LVAD (Left Ventricular Assist Device), Ini Tujuan & Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

LVAD (Left Ventricular Assist Device), Ini Tujuan & Prosedurnya

01 Oktober 2025 5 menit waktu baca
LVAD - dr. Antono Sutandar, SpJP (K)

Left ventricular assist device atau LVAD adalah alat medis yang berfungsi untuk membantu jantung dalam memompa darah. LVAD biasanya ditujukan bagi penderita gagal jantung kronik untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Keputusan untuk menggunakan LVAD harus berdasar pada evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis jantung dan tim multidisiplin yang terlibat. Untuk mengenal lebih lanjut mengenai LVAD, mari simak artikel berikut ini.

 

Apa Itu LVAD (Left Ventricular Assist Device)?

 

LVAD adalah perangkat medis yang digunakan untuk membantu jantung dalam memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Teknik pemasangan LVAD melibatkan prosedur implantasi di dalam dada pasien, yakni sebuah pompa yang dipasang dan dihubungkan langsung dengan jantung serta arteri utama. 

 

Fungsi utama dari pompa jantung ini adalah untuk mengambil darah dari ventrikel kiri jantung dan menyalurkannya ke aorta sehingga membantu sirkulasi darah menjadi efektif. Komponen LVAD meliputi pompa yang diimplantasi dalam jantung, perangkat monitoring, baterai pendukung, dan kabel yang menghubungkan perangkat internal dengan eksternal. Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk menjaga kebersihan area operasi guna mengurangi risiko infeksi.

 

Awalnya, LVAD berfungsi untuk mempertahankan fungsi pompa jantung selama pasien menunggu ketersediaan donor transplantasi jantung. Namun, kini LVAD sudah banyak digunakan sebagai pengobatan gagal jantung sementara untuk pasien gagal jantung kronik sampai jantung dapat pulih dan memompa darah dengan efektif.

 

Tujuan LVAD

 

Pemasangan alat bantu ventrikel kiri dapat memberi sejumlah manfaat bagi penderita gagal jantung lanjut. Tujuan LVAD adalah sebagai berikut:

 

1. Meningkatkan Kualitas Hidup

 

Pemasangan left ventricular assist device dapat membantu mengurangi gejala gagal jantung, seperti kelelahan, sesak napas, dan keterbatasan dalam beraktivitas. Dengan begitu, penderita dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

 

2. Menghindari Berbagai Komplikasi Gagal Jantung

 

Perbaikan kinerja jantung dan aliran darah ke seluruh organ tubuh akan meningkatkan performa sistem tubuh secara keseluruhan. Dengan begitu, fungsi berbagai organ dalam, seperti ginjal, otak, dan hati akan membaik, serta daya tahan tubuh meningkat.

 

3. Meningkatkan Harapan Hidup

 

Penelitian dengan alat LVAD terkini menunjukkan angka keberlangsungan hidup mencapai 60% dalam 5 tahun. Hal ini berbeda jauh dibandingkan dengan penderita gagal jantung lanjut yang hanya mengandalkan obat-obatan, yang mana hanya mencapai 30–50% dalam 1 tahun.

 

Persiapan LVAD

 

Sebelum melakukan tindakan, pasien biasanya akan diminta untuk menjalani sejumlah persiapan, seperti:

 

  • Konseling dan evaluasi klinis oleh tim multidisipliner LVAD.

  • Tes laboratorium darah lengkap.

  • Rekam jantung (EKG).

  • Rontgen dada.

  • Ekokardiografi.

  • CT scan dada (jantung, pembuluh aorta, dan rongga dada).

  • Kateterisasi jantung kanan.

 

Prosedur LVAD

 

Implan left ventricular assist device dilakukan melalui prosedur pembedahan yang dapat berlangsung selama beberapa jam. Selama prosedur, tim dokter akan:

 

  1. Memberikan anestesi umum melalui intravena di lengan untuk membuat pasien merasa tenang dan tertidur selama prosedur berlangsung.

  2. Memasang ventilator untuk membantu pasien bernapas.

  3. Kerja jantung akan dihentikan sementara dan disambungkan ke mesin bypass jantung (ECMO) dan paru-paru.

  4. Membuka dada dengan melakukan sayatan di tengah dada.

  5. Memasangkan salah satu ujung LVAD ke ventrikel kiri dan ujung lainnya ke aorta. Kemudian, darah akan mengalir dari ventrikel ke perangkat LVAD.

  6. Perangkat LVAD akan memompa darah keluar ke aorta, yang kemudian mengalir ke seluruh tubuh.

  7. Dokter akan menyelesaikan tindakan dengan menutup sayatan.

 

Perawatan Setelah LVAD

 

Setelah operasi LVAD, pada umumnya pasien akan menerima obat antibiotik intravena untuk mencegah infeksi dan obat pengencer darah untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah. Kemudian, sebuah pipa akan ditempatkan di dada (chest tube) untuk mengalirkan cairan dari luka operasi. Pemasangan kateter urine juga akan dilakukan untuk membantu pasien mengeluarkan urine selama pemulihan di rumah sakit.

 

Setelahnya, pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk dipantau kondisinya lebih lanjut. Dokter juga akan memberi edukasi mengenai tata cara merawat LVAD serta tanda-tanda dan gejala yang harus diperhatikan pasien dan keluarga pasien.

 

Umumnya, perawatan pascaoperasi bagi pasien yang dipasangi LVAD memerlukan waktu pemulihan minimal tiga minggu. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan pasien untuk beradaptasi dengan alat bantu yang terpasang, menjalani terapi pemulihan, dan mendapatkan bantuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari setelah pemasangan LVAD.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama LVAD berada di dalam tubuh pasien antara lain:

 

  • Selalu memakai sistem kontrol (perangkat eksternal) LVAD untuk menjaga agar jantung tetap memompa dengan benar.

  • Menjaga kebersihan dan mengganti perban luka di sekitar lubang keluar saluran LVAD secara berkala, seperti yang diinstruksikan oleh dokter.

  • Mengisi daya baterai LVAD secara rutin dan menyediakan baterai cadangan.

  • Hindari merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Menjaga sistem kontrol LVAD agar tidak basah terkena air, seperti mandi dan berenang.

  • Menjalani pola makan yang sehat dengan gizi seimbang.

  • Hindari posisi tidur yang dapat membuat selang LVAD terlilit dan tertekan.

  • Selalu konsultasikan dengan dokter apabila berencana untuk bepergian menggunakan pesawat terbang.

  • Hindari aktivitas berat dan konsultasikan dengan dokter apa saja olahraga yang diperbolehkan.

  • Konsultasikan setiap rencana perawatan kesehatan karena pasien LVAD mungkin disarankan untuk menghindari pemeriksaan MRI.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi LVAD

 

LVAD dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia pasien gagal jantung kronis. Namun, seperti tindakan invasif lainnya, terdapat beberapa risiko dan komplikasi yang mungkin dialami pasien, seperti:

 

  • Hemolisis, yaitu pecah atau rusaknya sel darah merah.

  • Trombosis, yaitu pembentukan gumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke.

  • Aritmia.

  • Infeksi, seperti infeksi sistemik atau infeksi pada luka operasi.

  • Kegagalan atau disfungsi pompa jantung.

 

Penting untuk diingat bahwa LVAD hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu serta mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani pemasangan LVAD. Apabila Anda atau kerabat ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai LVAD, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Perlu diketahui bahwa proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.

 

Lebih lanjut, manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-leonardo-paskah-suciadi-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail