Kesehatan Tubuh
Ukuran Detak Jantung Normal sesuai Usia

Table of Contents
Detak jantung normal setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung oleh usia, tingkat kebugaran, dan juga aktivitas yang tengah dilakukan. Mengetahui detak jantung normal per menit (bpm/beats per minute) penting sebagai langkah awal mengenali gangguan kesehatan, terutama masalah jantung.
Mari simak artikel berikut ini untuk mengenal detak jantung normal sesuai usia, cara menghitung detak jantung, hingga sejumlah kondisi medis yang ditandai dengan detak jantung abnormal.
Berapa Detak Jantung Normal per Menit?
Detak jantung, kekuatan jantung, serta irama jantung dapat diketahui dengan menghitung denyut nadi. Jika denyut nadi terlalu cepat atau lambat, hal ini dapat mengindikasikan sejumlah kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian medis. Namun, perlu dipahami bahwa jumlah denyut nadi setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung dari kelompok usia.
Denyut nadi seseorang ketika tidur atau istirahat pun cenderung rendah, berbeda dengan denyut nadi saat berolahraga yang cenderung lebih tinggi.
Berikut adalah rentang detak jantung normal saat istirahat, dilansir dari Kemenkes:
-
Bayi baru lahir hingga usia 1 tahun: 100–160 bpm.
-
Bayi atau anak usia 1–10 tahun: 70–120 bpm.
-
Anak-remaja usia 11–17 tahun: 60–100 bpm.
-
Orang dewasa: 60–100 bpm.
Denyut nadi bayi dan anak-anak cenderung lebih tinggi daripada orang dewasa karena kelompok usia tersebut membutuhkan suplai darah yang lebih banyak. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras dan detaknya menjadi lebih cepat agar kebutuhan tersebut bisa terpenuhi. Sementara itu, pada atlet atau individu yang sangat bugar, detak jantung saat istirahat dapat lebih rendah dari 60 bpm tanpa menandakan penyakit.
Kapan Detak Jantung Dianggap Tidak Normal?
Detak jantung perlu diperhatikan bila:
-
Berada di luar rentang detak jantung normal per menit sesuai usia.
-
Irama tidak teratur.
-
Disertai gejala lain seperti pusing, lemas, sesak napas, nyeri dada.
-
Tidak ada penyebab yang jelas. Misalnya jantung berdetak terlalu cepat atau terlalu rendah (di bawah 60 bpm) saat sedang beristirahat.
Jika muncul gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
Faktor yang Memengaruhi Detak Jantung
Tinggi, normal, atau rendahnya detak jantung dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
-
Aktivitas fisik: Saat berolahraga, detak jantung cenderung meningkat seiring dengan intensitas aktivitas yang dilakukan. Pasalnya, jantung memompa lebih banyak darah untuk menyalurkan oksigen ke otot-otot yang sedang bekerja.
-
Posisi tubuh: Detak jantung seseorang ketika berdiri, beristirahat, atau duduk biasanya sama. Namun, detak jantung mungkin akan meningkat saat seseorang berdiri dari posisi duduk dan akan kembali berdetak normal setelah beberapa menit.
-
Suhu tubuh: Peningkatan suhu tubuh dapat membuat detak jantung lebih cepat.
-
Emosi: Detak jantung akan lebih cepat saat seseorang merasa stres, cemas, senang, atau sedih.
-
Ukuran tubuh: Penderita obesitas cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi daripada seseorang tanpa obesitas.
-
Penggunaan obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti beta-blocker dan calcium channel blocker, dapat memperlambat detak jantung.
-
Kondisi medis: Penyakit jantung dan kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat menyebabkan detak jantung menjadi lebih lambat.
Cara Menghitung Detak Jantung Normal secara Mandiri
Waktu terbaik untuk mengukur detak jantung normal adalah saat tubuh beristirahat, yaitu ketika sedang rileks atau duduk dengan tenang selama beberapa saat. Tunggu setidaknya 1–2 jam sebelum mengukur detak jantung, jika:
-
Mengalami peristiwa yang membuat stres.
-
Berolahraga.
-
Mengonsumsi kafein.
-
Berdiri dalam waktu lama.
Detak jantung dapat diukur dengan menghitung denyut nadi. Denyut nadi dapat ditemukan dengan mudah di area pergelangan tangan, bagian dalam siku, salah satu sisi leher, dan bagian punggung kaki. Cara menghitung detak jantung normal paling umum dilakukan dengan melihat denyut nadi di pergelangan tangan dan leher.
Cara mengukur di pergelangan tangan:
-
Letakkan dua jari (jari telunjuk dan tengah) dengan lembut di bagian dalam pergelangan tangan yang berlawanan, tepat di bawah pangkal ibu jari. Hindari menggunakan ibu jari karena dapat membuat perhitungannya menjadi kurang akurat.
-
Tekan jari secara lembut dan rasakan denyut nadi pada bagian tersebut.
-
Hitung denyut nadi selama 30 detik, kemudian kalikan dengan 2 untuk mengetahui kecepatan detak jantung. Cara ini juga dapat dilakukan dengan menghitung denyut nadi selama 10 detik lalu kalikan dengan 6. Namun, hasilnya akan lebih maksimal apabila perhitungannya dilakukan selama 1 menit penuh.
Cara mengukur di leher:
Untuk mendapatkan ukuran detak jantung normal di leher, langkah-langkahnya sebetulnya tidak jauh berbeda. Letakkan jari telunjuk dan jari tengah di sisi leher bagian depan, tepat di bawah tulang rahang. Denyut nadi biasanya terasa lebih kuat di area tersebut.
Mengukur detak jantung dengan smartwatch, apakah akurat?
Cara praktis dalam menghitung detak jantung normal per menit juga dapat dilakukan dengan memakai jam tangan pintar (smartwatch). Alat ini cenderung akurat dalam menghitung detak jantung, terutama saat istirahat. Keuntungan lainnya, alat ini bisa digunakan untuk memantau detak jantung sepanjang hari, termasuk saat tidur. Adapun perangkat lain yang bisa menghitung detak jantung adalah:
-
Mesin pengukur tekanan darah.
-
Pulse oximeters.
-
Chest-band devices (mendeteksi aktivitas listrik jantung).
Gangguan Kecepatan Detak Jantung
Kecepatan detak jantung bisa mengalami gangguan atau menjadi tidak normal. Pada kondisi ini, detak jantung bisa terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia). Berikut masing-masing penjelasannya.
A. Takikardia
Takikardia adalah istilah yang digunakan saat denyut jantung lebih dari 100 bpm. Denyut jantung yang tinggi tidak selalu merupakan tanda masalah. Hal ini bisa menjadi tanda atau gejala kondisi lain yang mungkin bersifat sementara. Umumnya, takikardia dapat disebabkan oleh:
-
Aritmia (detak jantung tidak teratur). Kondisi ini paling sering dipicu oleh fibrilasi atrium, namun bisa juga disebabkan oleh kondisi jantung lainnya, seperti miokarditis atau penyakit jantung koroner.
-
Kondisi medis lain, seperti anemia, hipertiroidisme, tumor, dan sepsis (respons sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali terhadap infeksi).
-
Obat-obatan tertentu, termasuk antidepresan trisiklik dan obat asma albuterol.
-
Syok (kondisi saat tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup).
-
Asupan kafein berlebih.
-
Kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol.
-
Obesitas.
-
Faktor psikologis, seperti cemas dan stres.
B. Bradikardia
Sebaliknya, bradikardia adalah kondisi ketika detak jantung lambat, yaitu di bawah 60 bpm. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan bradikardia, di antaranya:
-
Trauma dada.
-
Kondisi medis, seperti hipotiroidisme, penyakit jantung, anoreksia, penyakit Lyme, dan distrofi otot.
-
Konsumsi obat-obatan, seperti calcium channel blocker dan beta-blocker.
-
Obat-obatan, seperti ganja dan beberapa jenis narkotika.
-
Atlet. Atlet umumnya memiliki denyut jantung yang lebih rendah karena otot jantungnya berada dalam kondisi yang sangat baik sehingga tidak perlu bekerja dengan keras.
-
Tidur. Denyut jantung juga bisa lebih rendah saat seseorang tengah tidur.
Bila detak jantung terasa terlalu cepat, terlalu lambat, tidak teratur, atau keluhan tetap berlanjut meski sudah pernah diperiksa, mendapatkan second opinion dari dokter spesialis jantung dapat menjadi langkah bijak. Pendapat medis tambahan membantu memastikan diagnosis, meninjau kembali hasil pemeriksaan seperti EKG atau ekokardiografi, serta mempertimbangkan pilihan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi pasien.
Cara Menjaga Detak Jantung Tetap Normal
Menjaga kesehatan jantung, termasuk menjaga detak jantung tetap normal, dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari, seperti:
-
Diet sehat jantung yang kaya akan sayur, buah, kacang-kacangan, dan makanan bergizi.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Tetap aktif dengan berolahraga secara rutin.
-
Membatasi atau menghentikan kebiasaan merokok.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Jika merasakan jantung berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat secara tiba-tiba disertai dengan keluhan nyeri pada dada, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.
Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.
Untuk memudahkan Anda mendapatkan pengobatan yang sesuai, hubungi layanan Siloam Medical Concierge. Dengan layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis dan akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini berstandar pelayanan internasional yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda di Siloam International Hospitals.
Sumber
Kemenkes. Denyut Nadi Normal dan Cara Menghitungnya. Diakses pada 2024 | WebMD. How to Lower Your Heart Rate. Diakses pada 2024 | American Heart Association. All About Heart Rate. Diakses pada 2024 | Health. What Is an Average Heart Rate?. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. What's a normal resting heart rate?. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Denyut Nadi Normal dan Cara Menghitungnya. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Resiko Metabolik
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp2.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Olahraga
Skrining Jantung, Skrining Pelari
13 Service/Item
Rp2.000.000







