonat dalam jangka panjang yang dapat memengaruhi kekuatan tulang.
Apa yang Dirasakan Ketika Mengalami Fraktur Femur?
Fraktur femur biasanya menimbulkan nyeri hebat yang terasa langsung setelah terjadi benturan kuat atau jatuh yang menyebabkan patah tulang. Rasa nyeri sering terasa semakin intens ketika penderita mencoba berdiri atau menumpukan berat badan pada kaki yang cedera.
Selain rasa nyeri, beberapa tanda lain yang dapat muncul antara lain:
-
Pembengkakan paha.
-
Muncul perubahan warna kulit, seperti memar.
-
Bentuk paha terlihat tidak simetris atau tampak berubah dari sebelumnya.
-
Kaki yang cedera terlihat lebih pendek dibandingkan kaki yang sehat.
-
Gerak terbatas karena nyeri.
-
Pasien tidak dapat berdiri dan berjalan.
-
Tulang menonjol atau dapat menembus kulit.
Jenis Fraktur Femur
Fraktur femur dapat dibedakan berdasarkan lokasi patah tulang. Perbedaan ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan cedera dan metode penanganan yang paling tepat. Berikut ini beberapa jenisnya berdasarkan lokasi fraktur:
1. Fraktur Femur Proksimal
Fraktur femur proksimal terjadi pada bagian atas tulang paha atas yang berada dekat dengan sendi panggul. Cedera ini cukup sering terjadi pada orang lanjut usia dan banyak berkaitan dengan osteoporosis yang membuat tulang menjadi lebih rapuh.
2. Fraktur Femur Shaft
Fraktur femur shaft adalah patah tulang yang terjadi pada bagian tengah atau batang utama tulang paha. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh trauma dengan energi tinggi, seperti kecelakaan kendaraan, benturan keras pada paha, atau jatuh dari ketinggian. Pada orang dengan osteoporosis, patah tulang juga dapat terjadi akibat benturan yang lebih ringan karena kekuatan tulang sudah menurun.
Pada jenis ini, tarikan otot di sekitar paha dapat menyebabkan pergeseran fragmen tulang sehingga posisi kaki tampak berubah atau lebih pendek. Selain itu, fraktur pada batang femur dapat menyebabkan perdarahan internal yang cukup besar karena area patahan berdekatan dengan pembuluh darah besar, sehingga memerlukan penanganan medis segera.
3. Fraktur Femur Distal
Fraktur femur distal merupakan patah tulang yang terjadi pada bagian bawah tulang paha atau di atas sendi lutut. Cedera ini sering terjadi akibat benturan kuat pada lutut dalam posisi menekuk, misalnya saat lutut terbentur keras saat kecelakaan kendaraan.
Selain kerusakan tulang, cedera pada area ini juga kerap disertai gangguan pada ligamen, tulang rawan, atau jaringan lunak di sekitar sendi lutut. Selain itu, fraktur juga dapat dibedakan berdasarkan kondisi luka, yang meliputi:
-
Fraktur tertutup, yaitu patah tulang tanpa luka pada kulit.
-
Fraktur terbuka, yaitu kondisi tulang yang patah menembus kulit atau fraktur disertai luka terbuka di sekitarnya.
Jika mengalami fraktur terbuka, pasien lebih berisiko mengalami infeksi karena luka terbuka dapat menjadi sumber infeksi. Oleh karena itu, fraktur terbuka pada tulang manapun merupakan kegawatdaruratan medis di bidang ortopedi.
Komplikasi Fraktur Femur
Fraktur femur maupun tindakan operasinya dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Risiko ini bergantung pada tingkat keparahan cedera, kondisi kesehatan pasien, serta metode penanganan yang digunakan. Beberapa di antaranya adalah:
-
Gangguan penyembuhan tulang
Tulang yang patah kadang tidak menyatu (nonunion) atau menyatu dalam posisi tidak lurus, bengkok, miring, atau memendek (malunion). -
Infeksi
Risiko infeksi dapat meningkat pada fraktur terbuka, tetapi tetap mungkin terjadi pada semua jenis fraktur setelah tindakan bedah. -
Sindrom kompartemen akut
Peningkatan tekanan dalam otot dapat mengganggu aliran darah dan merusak jaringan sekitarnya, sehingga memerlukan penanganan segera. -
Deep vein thrombosis (DVT)
Pembekuan darah di pembuluh vena yang terjadi akibat imobilisasi berkepanjangan. -
Emboli lemak
Lemak dari sumsum tulang dapat masuk ke aliran darah dan menimbulkan gangguan pada paru-paru, seperti sesak napas atau penurunan kesadaran. -
Kerusakan pembuluh darah atau saraf
Ujung tulang yang tajam kadang bisa melukai pembuluh darah atau saraf di sekitar area fraktur, tetapi kondisi ini relatif jarang terjadi.
Penanganan Fraktur Femur
Fraktur femur termasuk cedera serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Dokter akan menilai lokasi patah tulang, bentuk fraktur, serta kondisi kesehatan pasien sebelum menentukan metode penanganan yang paling sesuai. Beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam penanganan fraktur femur meliputi:
-
Operasi reduksi terbuka dengan fiksasi internal (ORIF)
Operasi terbuka dengan menyusun kembali posisi tulang yang patah, kemudian menahannya menggunakan alat implan. -
Operasi reduksi terbuka dengan fiksasi eksternal (OREF)
Operasi terbuka menggunakan pen logam yang dipasang pada tulang dan dihubungkan dengan rangka penyangga di luar tubuh. Biasanya digunakan sementara pada kondisi trauma berat. -
Operasi penggantian sendi panggul
Pada kasus tertentu, biasanya pada pasien lansia dengan fraktur femur proksimal dokter dapat menyarankan penggantian sebagian atau seluruh sendi panggul apabila kerusakan tulang cukup luas. -
Penggunaan gips atau alat penyangga
Pada beberapa kondisi tertentu, terutama pada anak atau jenis fraktur tertentu di dekat lutut, imobilisasi dengan gips atau brace dapat digunakan untuk menjaga posisi tulang.
Setelah tindakan utama dilakukan, pasien umumnya dianjurkan menjalani fisioterapi untuk membantu memulihkan kekuatan otot dan kemampuan bergerak. Latihan berjalan biasanya dimulai secara bertahap setelah operasi sesuai dengan kondisi pasien.
Demikian pembahasan mengenai fraktur femur, mulai dari penyebab hingga penanganan serta komplikasinya. Perlu dipahami bahwa informasi ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran medis langsung dari dokter.
Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan seperti nyeri paha hebat, pembengkakan, deformitas, atau kesulitan berjalan setelah cedera, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat.
Perlu diketahui bahwa proses pemeriksaan dan perawatan fraktur femur dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung fasilitas yang tersedia, lokasi dan jenis patah tulang, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Meski demikian, tenaga medis akan berupaya memberikan perawatan yang aman dan tepat untuk membantu proses penyembuhan dan memulihkan fungsi kaki.
Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Broken Femur. Diakses pada 2026 | Verywell Health. Broken Femur: Causes and Treatment. Diakses pada 2026 | StatPearls. Femoral Shaft Fractures. Diakses pada 2026 | ScienceDirect. Epidemiology of proximal femoral fractures. Diakses pada 2026 | StatPearls. Distal Femur Fractures. Diakses pada 2026 | Medicina. Proximal Femoral Fractures in the Elderly: A Few Things to Know, and Some to Forget. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






