Kesehatan Tubuh
Tilt Table Test, Pemeriksaan untuk Selidiki Penyebab Pingsan

Table of Contents
Tilt table test adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengevaluasi bagaimana tubuh merespons terhadap perubahan posisi dan merekam tekanan darah, irama jantung, dan detak jantung setiap kali prosedur dilakukan pada sudut yang berbeda. Tes ini dapat membantu menemukan penyebab pusing atau pingsan yang telah terjadi berulang kali tanpa alasan yang jelas.
Dalam artikel ini, akan dibahas secara komprehensif bagaimana tes ini dilakukan, tujuan, risiko efek samping, dan bagaimana hasilnya diinterpretasikan. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Tilt Table Test?
Pingsan atau sinkop adalah hilangnya kesadaran dan postur tubuh (yang menyebabkan penderita terjatuh) dalam waktu singkat yang terjadi karena penurunan sementara aliran darah ke otak. Ketika seorang pasien mengalami pusing dan sinkop (pingsan) tanpa alasan yang diketahui dengan jelas, dokter tentunya akan meninjau keluhan tersebut dan riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh serta melakukan pemeriksaan fisik.
Tilt table test merupakan salah satu prosedur pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk melihat respons tubuh terkait perubahan posisi dan kaitannya dengan keluhan pusing atau pingsan yang dialami pasien.
Penurunan aliran darah ke otak dapat disebabkan karena tekanan darah yang menurun secara tiba-tiba atau denyut jantung yang tidak normal (terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak beraturan).
Normalnya, tubuh dapat mengatur denyut jantung dan tekanan darah secara otomatis baik saat berdiri, duduk, atau berbaring. Namun, kondisi medis tertentu dapat menghalangi tubuh dalam menjalankan fungsi ini ketika penderita mengubah posisi tubuhnya terlalu cepat.
Adapun gejala pusing berputar seperti melayang atau pingsan (sinkop) dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, seperti efek dari penggunaan obat-obatan tertentu, dehidrasi parah, gangguan irama jantung (aritmia), kadar gula darah rendah (hipoglikemia), istirahat di tempat tidur dalam waktu lama, atau gangguan saraf.
Tujuan Tilt Table Test
Adapun beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan pusing atau sinkop yang mungkin memerlukan tilt table test adalah sebagai berikut:
-
Sindrom vasovagal: Kondisi ini disebut juga sinkop neurokardiogenik, yaitu penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dengan atau tanpa penurunan denyut jantung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh respons berlebihan dari saraf yang mengendalikan jantung dan pembuluh darah.
-
Sinkop ortostatik: Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah turun ketika seseorang berdiri dengan cepat atau setelah berdiri dalam waktu lama. Penurunan tekanan darah ini mungkin berkaitan dengan pengumpulan darah di kaki dan buruknya aliran darah kembali ke otak.
-
Aritmia: Kondisi yang terjadi ketika denyut jantung terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur. Ketika ini terjadi, jantung tidak bisa bekerja dengan baik untuk mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh.
-
Masalah pada struktur jantung: Masalah pada struktur jantung, seperti pada otot atau katup jantung dapat menghalangi aliran darah di dalam jantung.
-
Serangan jantung (infark miokard): Kerusakan pada otot jantung akibat pasokan (suplai) darah yang buruk ke otot jantung.
-
Kardiomiopati: Kelainan pada otot jantung yang menyebabkan fungsi jantung terganggu atau menurun.
Cara Kerja Tilt Table Test
Cara kerja tilt table test meniru apa yang terjadi di tubuh saat seseorang berdiri setelah berbaring. Pemeriksaan ini mengubah posisi tubuh pasien secara aman karena terdapat tali pengikat yang berfungsi untuk mencegah pasien jatuh jika mengalami pusing atau pingsan saat bergerak ke posisi berdiri.
Prosedur Tilt Table Test
Berikut di bawah ini adalah masing-masing penjelasan mengenai tahapan sebelum, selama, dan setelah tilt table test.
Sebelum
Sebelum prosedur tilt table test dilaksanakan, beberapa persiapan yang biasanya perlu dilakukan oleh pasien adalah sebagai berikut:
-
Menghindari makan atau minum (kecuali minum air putih secukupnya) setidaknya selama empat jam sebelum menjalani pemeriksaan.
-
Jika menjalani pemeriksaan di pagi hari, pasien mungkin akan diminta untuk tidak makan atau minum setelah tengah malam pada malam sebelumnya.
-
Hindari makanan atau minuman apa pun yang mengandung kafein pada hari pemeriksaan.
-
Jika pasien mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apakah obat tersebut dapat terus diminum atau perlu dihentikan sebelum pemeriksaan. Jangan berhenti sendiri minum obat-obatan rutin apa pun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
-
Pasien biasanya akan diminta untuk melepaskan perhiasan atau benda lain yang dapat mengganggu pemeriksaan.
-
Pasien mungkin akan diminta untuk melepaskan pakaian dan mengenakan pakaian khusus yang disediakan oleh fasilitas kesehatan.
-
Pasien mungkin akan diminta untuk mengosongkan kandung kemih sebelum prosedur.
Prosedur
Selama tilt table test berlangsung, dokter akan mengamati bagaimana perubahan posisi tubuh pasien memengaruhi tekanan darah, irama jantung, dan detak jantungnya. Ketika prosedur berlangsung, pasien akan:
-
Berbaring telentang di atas meja atau tempat tidur khusus.
-
Selang infus (intravena) akan dipasang di tangan atau lengan pasien untuk menyuntikkan obat atau memberikan cairan, jika diperlukan.
-
Elektroda akan dipasang di dada pasien dan kabelnya dihubungkan ke mesin elektrokardiogram (EKG). Manset tekanan darah akan dipasang di lengan pasien dan dihubungkan ke mesin pemantau tekanan darah otomatis.
-
Pasien akan berbaring telentang di meja atau tempat tidur khusus selama beberapa menit, biasanya 5 menit.
-
Dokter akan mengamati detak jantung, irama jantung, dan tekanan darah pasien. Kemudian, meja atau tempat tidur khusus akan dimiringkan ke posisi yang menyerupai posisi berdiri.
-
Tali akan dipasangkan di dada dan kaki untuk mencegah pasien jatuh jika pusing atau pingsan selama tes berlangsung. Tubuh pasien akan dipertahankan dalam posisi ini selama sekitar 20–45 menit sembari dokter mengamati perubahan yang terjadi pada detak jantung, irama jantung, dan tekanan darah.
-
Pasien akan diminta untuk tetap diam selama dalam posisi tersebut. Pasien harus memberitahu dokter bila merasa pusing, berkeringat, mual, berkunang-kunang, atau detak jantung berdebar kencang.
-
Jika tekanan darah pasien menurun drastis selama tes berlangsung, meja atau tempat tidur akan dikembalikan ke posisi semula dan tes akan dihentikan.
-
Jika pasien tidak pingsan atau mengalami gejala lainnya setelah 45 menit, biasanya dokter akan memberikan obat yang dapat memicu jantung agar berdebar lebih kuat. Obat tersebut dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap pemeriksaan tilt table test. Obat ini diberikan melalui suntikan intravena di lengan. Namun, pemberian obat-obatan tentunya akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi medis dan kebutuhan pasien.
-
Setelah obat diberikan (jika diperlukan), posisi tubuh pasien akan kembali dimiringkan ke atas dan diawasi untuk melihat apakah muncul gejala pusing, pingsan, denyut jantung atau tekanan darah turun, dan sebagainya.
-
Setelah informasi sudah cukup terkumpul, posisi tubuh pasien akan dikembalikan ke posisi datar dan dibiarkan beristirahat sejenak. Denyut jantung, irama jantung, dan tekanan darah akan dipantau.
-
Jika kondisi pasien sudah stabil, selang infus, manset tekanan darah, tali pengaman tubuh, dan elektroda EKG dapat dilepas. Pasien kemudian dapat pergi berganti pakaian.
Setelah
Pasien mungkin akan merasa lelah dan sedikit mual setelah tes selesai. Setelah kondisi pasien telah dinyatakan stabil dan aman, pasien mungkin dapat menyetir pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa, kecuali dokter menginstruksikan sebaliknya. Namun, akan lebih baik jika pasien datang ke dan pulang dari rumah sakit dengan orang lain sebagai pendamping. Sementara itu, jika pasien sempat kehilangan kesadaran selama tes, pasien mungkin perlu menjalani observasi lebih lanjut.
Risiko Efek Samping Tilt Table Test
Tes tilt table umumnya merupakan prosedur yang aman. Orang umumnya jarang sekali pingsan selama tes berlangsung. Jika pasien sampai pingsan pun, hal ini tentunya akan lebih aman karena pasien berada di bawah pengawasan ketat dari staf medis selama tes berlangsung. Pasien yang mengalami pingsan saat pemeriksaan biasanya dapat kembali normal dalam waktu singkat setelah meja atau tempat tidur dikembalikan ke posisi datar.
Namun, risiko efek samping dari tes tilt table yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:
-
Episode sinkop (pingsan).
-
Pusing atau sakit kepala.
-
Tekanan darah rendah atau tinggi.
-
Mual.
Hasil Tilt Table Test
Hasil tilt table test didasarkan pada apakah pasien pingsan selama tes dilakukan. Hasilnya juga bergantung pada kondisi tekanan darah dan detak jantung pasien selama tes. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Hasil positif: Hasil positif artinya tekanan darah turun dan detak jantung berubah. Hal ini bisa menyebabkan pusing atau pingsan selama tes.
-
Hasil negatif: Hasil negatif artinya denyut jantung hanya meningkat sedikit, tekanan darah tidak turun secara signifikan, serta tidak ada gejala pingsan.
Penting untuk dipahami bahwa prosedur tilt table test hanya disarankan oleh dokter bagi pasien yang kondisi medisnya memerlukan pemeriksaan ini. Namun, dengan memahami prosedur pemeriksaan ini lebih baik, Anda dapat lebih siap menghadapi tes atau berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu jika memiliki keluhan seperti pusing, pingsan, atau kelemahan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
Perlu diketahui pula bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Apabila Anda atau kerabat mengalami sejumlah gejala yang mungkin berkaitan dengan masalah jantung, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Di samping itu, Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk menemukan informasi jadwal praktik, booking, serta membuat janji temu dengan dokter pilihan. Lewat aplikasi ini, Anda pun dapat melakukan konsultasi langsung dengan dokter secara virtual.
Sumber
Cleveland Clinic. Tilt Table Test. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Tilt-Table Test. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Tilt Table Testing. Diakses pada 2024 | Tilt Table Test. Tilt Table Testing. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000






