Kenali Atrioventricular Block (Blok Jantung) & Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Kenali Atrioventricular Block (Blok Jantung) & Gejalanya

26 Februari 2026 4 menit waktu baca
atrioventricular block adalah

Atrioventricular block adalah kondisi ketika terjadi gangguan pada sistem konduksi listrik jantung sehingga jantung berdetak lebih lambat daripada seharusnya. Atrioventricular block atau dikenal juga sebagai heart block dapat berupa kondisi bawaan sejak lahir ataupun kondisi yang berkembang di kemudian hari. Mari kenali apa itu atrioventricular block, termasuk penyebab, gejala, dan pengobatannya dalam artikel berikut ini.

 

Apa Itu Atrioventricular Block (Blok Jantung)?

 

AV block atau atrioventricular block adalah jenis gangguan irama jantung (aritmia) yang ditandai dengan jantung berdetak lebih lambat daripada seharusnya. Kondisi yang dikenal juga sebagai blok jantung ini dapat terjadi karena adanya gangguan anatomi atau fungsi pada sistem konduksi jantung sehingga menyebabkan transmisi impuls dari atrium ke ventrikel menjadi terlambat.

 

Pada dasarnya, arus listrik yang mengontrol kontraksi otot jantung dimulai dari nodus sinoatrial, kemudian mengalir melalui ruang atas jantung (atrium) dan menuju ruang bawah jantung (ventrikel) melalui nodus atrioventrikular. Pada kondisi atrioventricular block, terdapat gangguan pada sistem konduksi listrik tersebut sehingga bisa mengganggu kemampuan jantung untuk berdetak.

 

Jenis-Jenis Atrioventricular Block

 

Berdasarkan tingkat keparahannya, atrioventricular block dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu first-degree, second-degree, dan third-degree. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • First-degree atrioventricular block: Merupakan jenis atrioventricular block yang paling ringan. Kondisi ini disebabkan oleh melambatnya konduksi impuls listrik dari nodus sinoatrial ke ventrikel. First-degree atrioventricular block biasanya tidak menimbulkan gejala.

  • Second-degree atrioventricular block: Jenis atrioventricular block yang menyebabkan terlambatnya konduksi impuls listrik antara nodus sinoatrial dan ventrikel yang lebih signifikan dibandingkan first-degree. Kondisi ini membuat blok impuls listrik yang terputus-putus. Second-degree atrioventricular block dapat menimbulkan gejala, seperti pusing atau pingsan.

  • Third-degree atrioventricular block: Jenis atrioventricular block yang paling parah dan menyebabkan hilangnya konduksi impuls listrik antara nodus sinoatrial dan ventrikel secara total. Hal ini membuat impuls listrik tersebut tidak mampu mengontrol detak jantung dan membuat ventrikel berdetak sangat lambat atau bahkan tidak berdetak sama sekali.

 

Penyebab Atrioventricular Block

 

Atrioventricular block bisa bersifat bawaan (kelainan kongenital) atau didapat dan berkembang di kemudian hari (acquired). Congenital atrioventricular block umumnya terjadi karena terdapat kelainan struktural pada jantung (penyakit jantung bawaan). Adapun beberapa jenis penyakit jantung bawaan yang kerap dikaitkan dengan congenital atrioventricular block adalah:

 

 

Risiko terjadinya congenital atrioventricular block juga dapat meningkat pada janin yang lahir dari ibu yang terinfeksi virus tertentu selama masa kehamilan. Sementara itu, beberapa kondisi yang kerap menyebabkan seseorang mengalami acquired atrioventricular block (bukan bawaan) adalah:

 

 

Gejala Atrioventricular Block

 

Beberapa penderita atrioventricular block, terutama first-degree atrioventricular block, mungkin tidak mengalami gejala tertentu. Namun, pada kasus yang lebih parah, seperti second-degree atau third-degree, atrioventricular block dapat menimbulkan beberapa gejala berikut ini:

 

  • Detak jantung lebih lambat dari biasanya (bradikardia).

  • Pusing berputar, terutama saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring.

  • Kepala terasa ringan seperti ingin pingsan.

  • Nyeri dada.

  • Jantung berdebar.

  • Sesak napas, terutama saat sedang beraktivitas.

  • Mudah kelelahan.

  • Kebingungan.

  • Pingsan.

 

Diagnosis Atrioventricular Block

 

Karena sering tidak menimbulkan gejala tertentu, pasien dengan first-degree atrioventricular block sering kali baru menyadari kondisi setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau saat evaluasi jantung untuk kondisi medis lain. Namun, pada kasus second-degree dan third-degree, pasien kerap mengalami sejumlah gejala tertentu.

 

Dalam hal ini, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien maupun keluarga guna menegakkan diagnosis atrioventricular block, seperti riwayat keluarga dengan penyakit tertentu, konsumsi obat, maupun riwayat operasi. Pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan dada menggunakan stetoskop juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi detak jantung pasien.

 

Lalu, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis atrioventricular block adalah:

 

 

Pengobatan Atrioventricular Block

 

Pada kasus first-degree atrioventricular, pasien biasanya tidak memerlukan tindakan medis tertentu. Namun, dokter akan memantau dan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan rutin guna deteksi dini perburukan kondisi yang bisa memengaruhi kesehatan pasien secara keseluruhan.

 

Sementara itu, second-degree dan third-degree atrioventricular block akan ditangani sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Adapun beberapa metode yang kerap digunakan untuk menangani atrioventricular block adalah:

 

  • Menyesuaikan dosis dan jenis obat yang digunakan, terutama jika atrioventricular block disebabkan oleh efek samping obat-obatan.

  • Tindakan operasi untuk memasang alat pacu jantung buatan (artificial pacemaker), baik itu sementara maupun permanen (disesuaikan dengan kondisi pasien).

 

Perlu diingat, informasi yang dijelaskan di atas tidak secara spesifik mewakili atrioventricular block. Gejala-gejala yang disebutkan pun bisa terjadi pada kondisi medis lainnya. Di samping itu, informasi ini juga hanya digunakan untuk tujuan edukasi dan tidak bisa menggantikan diagnosis maupun saran pengobatan dari dokter.

 

Apabila Anda memiliki keluhan yang mengarah pada atrioventricular block, seperti jantung berdetak lebih lambat dari pada biasanya, pusing, disertai nyeri pada dada, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat

 

Setiap detik sangat berarti bagi kesehatan jantung. Karena itu, untuk mencegah kerusakan yang lebih berat dan komplikasi serius, penanganan yang cepat dan tepat harus segera diberikan. Dalam memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan reputasi dan rekam jejak layanan, kompetensi tim dokter spesialis, serta kelengkapan fasilitas dan teknologi medis yang tersedia.

 

Di Siloam International Hospitals, tersedia layanan Chest Pain Ready Hospitals untuk menangani masalah jantung dengan #CepatTepat. Layanan ini dilengkapi dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk kegawatan jantung. Segera kunjungi Siloam Hospitals atau hubungi emergensi 1-500-911.

 

banner cardiac by condition

Sumber

National Library of Medicine. Atrioventricular Block. Diakses pada 2024 | MSD Manual. Atrioventricular Block. Diakses pada 2024 | Yale Medicine. Atrioventricular Block. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Anatomy and Function of the Heart's Electrical System. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail