Kenali Gejala Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

Kenali Gejala Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

24 Juli 2026 5 menit waktu baca
gejala penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah koroner yang memasok oksigen dan nutrisi ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan, umumnya akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis). Akibatnya, aliran darah menuju otot jantung berkurang sehingga jantung tidak memperoleh oksigen yang cukup untuk bekerja secara optimal.

 

Kondisi ini sering berkembang secara perlahan dan pada tahap awal dapat tidak menimbulkan keluhan. Namun, ketika penyempitan semakin berat atau aliran darah ke jantung terganggu secara signifikan, berbagai gejala dapat muncul. Mari kenali gejala penyakit jantung koroner agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

 

Gejala Penyakit Jantung Koroner

 

Gejala penyakit jantung koroner dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada tingkat penyempitan pembuluh darah, luasnya gangguan aliran darah, serta kondisi kesehatan masing-masing. Bahkan, sebagian penderita tidak mengalami gejala hingga penyakit sudah berada pada tahap yang lebih lanjut.

 

Berikut beberapa gejala yang paling sering ditemukan.

 

1. Nyeri Dada (Angina)

 

Nyeri dada merupakan ciri jantung koroner yang sering ditemui. Keluhan ini terjadi karena otot jantung tidak memperoleh pasokan darah dan oksigen yang cukup.

 

Nyeri dada dapat dirasakan sebagai:

 

  • Dada terasa tertekan atau tertindih.

  • Dada terasa diremas atau sesak.

  • Sensasi terbakar atau rasa tidak nyaman di dada.

  • Nyeri yang menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, punggung, atau ulu hati.

 

Nyeri dada sering muncul saat melakukan aktivitas fisik, mengalami stres emosional, berada di udara dingin, atau setelah makan dalam porsi besar. Pada banyak kasus, keluhan membaik setelah beristirahat. Namun, apabila nyeri muncul saat beristirahat, berlangsung lebih lama, atau semakin berat, kondisi tersebut perlu segera dievaluasi karena dapat mengarah pada sindrom koroner akut.

 

2. Sesak Napas

 

Sesak napas dapat terjadi karena otot jantung yang kekurangan oksigen tidak mampu bekerja secara optimal sehingga kemampuan jantung memompa darah menurun. Akibatnya, penderita dapat merasa mudah terengah-engah, terutama saat berjalan, menaiki tangga, atau melakukan aktivitas yang sebelumnya tidak menimbulkan keluhan.

 

3. Mudah Lelah

 

Penderita penyakit jantung koroner dapat merasa cepat lelah, lemas, atau tidak bertenaga meskipun hanya melakukan aktivitas ringan. Kondisi ini terjadi karena jantung tidak mampu mengalirkan darah dan oksigen secara optimal untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

 

4. Keringat Dingin

 

Keringat dingin yang muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi salah satu tanda berkurangnya aliran darah ke otot jantung, terutama bila disertai nyeri dada, sesak napas, atau rasa tidak nyaman di dada.

 

5. Mual atau Muntah

 

Sebagian penderita, terutama wanita, dapat mengalami mual, muntah, atau rasa tidak nyaman pada ulu hati. Keluhan ini sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan sehingga penderita terlambat mendapatkan pemeriksaan.

 

6. Jantung Berdebar, Pusing, atau Pingsan

 

Pada sebagian penderita, penyakit arteri koroner dapat memengaruhi irama jantung sehingga timbul keluhan berupa jantung berdebar, pusing, atau bahkan kehilangan kesadaran. Meskipun tidak selalu disebabkan oleh penyakit jantung koroner, gejala tersebut tetap memerlukan evaluasi oleh dokter, terutama jika muncul bersamaan dengan nyeri dada atau sesak napas.

 Tanda Penyakit Jantung Koroner

 

Gejala yang Sering Tidak Disadari

 

Tidak semua penderita mengalami nyeri dada yang khas. Sebagian orang hanya merasakan keluhan yang tampak ringan, seperti:

 

  • Cepat lelah tanpa sebab yang jelas.

  • Sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.

  • Rasa tidak nyaman pada bahu, punggung, leher, rahang, atau ulu hati.

  • Penurunan kemampuan melakukan aktivitas dibandingkan biasanya.

 

Karena gejalanya tidak khas, keluhan tersebut sering dianggap sebagai kelelahan, gangguan lambung, atau proses penuaan. Padahal, pada sebagian kasus, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya penyakit jantung koroner.

 

Apakah Gejala Jantung Koroner Berbeda pada Wanita, Lansia, dan Penyandang Diabetes?

 

Ya. Wanita, lansia, dan penyandang diabetes lebih sering mengalami gejala yang tidak khas dibandingkan pria usia lebih muda. Karena gejalanya sering menyerupai kondisi lain, penyakit jantung koroner pada kelompok ini berisiko lebih lambat terdiagnosis apabila tidak segera dilakukan pemeriksaan.

 

Kapan Harus Segera ke IGD?

 

Segera menuju instalasi gawat darurat atau mencari pertolongan medis apabila mengalami:

 

  • Nyeri dada yang berlangsung lebih dari 15–20 menit.

  • Nyeri dada yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung.

  • Sesak napas berat.

  • Keringat dingin yang disertai mual atau muntah.

  • Pingsan atau penurunan kesadaran.

 

Keluhan tersebut dapat merupakan tanda serangan jantung yang memerlukan penanganan segera. Apabila memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk mengantar ke rumah sakit atau hubungi layanan kegawatdaruratan.

 

Diagnosis Jantung Koroner

 

Untuk memastikan penyebab gejala yang dialami, dokter akan menanyakan riwayat keluhan, riwayat penyakit, penggunaan obat-obatan, serta faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, maupun riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

 

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan. Dokter juga akan mempertimbangkan kemungkinan kondisi lain yang dapat menimbulkan gejala serupa, seperti gangguan paru, gangguan saluran cerna, atau kelainan pada otot dan tulang.

 

Pemeriksaan Penyakit Jantung Koroner

 

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit jantung koroner meliputi:

 

Elektrokardiogram (EKG)

 

EKG adalah pemeriksaan yang merekam aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi gangguan irama jantung maupun tanda-tanda berkurangnya aliran darah atau kerusakan pada otot jantung.

 

Treadmill Test

 

Treadmill test ini dilakukan untuk menilai respons jantung saat bekerja lebih keras melalui aktivitas fisik di atas treadmill atau sepeda statis. Tes ini membantu mendeteksi gangguan aliran darah ke otot jantung yang mungkin tidak tampak saat tubuh sedang beristirahat.

 

CT Coronary Angiography

 

CT coronary angiography menggunakan CT scan dan zat kontras untuk menghasilkan gambaran pembuluh darah koroner secara detail. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner.

 

Kateterisasi Jantung (Coronary Angiography)

 

Kateterisasi jantung dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung untuk melihat kondisi pembuluh darah koroner secara langsung. Selain membantu menegakkan diagnosis, prosedur ini juga memungkinkan dokter melakukan tindakan intervensi koroner perkutan (PCI), seperti balon angioplasti dan pemasangan stent, apabila ditemukan penyumbatan yang memerlukan penanganan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Jangan abaikan keluhan berupa nyeri dada, sesak napas, atau mudah lelah yang muncul berulang, terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

 

Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius, seperti serangan jantung, gagal jantung, maupun gangguan irama jantung. Dokter akan menentukan pemeriksaan yang paling sesuai dengan kondisi Anda serta menyusun rencana penanganan berdasarkan hasil evaluasi medis secara menyeluruh.

 

Penting untuk diketahui bahwa gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi penyakit jantung koroner. Artinya, penyebab dan gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit jantung lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion dokter spesialis

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail