Kesehatan Tubuh
Mengenal Perbedaan Angina dan Infark Miokard, Apa Saja?

Table of Contents
Angina pektoris adalah nyeri dada yang terjadi karena adanya penyempitan pada arteri koroner. Kondisi ini sering kali menjadi gejala awal dari infark miokard. Namun, perlu dipahami bahwa angina pektoris dan infark miokard merupakan dua kondisi yang berbeda. Untuk mengenal perbedaan angina dan infark miokard selengkapnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.
Perbedaan Angina dan Infark Miokard
Karena keduanya menimbulkan gejala berupa nyeri di area dada dan berkaitan dengan aliran darah ke jantung, sebagian individu kerap menganggap angina pektoris dan infark miokard sebagai kondisi yang sama. Padahal, terdapat perbedaan antara angina dengan infark miokard yang penting untuk dipahami. Berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai perbedaan angina dan infark miokard.
1. Penyebab
Perbedaan angina dan infark miokard yang pertama dapat dilihat dari penyebabnya. Angina pektoris adalah sensasi nyeri dan ketidaknyamanan di area dada karena berkurangnya aliran darah menuju otot jantung. Angina pektoris dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
-
Angina pektoris stabil (stable/chronic angina): Jenis angina pektoris yang muncul setelah seseorang melakukan aktivitas tertentu yang membuat jantung membutuhkan oksigen lebih banyak. Misalnya, seseorang yang menderita angina stabil kerap mengalami nyeri dada setelah joging dengan jarak sejauh 1 km.
-
Angina tidak stabil (unstable angina): Jenis angina yang dapat muncul tiba-tiba, bahkan tanpa melakukan aktivitas fisik berat, atau pada saat beristirahat.
Sementara itu, infark miokard adalah kondisi serius yang terjadi ketika arteri koroner, yang bertugas mengalirkan darah ke otot jantung, tersumbat sepenuhnya. Penyumbatan ini menyebabkan aliran darah terhenti, sehingga otot jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Akibatnya, terjadi kerusakan pada struktur jantung dan kematian sel-sel otot jantung.
Kendati demikian, angina pektoris dan infark miokard dipicu oleh kondisi yang sama, yaitu aterosklerosis (penumpukan plak di dinding pembuluh darah). Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius atau bahkan berakibat fatal.
2. Karakteristik Nyeri Dada
Perbedaan angina dan infark miokard selanjutnya terletak pada karakteristik nyeri dada. Utamanya, angina pektoris dan infark miokard bisa menimbulkan gejala yang serupa, yaitu nyeri dada. Adapun ciri-ciri nyeri dada yang khas pada kedua kondisi ini adalah:
-
Ketidaknyamanan pada dada kiri (misalnya nyeri, berat, sesak, tertekan).
-
Intensitas nyeri semakin bertambah secara bertahap selama beberapa menit.
-
Nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, punggung, bahu kiri, leher hingga rahang.
-
Nyeri diperparah dengan beraktivitas dan mungkin membaik dengan pemberian obat nitrogliserin.
-
Terdapat keluhan lain seperti sesak, berdebar, mual, lelah, pusing, keringat berlebih.
Meskipun memiliki ciri-ciri yang sama, nyeri dada akibat infark miokard umumnya terjadi lebih hebat, parah, dan berlangsung lebih lama. Namun, untuk memastikan, dokter akan melakukan pemeriksan penunjang penunjang seperti rekam jantung EKG (elektrokardiogram), guna menentukan apakah seseorang mengalami nyeri dada karena angina atau infark miokard.
Apakah Mengalami Angina Pertanda akan Terkena Infark Miokard?
Secara umum, angina memang kerap menjadi tanda adanya penyempitan pada arteri koroner (penyakit jantung koroner/PJK). Kondisi ini juga bisa memicu terjadinya infark miokard. Meski demikian, bukan berarti kemunculan angina memastikan seseorang pasti akan mengalami infark miokard. Melainkan, kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya infark miokard.
Studi pada tahun 2016 juga menjelaskan bahwa pasien yang menderita penyakit jantung koroner dan mengalami angina lebih berisiko mengalami stroke hingga gagal jantung, jika dibandingkan pasien PJK yang tidak mengalami angina.
Cara Mengurangi Risiko Terkena Angina dan Infark Miokard
Seperti yang telah dijelaskan, angina dan infark miokard kerap disebabkan oleh kondisi yang sama, yaitu aterosklerosis. Karenanya, langkah terbaik untuk mencegah terjadinya angina dan infark miokard adalah dengan mengurangi risiko aterosklerosis. Dengan demikian, risiko terkena penyakit jantung koroner seperti angina atau infark miokard akan lebih rendah.
Pada dasarnya, risiko aterosklerosis dapat diminimalkan dengan menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan, di antaranya:
-
Tidak merokok dan menjauhi paparan asap rokok.
-
Menjaga berat badan ideal atau menurunkan berat badan bagi penderita obesitas.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Penting pula untuk menghindari atau membatasi konsumsi makanan tinggi lemak trans.
-
Rutin berolahraga.
-
Istirahat yang cukup.
-
Jika ada penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi, upayakan untuk menjalani pengobatan penyakit tersebut dengan baik.
Demikian penjelasan mengenai perbedaan angina dan infark miokard yang penting untuk diketahui. Namun, perlu diingat bahwa informasi yang dijelaskan di atas hanya untuk tujuan edukasi, sehingga tidak bisa menggantikan diagnosis dokter atau memastikan apakah seseorang menderita angina maupun infark miokard.
Jika ingin memperoleh diagnosis yang akurat terkait dengan masalah jantung, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Tak perlu khawatir, Siloam Hospitals menyediakan tim dokter berpengalaman dan fasilitas medis berteknologi modern, sehingga bisa memberikan diagnosis maupun tindakan medis yang sesuai kondisi tubuh.
Sebagai informasi, tahapan prosedur medis yang dilakukan di masing-masing rumah sakit mungkin akan berbeda, karena perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan prosedur yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi pasien.
Jika direkomendasikan oleh dokter, Anda juga dapat memesan paket Skrining Jantung untuk deteksi dini berbagai masalah pada jantung. Praktis, pemesanan paket tersebut dapat dilakukan secara online melalui fitur dalam aplikasi MySiloam.
Sumber
Heart. Angina: Contemporary Diagnosis and Management. Diakses pada 2024 | Journal of the American Heart Association. Angina and Future Cardiovascular Events in Stable Patients With Coronary Artery Disease: Insights From the Reduction of Atherothrombosis for Continued Health (REACH) Registry. Diakses pada 2024 | Healthline. How to Tell the Difference Between Angina and a Heart Attack. Diakses pada 2024 | GoodRx Health. What’s the Difference Between a Heart Attack and Angina?. Diakses pada 2024 | American Heart Association. What is a Heart Attack? Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Troponin T / Penanda Fungsi Jantung
Darah, Jantung
1 Service/Item
Rp374.400
CK-MB / Penanda Fungsi Jantung
Darah, Jantung
1 Service/Item
Rp355.500






