Keringat Dingin: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Keringat Dingin: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 3 menit waktu baca
keringat dingin adalah

Hiperhidrosis sekunder atau yang sering disebut keringat dingin adalah kondisi di mana terjadi produksi keringat secara berlebihan tanpa disertai peningkatan suhu badan. Kondisi ini berbeda dengan keringat yang biasa muncul karena aktivitas fisik atau kondisi lingkungan yang panas.

 

Berbagai faktor bisa menjadi penyebab  keringat dingin, termasuk keadaan syok, infeksi oleh bakteri, perasaan mual, nyeri kepala, dan masalah psikologis seperti panic attack. Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih dalam seputar keringat dingin.

 

Apa itu Keringat Dingin?

 

Keringat dingin adalah kondisi berupa keluarnya keringat berlebih dari dalam tubuh dan bukan diakibatkan oleh aktivitas fisik maupun temperatur udara. Beberapa bagian tubuh yang sering kali keluar keringat dingin adalah ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.

 

Keringat dingin sering kali disamakan dengan berkeringat di malam hari atau night sweat. Padahal, dua kondisi tersebut berbeda. Keringat dingin adalah kondisi tubuh yang bisa terjadi kapan saja, sedangkan night sweat hanya terjadi pada malam hari terutama saat Anda sedang tidur.

 

Penyebab Keringat Dingin

 

Penyebab keringat dingin sangat beragam, mulai dari rasa cemas berlebih, syok, infeksi bakteri, hingga kondisi medis tertentu. Berikut penjelasannya.

 

1. Serangan Panik

 

Salah satu kondisi yang paling sering menjadi penyebab keringat dingin adalah serangan panik atau panic attack. Keringat dingin akan muncul sebagai respon tubuh terhadap ancaman yang dirasakan ketika seseorang sedang mengalami cemas dan panik.

 

2. Syok

 

Keringat dingin dapat muncul jika seseorang mengalami syok, baik itu karena cedera ataupun komplikasi dari suatu penyakit. Syok merupakan suatu kondisi berupa berkurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke organ vital dalam tubuh, seperti otak dan jantung. Syok dapat berakibat fatal hingga mengancam nyawa jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat sesegera mungkin.

 

3. Serangan Jantung

 

Bila keringat dingin disertai dengan sesak napas, nyeri dada, pusing, hingga penurunan kesadaran, Anda perlu mewaspadai kondisi ini sebagai tanda serangan jantung. Segera hubungi ambulans untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat bila merasakan gejala-gejala tersebut.

 

4. Hipoglikemia

 

Penyebab berikutnya dari keringat dingin adalah hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi medis yang sering kali menjadi komplikasi penyakit diabetes berupa rendahnya kadar gula darah dalam tubuh. Hipoglikemia juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti kesemutan, lemas, jantung berdebar, tubuh gemetar, dan pucat.

 

5. Infeksi Bakteri

 

Keringat dingin adalah salah satu bentuk reaksi sistem imun tubuh ketika terserang infeksi bakteri atau virus tertentu. Infeksi bakteri umumnya juga akan menunjukkan beberapa gejala lain, seperti nyeri otot, demam, dan lemas.

 

Gejala Penyerta Keringat Dingin

 

Keringat dingin adalah sebuah gejala dari berbagai macam kondisi medis sehingga gejala penyertanya cenderung beragam. Namun, ada beberapa gejala penyerta keringat dingin yang paling umum terjadi, yaitu:

 

  • Nyeri otot.

  • Stres atau cemas berlebih.

  • Sakit kepala.

  • Mual dan muntah.

  • Tubuh gemetar.

 

Anda perlu segera mengunjungi dokter bila keringat dingin disertai oleh beberapa gejala berikut:

 

  • Tekanan darah rendah (hipotensi).

  • Sesak napas.

  • Nyeri dada.

  • Penurunan kesadaran.

  • Linglung.

  • Kejang.

  • Bibir dan kuku membiru.

 

Cara Mengatasi Keringat Dingin

 

Penanganan keringat dingin perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk mengatasi keringat dingin yang disebabkan oleh kondisi ringan:

 

1. Mengonsumsi Makanan Sehat dengan Gizi Seimbang

 

Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang disarankan untuk mencegah produksi keringat berlebih karena menurunnya kadar gula darah dalam tubuh. Hindari konsumsi makanan yang dapat memicu produksi keringat, seperti kafein. Selain itu, Anda juga disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 2 liter sehari.

 

2. Rutin Olahraga

 

Rutin olahraga dapat membantu mengurangi stres dan cemas berlebih yang dapat memicu terjadinya keringat dingin. Anda dapat melakukan olahraga tertentu yang turut membantu menenangkan tubuh serta memberikan efek relaksasi, seperti yoga, senam irama, atau jalan santai. Lakukan olahraga secara rutin setidaknya 3 sampai 4 kali dalam seminggu.

 

Dapat disimpulkan bahwa keringat dingin adalah salah satu gejala yang timbul karena berbagai macam faktor, mulai dari syok, nervous, hingga kondisi medis tertentu. Bila Anda mengalami keringat dingin beserta gejala penyerta lain seperti yang telah dijelaskan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mengetahui penyebab yang pasti dan mendapatkan penanganan medis dengan tepat.

 

Buat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals melalui call center kami di 1-500-181 ataupun menggunakan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Aplikasi MySiloam dapat diunduh dengan mudah dan gratis melalui Google Play Store ataupun App Store. Mari unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail