Kesehatan Tubuh
Inflamasi - Jenis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Peradangan atau inflamasi adalah aspek utama dalam sistem pertahanan atau kekebalan tubuh. Inflamasi biasanya ditandai dengan pembengkakan, nyeri, rasa panas, dan masih banyak lagi.
Pada dasarnya, mekanisme inflamasi bermanfaat bagi tubuh. Namun jika terjadi secara berlebihan, hal ini dipercaya dapat memicu berbagai penyakit kronis. Mari simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang inflamasi.
Apa itu Inflamasi?
Inflamasi atau peradangan adalah respons alami dari sistem kekebalan tubuh saat sedang melawan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus/bakteri, cedera, atau racun tertentu. Ketika tubuh mengalami cedera atau terinfeksi, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan sel inflamasi dan sitokin (zat yang merangsang produksi sel inflamasi).
Kemudian, sel-sel tersebut akan memulai respons inflamasi untuk memerangkap bakteri atau patogen penyebab penyakit lainnya dan menyembuhkan jaringan yang terluka. Proses ini dapat menyebabkan rasa sakit, bengkak, memar, dan kemerahan.
Namun pada orang dengan penyakit imun seperti artritis, sistem kekebalan tubuh justru dapat memicu peradangan ketika tidak ada patogen penyebab penyakit yang harus dilawan. Penyakit imun ini membuat sistem kekebalan tubuh bertindak seolah-olah jaringan sehat telah terinfeksi sehingga secara keliru menyerang sel sehat tersebut.
Jenis-Jenis Inflamasi
Terdapat dua jenis inflamasi, yaitu akut dan kronis. Inflamasi akut adalah inflamasi jangka pendek yang biasanya berlangsung selama beberapa jam atau hari. Sementara inflamasi kronis adalah inflamasi jangka panjang yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sekalipun penyebab utamanya sudah hilang.
Peradangan akut merupakan respons terhadap kerusakan tubuh yang terjadi secara tiba-tiba, misalnya saat seseorang terluka karena jatuh. Untuk memulai proses penyembuhan luka tersebut, tubuh akan mengalami proses inflamasi. Sementara itu, beberapa kondisi medis lainnya yang berkaitan dengan peradangan kronis adalah:
-
Penyakit hati.
-
Asma.
Penyebab Inflamasi
Secara umum, inflamasi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika ada faktor fisik yang memicu reaksi kekebalan tubuh, misalnya cedera. Selain itu, terdapat perbedaan penyebab antara inflamasi akut dan kronis, berikut masing-masing penjelasannya.
-
Penyebab Inflamasi Akut
Inflamasi akut dapat disebabkan oleh paparan terhadap suatu zat, sengatan serangga, cedera, atau infeksi. Ketika tubuh mendeteksi adanya kerusakan, maka sistem kekebalan tubuh akan memicu sejumlah reaksi, yaitu:
-
Mengumpulkan protein plasma yang dapat memicu penumpukan cairan sehingga mengakibatkan pembengkakan.
-
Tubuh melepaskan neutrofil (sejenis leukosit) yang dapat menyebar ke area yang terkena luka atau infeksi. Leukosit mengandung molekul yang dapat melawan patogen penyebab penyakit sehingga dapat menyembuhkan kerusakan.
-
Kemudian, pembuluh darah kecil akan membesar agar leukosit dan protein plasma lebih mudah mencapai lokasi tempat terjadinya kerusakan.
Inflamasi akut juga dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi atau penyakit, seperti bronkitis, radang usus buntu (apendisitis), dan berbagai penyakit peradangan lainnya (biasanya penamaan penyakit berakhiran dengan -itis). Kondisi lain yang dapat memicu inflamasi akut adalah luka fisik, kuku kaki tumbuh ke dalam, atau sakit tenggorokan, misalnya karena flu.
2. Penyebab Inflamasi Kronis
Inflamasi adalah suatu kondisi yang berperan penting dalam proses penyembuhan. Namun, jika terjadi secara berlebihan, peradangan justru dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, seperti kanker, rheumatoid arthritis, periodontitis, dan aterosklerosis. Inflamasi kronis dapat berkembang ketika seseorang:
-
Hipersensitivitas terhadap suatu agen yang dapat menyebabkan alergi.
-
Menderita penyakit autoinflamasi.
-
Menderita gangguan autoimun.
-
Mengalami peradangan akut terus-menerus.
-
Terkena paparan bahan-bahan iritan dalam jangka panjang, misalnya bahan kimia industri.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan kronis adalah sebagai berikut:
-
Berusia lanjut.
-
Memiliki kebiasaan merokok.
-
Memiliki berat badan berlebih (obesitas).
-
Menerapkan pola makan tidak sehat.
-
Mengalami gangguan tidur.
-
Memiliki hormon seksual yang rendah.
Gejala Inflamasi
Gejala inflamasi bisa berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahannya. Gejala inflamasi akut lebih ringan jika dibandingkan inflamasi kronis. Adapun beberapa gejala umum yang timbul akibat inflamasi akut adalah:
-
Kemerahan pada kulit di sekitar lokasi cedera.
-
Pembengkakan.
-
Rasa nyeri dan panas.
Gejala inflamasi kronis lebih berat daripada inflamasi akut. Namun, gejalanya pun bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa gejala inflamasi kronis:
-
Sakit perut.
-
Nyeri dada.
-
Demam, misalnya pada tuberkulosis.
-
Kelelahan, misalnya pada lupus.
-
Nyeri dan kaku sendiri, misalnya pada rheumatoid arthritis.
-
Luka di mulut, misalnya pada HIV.
-
Ruam kulit, misalnya pada psoriasis.
Pengobatan Inflamasi
Inflamasi adalah kondisi yang tidak selalu memerlukan perawatan medis khusus. Pada inflamasi akut, dokter biasanya akan memberikan anjuran pada pasien agar beristirahat dengan cukup dan merawat luka dengan baik untuk meredakan rasa ketidaknyamanan sekaligus mendukung percepatan proses pemulihan.
Sementara pada inflamasi kronis, dokter akan memberikan beberapa resep obat-obatan, seperti:
-
Suplemen vitamin A, C, dan D, serta zinc untuk meredakan gejala peradangan dan mempercepat proses pemulihan.
-
Memberikan obat-obatan NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) untuk menurunkan peradangan.
-
Memberikan suntikan steroid untuk meredakan gejala peradangan pada sendi atau otot tertentu. Namun, setiap orang tidak diperbolehkan mendapatkan lebih dari 3–4 suntikan steroid di bagian tubuh yang sama per tahunnya atau harus sesuai dengan anjuran dokter.
Selain menjalankan pengobatan medis sesuai dengan anjuran dokter, penderita inflamasi juga disarankan untuk menjalani diet antiinflamasi. Pasalnya, upaya ini bisa dilakukan dengan metode diet mediterania. Beberapa makanan yang dapat mengurangi inflamasi adalah:
-
Ikan berlemak sehat, seperti salmon, mackerel, dan sarden.
-
Sayuran hijau, seperti bayam, sawi, dan kangkung.
-
Minyak zaitun.
-
Tomat.
-
Kacang-kacangan.
-
Buah-buahan, seperti bluberi dan jeruk.
Itulah penjelasan tentang penyebab, jenis-jenis, hingga pengobatan inflamasi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi tersebut. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk segera mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.
Selain itu, jika Anda ingin memperoleh asupan makanan sehat dan bergizi yang sesuai dengan kondisi tubuh, silakan lakukan pemesanan paket Catering Sehat Homecare yang disediakan oleh Siloam at Home.
Paket ini sudah termasuk konsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk membantu menganalisis komposisi tubuh serta memberikan saran asupan gizi yang sesuai dengan kondisi tubuh sekaligus pengantaran makanan ke rumah pasien hingga jarak 10 km.
Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini








