Pola Hidup Sehat
Anjuran untuk Minum Air Putih, Sehari Berapa Liter?

Table of Contents
Air berperan penting terhadap fungsi organ tubuh. Inilah alasan mengapa setiap individu harus mencukupi asupan cairan tubuh sebaik mungkin, salah satu caranya dengan minum air putih. Namun, dalam sehari minum berapa liter air yang dianjurkan? Perlu diketahui, takaran air putih yang harus dikonsumsi per hari dapat berbeda-beda di setiap orang, tergantung dari kondisi tubuh dan faktor eksternal lainnya.
Untuk mengetahui anjuran minum air putih selengkapnya, mari simak artikel berikut ini hingga tuntas.
Minum Air Putih Sehari Berapa Liter?
Air merupakan komponen yang berfungsi untuk melancarkan aliran darah di dalam tubuh. Selain itu, minum air putih yang cukup juga dapat membantu membuang racun, melindungi, serta melembapkan jaringan dalam tubuh. Lantas, minum air putih sehari berapa liter yang dianjurkan? Perlu diketahui bahwa takaran minum air putih yang dianjurkan pada setiap individu berbeda-beda, tergantung pada:
-
Kondisi tubuh. Minumlah air putih lebih banyak saat sedang menderita penyakit tertentu atau sedang dalam masa kehamilan dan menyusui.
-
Aktivitas sehari-hari. Bila sering melakukan aktivitas fisik atau olahraga berat yang membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat, maka penting untuk minum air putih lebih banyak.
-
Konsumsi makanan sehari-hari. Makanan kalengan, makanan pedas, roti dan kue manis, dan gorengan diketahui dapat menimbulkan rasa haus dan dehidrasi sehingga membutuhkan asupan air putih lebih banyak.
-
Kondisi cuaca. Kebutuhan cairan tubuh cenderung meningkat saat cuaca sedang panas atau lembap.
Namun, secara umum konsumsi air putih yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah kurang lebih 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas air untuk orang dewasa. Hal terpenting yang perlu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh adalah dengan mengonsumsi air putih setiap kali merasa haus. Pasalnya, rasa haus merupakan tanda bahwa tubuh sedang kekurangan cairan dan membutuhkan asupan air.
Selain itu, penting pula untuk memperhatikan warna urine guna memastikan apakah kebutuhan cairan tubuh telah tercukupi. Warna urine yang normal adalah kuning muda atau keemasan. Bila warna urine cenderung gelap dan keruh, hal tersebut menandakan bahwa asupan cairan tubuh masih belum tercukupi.
Akibat Kurang Minum Air Putih
Kurang minum air putih diketahui dapat memicu terjadinya dehidrasi. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, di antaranya adalah:
1. Mudah Lelah
Saat kekurangan cairan, kemampuan tubuh untuk mengedarkan darah, oksigen, dan nutrisi ke organ tubuh lainnya cenderung menurun. Kondisi ini dapat membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga berisiko membuat seseorang menjadi mudah lelah. Bahkan, saat tubuh mengalami dehidrasi, fungsi otak juga ikut menurun karena tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Akibatnya, seseorang yang mengalami dehidrasi sering kali kesulitan untuk memusatkan fokus dan konsentrasi.
2. Gangguan Sistem Pencernaan
Akibat kurang minum air putih selanjutnya adalah dapat menimbulkan gangguan sistem pencernaan. Pasalnya, kurangnya asupan cairan tubuh dapat mengganggu proses penyerapan makanan dan membuat feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Karena itu, kondisi ini berisiko memicu terjadinya susah buang air besar (sembelit).
3. Memicu Gangguan Ginjal
Air juga menjadi komponen penting yang diperlukan oleh ginjal untuk membersihkan racun di dalam tubuh dan memproduksi urine. Jika tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup, ginjal perlu bekerja lebih ekstra untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh.
Bila terjadi secara terus-menerus, kondisi ini berisiko menyebabkan penyakit ginjal, seperti batu ginjal dan gagal ginjal akut. Selain itu, dehidrasi juga bisa menyebabkan tubuh kesulitan untuk buang air kecil yang turut meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.
4. Meningkatkan Risiko Stroke
Salah satu akibat kurang minum air putih yang perlu diwaspadai adalah dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke. Kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan darah cenderung kental dan menggumpal. Hal inilah yang berisiko memicu terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke, terutama stroke iskemik.
Dampak Kebanyakan Minum Air Putih
Bolehkah minum air putih lebih dari 2 liter per hari? Perlu dipahami bahwa minum air putih secara berlebihan dapat menyebabkan overhidrasi yang berisiko mengganggu keseimbangan elektrolit berupa hiponatremia (menurunnya kadar garam di dalam tubuh). Adapun sejumlah gejala umum dari hiponatremia adalah:
-
Kram dan lemah otot.
-
Mual dan muntah.
-
Sakit kepala.
-
Gelisah dan mudah marah.
-
Mudah lelah.
-
Kaki dan tangan membengkak.
-
Penurunan jumlah urine dan frekuensi berkemih.
-
Kesulitan dalam memusatkan perhatian.
Waktu yang Dianjurkan untuk Minum Air Putih
Sebagai upaya menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, penting bagi setiap orang untuk memperhatikan jadwal minum air putih yang tepat. Adapun waktu yang dianjurkan untuk mengonsumsi air putih setiap harinya adalah sebagai berikut:
-
Minum 1–2 gelas setiap bangun tidur.
-
Minum 1 gelas air putih setiap sebelum dan sesudah makan. Selain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, minum air putih sebelum makan juga mampu membantu melancarkan proses pencernaan.
-
Minum 1–2 gelas air putih saat merasa lelah.
-
Minum 1–2 gelas air putih sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik.
-
Minum 1–2 gelas air putih sebelum tidur.
-
Perbanyak minum air putih saat sedang sakit.
-
Perbanyak minum air putih saat sedang hamil dan menyusui. Adapun konsumsi minum air putih untuk ibu menyusui yang dianjurkan adalah sekitar 16 gelas air putih sehari.
Itulah informasi seputar takaran air putih yang perlu dikonsumsi setiap harinya. Penting untuk diingat bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Apabila Anda membutuhkan saran terkait kebutuhan gizi sesuai kondisi kesehatan, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








