Mengenal ECMO untuk Kondisi Jantung dan Paru-Paru
Kesehatan Tubuh

Mengenal ECMO untuk Kondisi Jantung dan Paru-Paru

20 April 2026 4 menit waktu baca
Ecmo - dr. Antono Sutandar, SpJP (K)

 

Extracorporeal membrane oxygenation atau ECMO adalah suatu alat bantuan hidup jantung-paru (heart-lung support machine) yang digunakan untuk menyediakan dukungan pernapasan dan sirkulasi darah secara temporer di luar tubuh pada pasien kritis yang mengalami gagal napas atau sirkulasi (renjatan). Mari ketahui lebih lanjut mengenai apa itu ECMO dan manfaatnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa Itu ECMO (Extracorporeal Membrane Oxygenation)?

 

ECMO adalah mesin pompa mekanik dan oksigenasi yang dipasang ke dalam pembuluh darah dan berfungsi menggantikan sementara kerja jantung dan/atau paru-paru pada pasien dalam kondisi kritis.

 

“ECMO merupakan teknologi penunjang hidup tingkat lanjut yang krusial dalam menyokong fungsi jantung dan paru pada kondisi kritis. Di pusat dengan pengalaman tinggi, ECMO meningkatkan peluang untuk bertahan hidup secara bermakna pada kondisi kritis yang sangat fatal.”

dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA

 

Mesin ECMO berada di luar tubuh dan bekerja dengan cara mengambil darah dari pembuluh darah di tubuh, mengeluarkan karbon dioksida, menambahkan oksigen, serta mengembalikan darah yang kaya oksigen ke dalam tubuh. Dengan bantuan ini, jantung dan paru-paru diberi kesempatan untuk beristirahat dan pulih.

 

ECMO bermanfaat untuk:

  • Mengurangi beban kerja jantung dan paru.

  • Menjaga oksigenasi tubuh tetap optimal.

  • Memberi waktu untuk penyembuhan.

  • Menjadi penopang saat menunggu transplantasi.

  • Digunakan pada prosedur berisiko tinggi (misalnya PCI risiko tinggi).

 

Kapan ECMO Digunakan?

 

ECMO digunakan pada kondisi kritis yang mengancam nyawa, ketika terapi standar seperti obat-obatan, ventilator, atau intervensi lainnya tidak lagi mampu mempertahankan fungsi jantung dan/atau paru secara adekuat.

 

ECMO dapat dipertimbangkan pada kondisi berikut:

 

1. Gangguan jantung

 

2. Gangguan paru-paru

  • Gagal napas berat, termasuk acute respiratory distress syndrome (ARDS).

  • Pneumonia berat, termasuk akibat COVID-19.

  • Emboli paru masif.

  • Trauma paru.

  • Hipertensi pulmonal berat.

 

3. Pada bayi (neonatus)

  • Aspirasi mekonium.

  • Hernia diafragma kongenital.

 

Perlu dipahami, ECMO bukanlah terapi yang menyembuhkan penyakit utama. ECMO berfungsi sebagai penopang sementara (life support), untuk menjaga sirkulasi dan oksigenasi tubuh tetap optimal, sambil memberikan waktu bagi terapi definitif bekerja atau hingga organ pasien pulih.

 

Jenis ECMO

 

Secara umum, ECMO dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan konfigurasi aliran darah dan indikasi klinisnya:

 

1. VV-ECMO (Veno-Venous ECMO)

 

  • Berfungsi menggantikan fungsi paru dalam proses oksigenasi dan pembuangan karbon dioksida.

  • Digunakan pada gagal napas berat.

  • Syarat utama: fungsi jantung masih relatif adekuat untuk mempertahankan sirkulasi darah.

 

2. VA-ECMO (Veno-Arterial ECMO)

 

  • Memberikan dukungan pada fungsi jantung sekaligus paru-paru.

  • Digunakan pada kondisi gangguan sirkulasi berat, seperti syok kardiogenik atau henti jantung.

  • Membantu mempertahankan perfusi organ saat jantung tidak mampu memompa darah secara efektif.

 

Bagaimana Prosedur ECMO Dilakukan?

 

Prosedur ECMO dilakukan oleh tim medis terlatih di ruang perawatan intensif (ICU) dengan tahapan sebagai berikut:

 

  • Pemasangan kanula (selang khusus): Kanula dimasukkan ke dalam pembuluh darah besar (vena dan/atau arteri) melalui prosedur invasif minimal. Tindakan ini umumnya dilakukan secara perkutan (tanpa operasi besar), dengan panduan imaging untuk memastikan posisi yang tepat.

  • Sirkulasi darah ke mesin ECMO: Darah pasien dialirkan keluar tubuh menuju mesin ECMO melalui kanula.

  • Proses oksigenasi dan sirkulasi: Di dalam mesin ECMO, darah akan diperkaya oksigen dan dibersihkan dari karbon dioksida. Pada jenis tertentu, ECMO juga membantu memompa darah kembali ke tubuh untuk menggantikan fungsi jantung.

  • Pengembalian darah ke tubuh: Darah yang telah teroksigenasi dialirkan kembali ke tubuh melalui kanula lain, sehingga suplai oksigen ke organ tetap terjaga.

  • Perawatan intensif di ICU: Selama menggunakan ECMO, pasien dipantau secara ketat di ICU, termasuk fungsi jantung, paru, serta kemungkinan komplikasi.

 

Durasi penggunaan ECMO dapat bervariasi, umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga minggu, tergantung pada kondisi dan respons klinis pasien. ECMO digunakan sebagai penopang sementara hingga fungsi jantung dan/atau paru membaik atau terapi definitif memberikan hasil optimal. Setelah kondisi stabil dan organ kembali berfungsi dengan baik, ECMO akan dilepas secara bertahap oleh tim medis.

 

Risiko dan Komplikasi ECMO

 

Karena merupakan terapi kompleks, ECMO memiliki risiko potensial dibalik kegunaannya yang vital, seperti:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Pembekuan darah (trombosis).

  • Stroke (emboli).

  • Komplikasi teknis pada selang atau mesin.

 

Perawatan ECMO

 

Setelah pasien menjalani ECMO, ada beberapa perawatan yang harus dilakukan untuk meminimalisasi risiko dan komplikasinya, seperti:

 

  • Mengikuti instruksi dan rencana pemulihan yang diberikan oleh dokter.

  • Pengecekan dan perawatan bekas luka di area kanulasi.

  • Rehabilitasi fisik bertahap.

  • Dukungan psikologis.

  • Melanjutkan terapi optimal terhadap kelainan yang mendasari.

  • Konsumsi obat-obat sesuai indikasi.

  • Perubahan gaya hidup sehat.

 

Penting untuk diketahui bahwa ECMO jantung maupun paru-paru hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut terkait penggunaan extracorporeal membrane oxygenation/ECMO untuk kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

My Siloam App (1)

Dokter Kami
dr-leonardo-paskah-suciadi-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail