Mengenal Angina (Angin Duduk), Ini Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Angina (Angin Duduk), Ini Gejalanya

23 Februari 2026 6 menit waktu baca
angin duduk

Angin duduk adalah istilah untuk menggambarkan gejala nyeri pada dada akibat otot jantung tidak menerima oksigen yang mencukupi untuk bekerja. Ciri-ciri angin duduk, seperti munculnya rasa tidak nyaman di bawah tulang dada, harus diwaspadai. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi tanda awal dari gangguan jantung yang lebih serius. Mari kenali gejala angin duduk selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Angin Duduk?

 

Angin duduk adalah istilah awam yang digunakan ketika seseorang merasa tidak nyaman atau mengalami nyeri pada dada ketika jantung tidak mendapatkan aliran darah kaya oksigen yang cukup. Dalam dunia medis, gejala angin duduk sering kali dikaitkan dengan angina pectoris.

 

Kondisi ini mendorong jantung untuk berdetak lebih kencang dan lebih keras agar mendapatkan lebih banyak darah. Umumnya, angin duduk terjadi akibat adanya penyempitan atau penyumbatan pada satu atau lebih arteri jantung atau iskemia. Adapun kebanyakan kasus angin duduk ditandai dengan nyeri dada.

 

Kondisi ini biasanya dideskripsikan dengan sensasi tertindih atau sesak di dada. Pada beberapa kasus, angin duduk terasa seperti sakit lambung (nyeri ulu hati). Namun, rasa tidak nyaman akibat kondisi ini biasanya berawal dari belakang tulang dada. Rasa sakit tersebut mungkin menyebar ke area tubuh bagian atas lainnya, seperti leher, bahu, rahang, lengan, punggung, atau perut.

 

Terdapat beberapa jenis angin duduk, namun yang paling umum terjadi adalah stable angina atau angina pectoris. Kondisi ini ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri dada singkat yang datang dan pergi dengan pola yang sama. Adapun jenis angin duduk lainnya adalah unstable angina (angina yang tidak membaik dengan istirahat), microvascular angina, dan prinzmetal angina.

 

Angin duduk kerap disamakan dengan serangan jantung. Meski sama-sama merupakan dampak dari penyakit jantung koroner, angin duduk dan serangan jantung adalah kondisi yang berbeda. 

 

Perbedaan angina dan serangan jantung salah satunya angina tidak menyebabkan kerusakan permanen pada jantung layaknya serangan jantung. Angin duduk hanya mengindikasikan penurunan aliran darah kaya oksigen sesaat ke jantung. Sebaliknya, serangan jantung menyebabkan kurangnya aliran darah ke jantung dalam waktu yang lebih lama.

 

Penyebab Angin Duduk

 

Untuk dapat bekerja, otot jantung membutuhkan pasokan darah yang kaya oksigen secara konstan. Apabila pasokan darah kaya oksigen berkurang, seseorang dapat merasakan nyeri dada atau angin duduk. Kondisi ini diakibatkan oleh menyempitnya arteri sehingga membatasi aliran darah koroner ke jantung. Adapun penyempitan arteri dapat disebabkan oleh penumpukan plak dalam arteri (aterosklerosis).

 

Selain aterosklerosis, terdapat sejumlah gangguan pada arteri koroner yang dapat mengurangi pasokan darah kaya oksigen ke jantung, di antaranya:

 

 

Selain kondisi medis di atas, angin duduk juga dapat dipicu oleh faktor eksternal dan gaya hidup tertentu, seperti:

 

 

Gejala Angin Duduk

 

Umumnya, ciri-ciri angin duduk ditandai dengan tekanan atau rasa sakit di bagian bawah tulang dada. Selain itu, ketidaknyamanan juga bisa dirasakan pada kedua bahu atau bagian dalam kedua lengan dan dapat menyebar hingga punggung, tenggorokan, rahang, atau gigi. Berikut adalah gejala dari angina pectoris stabil dan tidak stabil.

 

A. Angina Pectoris Stabil

 

Keluhan utama APS adalah nyeri dada stabil. Karakteristik nyeri dada pada APS dibagi menjadi angina tipikal, angina atipikal, dan nyeri dada non-angina. Angina tipikal didefinisikan sebagai nyeri dada yang memenuhi ketiga karakteristik berikut:

 

  • Rasa tidak nyaman di bawah dada dengan kualitas dan durasi tertentu.

  • Nyeri dada yang dipicu oleh aktivitas fisik dan stres emosional.

  • Nyeri dada hilang setelah beberapa menit istirahat dan atau dengan pemberian obat vasodilator. 

 

Sementara itu, APS atipikal memiliki dua dari tiga karakter di atas, sedangkan nyeri dada non-anginal hanya memiliki satu atau bahkan tidak memiliki satu dari ketiga gejala di atas. Secara umum, beberapa gejala yang dapat dialami penderita APS adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri sering kali dirasakan di dada atau ulu hati dan bisa menjalar ke bagian-bagian tubuh berikut:

    • Leher.

