Kapan Harus ke Dokter saat Nyeri Dada? Perhatikan Tandanya
Kesehatan Tubuh

Kapan Harus ke Dokter saat Nyeri Dada? Perhatikan Tandanya

18 Agustus 2025 6 menit waktu baca
kapan harus ke dokter saat nyeri dada

 

Nyeri dada sering kali mengindikasikan masalah jantung yang dapat berujung pada kondisi serius. Biasanya, nyeri dada yang disebabkan oleh gangguan atau penyakit jantung tidak membaik dalam beberapa menit. Lantas, kapan Anda harus ke dokter saat nyeri dada? Mari kenali tanda-tandanya melalui pembahasan di bawah ini.

 

Kapan Harus ke Dokter saat Nyeri Dada?

 

Semua kondisi nyeri dada perlu diperiksa atau dievaluasi oleh dokter, termasuk ketika penyebab nyeri sudah terlihat jelas secara fisik di dada, seperti adanya luka bakar di area dada, trauma ringan, memar, dan penyebab lainnya di area dada. 

 

Apabila penyebabnya tidak terlihat, nyeri dada, terutama yang tidak membaik atau bahkan semakin parah dalam hitungan menit, hal tersebut bisa mengindikasikan kondisi jantung yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

 

Nyeri dada dapat disebabkan oleh banyak faktor. Nyeri dada yang membaik dalam hitungan detik dan tidak disertai keluhan penyerta lainnya bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, nyeri dada yang konstan atau justru semakin memburuk seiring waktu perlu segera diperiksakan.

 

Meskipun nyeri dada sering kali disebabkan oleh nyeri ulu hati yang menjalar sampai ke dada, seperti ketika asam lambung naik, kondisi tersebut perlu dievaluasi sehingga bisa ditangani segera dan tidak berkembang menjadi lebih parah. Nyeri dada perlu ditangani oleh tenaga medis di IGD apabila disertai dengan gejala berikut: 

 

  • Nyeri dada karena kondisi angina, yaitu nyeri dada seperti ditekan yang menjalar ke lengan dan dagu yang tidak membaik dengan istirahat dan gejalanya seiring waktu semakin berat.

  • Sesak napas yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.

  • Penumpukan cairan di kaki, tungkai, pergelangan kaki, dan terkadang di sekitar perut. Biasanya gejala ini disertai dengan pembengkakan dan bisa memperburuk sesak napas.

  • Palpitasi jantung (sensasi ketika jantung berdegup kencang) yang disertai dengan pusing hingga menyebabkan pingsan.

 

Bagaimana Cara Mengetahui Nyeri Dada akibat Masalah pada Jantung?

 

Nyeri dada terkadang hanya berlangsung dalam hitungan detik dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan berkepanjangan. Namun, beberapa kondisi nyeri dada dapat disertai dengan sejumlah gejala yang mengkhawatirkan, seperti sesak napas, mual, muntah, keringat berlebih, dan pingsan atau penurunan kesadaran.

 

Secara umum, nyeri dada bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah satu penyebab yang paling sering adalah asam lambung naik. Saat asam lambung naik, nyeri dada yang dirasakan di ulu hati dapat menjalar hingga ke punggung dan sering kali ke tenggorokan. Kondisi ini juga disertai rasa pahit atau sesuatu yang seperti mengganjal di tenggorokan. 

 

Nyeri karena asam lambung naik biasanya disebabkan oleh terlambat makan, konsumsi pemicu asam lambung naik, seperti kafein, makanan pedas dan asam, serta stres. Nyeri dada karena asam lambung naik biasanya tidak dipicu atau bertambah parah karena aktivitas berat. 

 

Sementara itu, nyeri dada yang dipicu karena aktivitas berat, seperti naik tangga, berjalan menanjak, serta olahraga, dapat dicurigai sebagai nyeri dada karena masalah jantung. Tidak jarang, nyeri dada akibat masalah jantung menjalar ke bagian-bagian tubuh lainnya, seperti leher, rahang, punggung, bagian dalam lengan kiri, dan perut. 

 

Intensitas nyeri biasanya tidak berkurang ketika seseorang berubah posisi. Pada angina stabil, nyeri akan bertambah berat saat beraktivitas dan berkurang setelah istirahat. Sedangkan pada angina tidak stabil, nyeri bisa memburuk apabila penderitanya tetap melakukan aktivitas fisik.

Kondisi Nyeri Dada yang Berkaitan dengan Gangguan Jantung

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, nyeri dada sering kali menandakan masalah atau gangguan pada jantung. Berikut adalah beberapa jenis gangguan jantung yang kerap kali menyebabkan rasa nyeri di dada:

 

1. Angina

 

Angina atau angin duduk memiliki gejala yang terasa seperti rasa sakit atau tekanan di dada. Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak mendapatkan cukup darah kaya oksigen. Selain nyeri dada, angina juga dapat menyebabkan nyeri di bagian tubuh lain, seperti leher, bahu, punggung, rahang, dan lengan kiri.

 

Pada angina stabil, nyeri akan bertambah berat saat beraktivitas dan berkurang setelah istirahat. Sedangkan pada angina tidak stabil, nyeri akan menetap atau bertambah berat bahkan saat penderita sedang istirahat. 

 

2. Serangan Jantung

 

Nyeri dada merupakan salah satu gejala serangan jantung di samping sesak napas, pusing, dan nyeri pada bagian tubuh lainnya, seperti rahang, leher atau punggung. Seseorang yang mengalami serangan jantung harus segera mendapatkan penanganan medis. Semakin cepat perawatan dilakukan, maka peluang hidup penderita pun akan meningkat.

 

3. Miokarditis

 

Miokarditis merupakan peradangan pada otot jantung yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, autoimun, maupun obat-obatan. Kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah gejala yang menyerupai serangan jantung, di antaranya yaitu:

 

 

4. Perikarditis

 

Peradangan pada kantung di sekitar jantung atau yang disebut dengan perikarditis diketahui dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi, penyakit autoimun, trauma, dan penggunaan obat-obatan. Kondisi ini biasanya diindikasikan dengan sejumlah gejala berikut:

 

  • Nyeri dada yang parah, tepatnya di belakang tulang dada.

  • Nafas pendek.

  • Palpitasi.

  • Batuk.

  • Demam.

  • Penumpukan cairan di jantung.

 

5. Aneurisma dan Diseksi Aorta

 

Aneurisma aorta merupakan pembesaran pada aorta, sedangkan diseksi aorta adalah robekan atau pemisahan lapisan dalam aorta utama yang mengarah ke jantung. Dua kondisi ini dapat membuat aorta pecah. Penanganan medis diperlukan untuk mengatas kondisi ini.

6. Diseksi Arteri Koroner (Coronary Artery Dissection)

 

Robekan pada dinding arteri koroner dapat membuat darah merembes dan menumpuk sehingga membentuk tonjolan. Kondisi ini ditandai dengan nyeri hebat yang menjalar hingga leher, punggung, atau perut, sesak napas, palpitasi, pusing, dan lain-lain. Penyebabnya hingga saat ini masih belum diketahui, namun kondisi ini diketahui dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung.

 

7. Prolaps Katup Mitral

 

Prolaps katup mitral terjadi ketika katup dalam jantung tidak dapat menutup sempurna. Jika kondisinya ringan, gejalanya tidak begitu jelas. Adapun jika menimbulkan gejala, penderitanya kemungkinan merasa nyeri atau ketidaknyamanan di dada, detak jantung cepat, dan kelelahan.

 

8. Kardiomiopati Hipertrofik

 

Kardiomiopati hipertrofik merupakan penebalan jantung karena faktor genetik. Jantung yang tebal mencegah darah mengalir dari jantung dengan baik. Hal ini mengharuskan otot jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah dan dapat menyebabkan nyeri dada. Kondisi ini dapat memburuk seiring dengan waktu dan berisiko mengakibatkan komplikasi, seperti gagal jantung.

 Penyebab nyeri dada

 

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui seputar nyeri dada dan kaitannya dengan risiko penyakit jantung. Sebagai catatan, tidak semua kondisi nyeri dada mengindikasikan penyakit jantung. Namun, apabila Anda merasakan nyeri dada berkepanjangan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi medis setiap pasien. Lebih lanjut, dokter juga akan memastikan prosedur diagnosis dan perawatan bisa terlaksana dengan fasilitas yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya bisa berbeda-beda di satu lokasi dan lainnya.

 

Untuk memudahkan menjadwalkan konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan fitur membuat janji temu dengan dokter terkait di aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengecek jadwal dokter sebelum menjadwalkan konsultasi dan memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam segera untuk menggunakan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

British Heart Foundation. 3 Signs You Should Contact Your Doctor. Diakses pada 2024 | UChicago Medicine. What Causes Chest Pain and When to Consult a Heart Doctor. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What Could Cause Chest Pain?. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Spontaneous Coronary Artery Dissection: Symptoms and Causes. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail