Kesehatan Tubuh
Apa Itu Perikarditis? Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Table of Contents
Perikarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada jaringan tipis atau selaput pembungkus jantung (perikardium). Adapun fungsi perikardium adalah melindungi dan menjadi pelumas jantung untuk mencegah gesekan dan infeksi, serta menjaga jantung tetap berada di posisinya.
Perikarditis sering menyebabkan nyeri dada tajam. Nyeri dada tersebut terjadi saat lapisan perikardium yang teriritasi saling bergesekan. Untuk memahami perikarditis lebih dalam, artikel ini akan mengupas beberapa penyebab, gejala, dan cara mengobatinya. Simak informasi berikut.
Apa Itu Perikarditis?

Perikarditis adalah kondisi medis yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada jaringan tipis pelindung jantung atau disebut juga sebagai perikardium. Kondisi ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan memengaruhi kualitas hidup pasien.
Pada kebanyakan kasus, perikarditis adalah kondisi ringan yang biasanya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Namun, dalam kondisi yang lebih parah, perikarditis memerlukan penggunaan obat-obatan hingga operasi. Identifikasi dan pengobatan perikarditis secara tepat dapat mengurangi kemungkinan komplikasi jangka panjang.
Penyebab Perikarditis
Penyebab perikarditis sering kali sulit dideteksi, bahkan pada beberapa kasus tidak diketahui penyebabnya (perikarditis idiopatik). Namun, umumnya perikarditis disebabkan oleh serangan jantung, penyakit autoimun, hingga bakteri. Adapun bakteri penyebab perikarditis di antaranya adalah Staphylococcus, Streptococcus, dan Pneumococcus. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai penyebab perikarditis:
-
Respons sistem kekebalan tubuh terhadap kerusakan pada jantung akibat serangan jantung atau operasi jantung (Dressler syndrome).
-
Bakteri Staphylococcus, Streptococcus, dan Pneumococcus.
-
Infeksi virus seperti Covid-19 atau virus lainnya (rubella, influenza).
-
Penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis.
-
Cedera pada jantung atau dada.
-
Kondisi kesehatan kronis, seperti gagal ginjal.
-
Kanker dari organ lain yang menyebar ke perikardium.
-
Paparan radiasi dari radioterapi, khususnya pada pasien dengan kanker payudara dan kanker paru.
Perikarditis idiopatik terjadi ketika penyebab spesifik tidak dapat ditentukan meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang cermat. Meski begitu, dengan mengidentifikasi kemungkinan penyebab perikarditis, dokter dapat merencanakan pengobatan dan perawatan yang tepat bagi pasien. Pemeriksaan medis, tes laboratorium, dan pemeriksaan EKG dapat membantu dokter untuk mendiagnosis serta mencari penyebab yang mendasarinya.
Gejala Perikarditis
Gejala perikarditis dapat bervariasi pada setiap orang. Beberapa gejala umum perikarditis adalah sebagai berikut:
-
Nyeri dada: Nyeri dada tajam seperti ditusuk adalah gejala yang paling umum dari perikarditis. Nyeri ini dapat dirasakan di bagian tengah atau sisi kiri dada dan sering kali memburuk saat sedang mengambil napas dalam, batuk, menelan, atau sedang berbaring. Nyeri dada dapat menjalar hingga ke pundak dan lengan.
-
Napas pendek: Perikarditis dapat menyebabkan kesulitan bernapas atau napas pendek. Penderita mungkin merasa sesak napas atau tidak dapat bernapas dengan nyaman terutama saat sedang berbaring.
-
Palpitasi: Palpitasi merujuk pada detak jantung yang tidak normal atau berdebar-debar. Ini bisa menjadi gejala perikarditis yang sering dialami pasien.
-
Batuk: Beberapa pasien perikarditis juga mengalami batuk yang berkaitan dengan peradangan di sekitar jantung.
-
Kelelahan: Rasa lelah yang berlebihan atau tidak wajar adalah salah satu gejala perikarditis. Penderita mungkin merasa lemah atau kehilangan energi secara berlebihan.
-
Demam: Penderita juga dapat mengalami demam ringan hingga demam sedang.
-
Tungkai atau perut membengkak.
Diagnosis Perikarditis
Dokter dapat menggunakan beberapa metode untuk mendiagnosis perikarditis. Berikut adalah beberapa prosedur diagnostik yang umum dilakukan oleh dokter:
1. Menanyakan Riwayat Medis
Pertama, dokter akan mengumpulkan informasi tentang gejala yang tengah dialami oleh pasien dan riwayat medisnya. Hal ini meliputi pertanyaan tentang nyeri dada, gangguan napas, riwayat penyakit sebelumnya, serta riwayat infeksi atau cedera pada dada.
2. Pemeriksaan Fisik
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda perikarditis. Hal ini termasuk mendengarkan suara jantung menggunakan stetoskop untuk mendeteksi adanya suara gesekan perikardial abnormal (pericardial friction rub).
3. Tes Darah
Dokter mungkin juga akan melakukan tes darah untuk mencari tanda-tanda peradangan atau infeksi dalam tubuh pasien. Tes darah ini dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi penyebab penyakit perikarditis, seperti keberadaan infeksi virus atau bakteri.
4. Rontgen Dada
Prosedur diagnostik selanjutnya adalah foto rontgen dada yang bertujuan untuk melihat kondisi keseluruhan organ jantung serta paru-paru pasien. Selain itu, jika terdapat kondisi efusi (penumpukan cairan) perikardium, maka jantung akan terlihat membesar.
5. Elektrokardiogram (EKG)
EKG atau elektrokardiogram adalah sebuah prosedur tes yang berfungsi untuk merekam aktivitas listrik jantung. Prosedur ini dapat membantu dokter dalam melakukan skrining jantung terkait dengan kemungkinan adanya penyakit perikarditis pada pasien.
6. Ekokardiogram
Ekokardiogram merupakan metode pemeriksaan menggunakan gelombang suara atau ultrasonik untuk menghasilkan gambar jantung. Tindakan ini dapat membantu dokter untuk melihat tanda-tanda peradangan atau cairan di sekitar jantung pasien.
7. Pemeriksaan CT Scan atau MRI
Pemeriksaan perikarditis selanjutnya dari perikarditis adalah CT scan atau MRI. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan pengecekan tambahan, seperti CT scan atau MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih rinci dari jantung dan perikardium penderita, seperti apakah ada penebalan, peradangan, atau perubahan lain pada perikardium.
Pengobatan Perikarditis
Pengobatan untuk perikarditis bergantung pada penyebab yang mendasarinya, tingkat keparahan gejala, dan adanya komplikasi. Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk meredakan gejala, mengurangi peradangan, dan mencegah kambuhnya perikarditis. Berikut adalah beberapa pendekatan pengobatan umum untuk perikarditis:
1. Obat-obatan
Sebagai upaya pengobatan, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri dan lainnya dengan tujuan berbeda. Berikut adalah beberapa obat yang biasa diresepkan oleh dokter.
-
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS): Obat-obatan, seperti ibuprofen atau aspirin sering kali menjadi pilihan pertama untuk mengurangi peradangan di perikardium dan meredakan nyeri dada.
-
Colchicine: Obat lain dari perikarditis adalah kolkisin. Obat ini dapat dikombinasikan dengan OAINS atau dijadikan sebagai alternatif OAINS untuk membantu mengurangi peradangan.
-
Kortikosteroid: Dalam beberapa kasus, kortikosteroid dapat diresepkan untuk mengurangi peradangan ketika obat-obatan lain seperti OAINS dan kolkisin tidak efektif atau ketika perikarditis sangat parah.
-
Antibiotik: Jika penyebab perikarditis adalah infeksi bakteri, maka antibiotik dapat diresepkan.
2, Perikardiosintesis
Pada kasus di mana terjadi akumulasi cairan dalam jumlah besar di dalam perikardium (efusi perikardial) yang menyebabkan gejala signifikan atau mengganggu fungsi jantung, maka perlu dilakukan prosedur yang disebut perikardiosintesis. Prosedur ini melibatkan pengeluaran timbunan cairan dari perikardium menggunakan jarum atau kateter agar pompa jantung dapat kembali normal.
3. Perikardiektomi
Perikardiektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh bagian perikardium yang bermasalah. Prosedur ini biasanya dilakukan jika terjadi perikarditis konstriktif atau kondisi di mana perikardium mengalami penebalan, kekakuan, dan pembatasan gerakan jantung.
Jika Anda bertanya apakah perikarditis berbahaya, tentunya kondisi ini sebaiknya jangan diabaikan atau dianggap remeh karena bisa menjadi tanda kondisi medis yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu dapat membantu mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang sesuai.
Demikian pembahasan lengkap mengenai perikarditis, mulai dari pengertian, penyebab, gejala, hingga pengobatannya. Perlu dicatat bahwa informasi di atas ditulis dengan tujuan untuk edukasi semata sehingga tidak dapat dijadikan acuan atau menggantikan diagnosis serta saran dokter.
Jika Anda mengalami gejala dan keluhan yang menandakan perikarditis, seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, dan jantung berdebar-debar, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, dokter dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, memberikan diagnosis yang akurat, dan perawatan yang tepat.
Untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit jantung, termasuk perikarditis, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Untuk itu, Anda dapat memesan paket medical check up Skrining Jantung untuk memeriksa kesehatan jantung Anda. Dengan demikian, Anda dapat mendeteksi berbagai penyakit jantung sejak dini dan segera melakukan perawatan untuk mencegah komplikasi.
Untuk pemesanan yang lebih mudah, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk menikmati berbagai fitur dan layanan Siloam Hospitals secara praktis, mulai dari memeriksa jadwal dokter terkait, membuat janji temu, hingga melihat hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang juga untuk perjalanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan efisien.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000