    • Rahang.

    • Bahu kiri hingga lengan kiri.

    • Punggung/pundak kiri.

  • Kondisi biasanya disertai dengan keringat dingin dan sesak napas.

  • Nyeri biasanya berlangsung ±10 menit hingga kurang dari 20 menit. Kemudian, nyeri bisa hilang dan muncul kembali seiring dengan peningkatan intensitas.

  • Penderita biasanya merasakan nyeri tumpul di dada, seolah tertindih benda berat, ditekan, sesak, atau terasa berat. Kadang juga muncul sensasi seperti dicekik, diikat erat, atau rasa terbakar.

  • Gejala angin duduk biasanya dipicu oleh aktivitas fisik, aktivitas tertentu, atau stres emosional. Umumnya, kondisi ini memburuk saat aktivitas meningkat, misalnya saat berjalan menanjak atau terkena udara dingin, namun dapat mereda dalam beberapa menit setelah aktivitas dihentikan atau pemicunya hilang.

  • Kondisi dapat memburuk saat penderita beraktivitas fisik dan mengalami stres emosional.

  • Penderita dapat beristirahat dan mengonsumsi obat vasodilator sesuai resep dokter untuk meringankan gejala.

 

B. Angina Pectoris Tidak Stabil

 

Pada angina pectoris tidak stabil, gejala dapat muncul dengan atau tanpa pemicu aktivitas fisik. Istirahat atau obat-obatan juga mungkin tidak meredakan nyeri yang ditimbulkan. Angina tidak stabil adalah keadaan darurat medis karena dapat berkembang menjadi serangan jantung. 

 

Pasien juga dapat mengalami gejala angina pektoris stabil (biasanya nyeri dada atau rasa tidak nyaman). Namun, pada kondisi angina pektoris tidak stabil, rasa nyeri atau tidak nyaman bersifat lebih intens, berlangsung lebih lama, dipicu oleh aktivitas yang lebih ringan, terjadi spontan saat istirahat, bersifat progresif (crescendo), atau melibatkan kombinasi dari semua karakteristik tersebut.

 

Diagnosis Angin Duduk

 

Dokter akan memulai diagnosis angin duduk dengan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala yang dialami, yaitu nyeri dada, dan riwayat medis pasien serta keluarganya. Dokter akan mengevaluasi jenis, intensitas, frekuensi, kualitas, dan waktu terjadinya nyeri dada. 

 

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang menggunakan elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi fungsi kerja jantung yang abnormal selama serangan angina. Selain itu, dokter juga bisa merekomendasikan tes-tes lanjutan untuk mendiagnosis angin duduk, seperti:

 

 

Cara Mengatasi Angin Duduk

 

Pengobatan angin duduk akan disesuaikan dengan gangguan jantung yang mendasarinya. Tujuan utama dilakukannya pengobatan angin duduk adalah untuk meningkatkan aliran darah ke jantung dan mengurangi risiko komplikasi, yaitu infark miokard (serangan jantung) dan kematian. 

 

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan angin duduk yang umumnya direkomendasikan oleh dokter dan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien:

 

  • Obat vasodilator (obat untuk melebarkan pembuluh darah).

  • Obat jantung dan tekanan darah.

  • Obat kolesterol.

  • Obat antikoagulan atau obat antiplatelet.

  • Tindakan coronary artery bypass grafting (CABG).

  • Tindakan intervensi koroner perkutan (percutaneous coronary intervention/PCI) atau yang lebih sering dikenal sebagai kateter pembuluh darah.

 

Angin duduk sering kali tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Padahal, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius. Karena itu, penting untuk memahami tanda-tandanya sedini mungkin agar bisa segera mengambil langkah penanganan yang tepat. 

 

Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung. Oleh sebab itu, jika kerap mengalami rasa tidak nyaman di dada yang hilang-timbul, segera kunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Setiap detik sangat berarti bagi kesehatan jantung Anda. Karenanya, penting untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat guna mencegah kerusakan jantung yang lebih parah. Untuk itu, pertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan dalam memilih rumah sakit jantung terbaik.

 

Layanan Chest Pain Ready Hospitals telah tersedia di Siloam Hospitals Group untuk penanganan masalah jantung yang #CepatTepat. Layanan ini dilengkapi dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk kegawatan jantung. Segera kunjungi Siloam Hospitals atau hubungi emergensi 1-500-911.

 

banner cardiac by condition

Sumber

Cleveland Clinic. Angina. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Angina Pectoris (Stable Angina). Diakses pada 2024 | MSD Manual Consumer Version. Angina (Angina Pectoris). Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. JCS 2022 Guideline Focused Update on Diagnosis and Treatment in Patients With Stable Coronary Artery Disease. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail