Kesehatan Tubuh
Apa itu Edema Paru? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Pulmonary edema atau edema paru adalah kondisi medis yang terjadi akibat adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru. Lebih tepatnya, cairan tersebut menumpuk pada kantung udara (alveolus) di dalam paru-paru, sehingga membuat penderitanya kesulitan bernapas. Untuk mengenal apa itu edema paru selengkapnya, mari simak pembahasan berikut ini sampai tuntas.
Apa itu Edema Paru?
Pulmonary edema atau edema paru adalah pembengkakan pada organ paru-paru yang terjadi akibat adanya penumpukan cairan. Kondisi ini dapat terjadi secara mendadak (akut) maupun berkembang secara perlahan (kronis). Perlu diketahui, edema paru akut merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan sesegera mungkin.
Penyebab Edema Paru
Apakah edema paru menular? Pada dasarnya, edema paru tidak menular, namun penyakit yang mengakibatkan atau mendasari terjadinya kondisi ini mungkin bisa menular. Apabila disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, edema paru mungkin saja akan menyebar dan menginfeksi orang lain. Secara umum, penyebab edema paru dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Edema Paru Kardiogenik
Edema paru kardiogenik dapat terjadi karena ventrikel atau bilik kiri jantung tidak dapat memompa darah ke luar jantung secara maksimal. Hal ini menyebabkan darah masih tersisa di ventrikel kiri sehingga turut meningkatkan tekanan pada area tersebut.
Peningkatan tekanan pada ventrikel kiri membuat darah yang berasal dari paru-paru lebih sulit untuk masuk ke dalam jantung. Akibatnya, darah tertahan di pembuluh darah paru-paru hingga membuatnya masuk kembali ke paru-paru.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat gagal jantung. Secara umum, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gagal jantung dan memicu terjadinya edema paru adalah:
-
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
-
Penyakit ginjal.
-
Hemokromatosis, kondisi di mana kadar zat besi di dalam tubuh terlalu berlebihan.
2. Edema Paru Nonkardiogenik
Edema paru nonkardiogenik merupakan jenis edema paru yang bukan terjadi akibat peningkatan tekanan dalam jantung. Secara umum, kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari sindrom gangguan pernapasan akut hingga infeksi virus. Berikut selengkapnya.
-
Sindrom gangguan pernapasan akut (acute respiratory distress syndrome atau ARDS).
-
Reaksi konsumsi obat-obatan atau penyalahgunaan NAPZA.
-
Paparan racun, seperti klorin atau amonia.
-
Berada di dataran tinggi, misalnya saat sedang mendaki gunung. Kondisi ini dikenal dengan high-altitude pulmonary edema (HAPE).
-
Tenggelam.
-
Cedera kepala atau kejang.
-
Efek samping operasi kepala.
-
Infeksi virus, seperti COVID-19, hantavirus, dari virus dengue.
Gejala Edema Paru
Gejala umum dari edema paru adalah kesulitan bernapas. Selain itu, gejala lain yang muncul juga bisa sedikit berbeda pada setiap penderita, tergantung pada jenis edema paru yang dialami. Jika mengalami edema paru akut, beberapa gejala yang dapat terjadi adalah:
-
Sesak napas mendadak, terutama saat berbaring atau setelah beraktivitas.
-
Jantung berdebar.
-
Gelisah.
-
Berkeringat berlebihan.
-
Mengeluarkan suara napas yang tidak biasa, seperti mengi atau terengah-engah.
-
Batuk berdahak yang berbusa serta bercampur dengan darah.
-
Kulit terasa dingin dan lembap saat disentuh atau tampak pucat maupun kebiruan.
-
Pusing dan lemas.
Sementara pada edema paru kronis, beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita kondisi tersebut adalah:
-
Mudah lelah.
-
Sering terbangun di malam hari karena sesak napas dan batuk.
-
Napas pendek saat sedang beraktivitas.
-
Berat badan naik dengan cepat.
-
Pembengkakan pada lengan dan kaki.
Di samping itu, gejala pada high-altitude pulmonary edema (HAPE) juga bisa berbeda dari dua jenis edema paru lainnya. Adapun beberapa gejala umum dari HAPE adalah:
-
Sakit kepala.
-
Sesak napas setelah beraktivitas yang bisa berlanjut saat sedang beristirahat.
-
Batuk kering yang bisa berlanjut menjadi batuk berdahak yang berbusa serta bercampur darah.
-
Kesulitan untuk berjalan menanjak dan bisa berlanjut menjadi kesulitan berjalan di permukaan yang datar.
-
Demam.
-
Lemas.
-
Nyeri dada.
-
Detak jantung sangat cepat (takikardia).
Komplikasi Edema Paru
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, edema paru dapat menimbulkan komplikasi tertentu, bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Secara umum, ada sejumlah risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat edema paru, salah satunya adalah pembengkakan organ hati. Berikut selengkapnya.
-
Gagal napas atau ARDS.
-
Asites (penumpukan cairan di dalam rongga perut).
-
Pembengkakan organ hati.
-
Pembengkakan pada tungkai.
Diagnosis Edema Paru
Dalam menegakkan diagnosis edema paru, dokter terlebih dahulu akan melakukan tanya jawab atau wawancara medis (anamnesis) terkait dengan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mendengarkan detak jantung serta suara dari paru-paru menggunakan stetoskop.
Untuk membantu mengonfirmasi diagnosis, dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Pulse oximetry.
-
Foto rontgen dada. Rontgen dada dilakukan untuk memastikan diagnosis edema paru dan menyingkirkan kemungkinan penyebab sesak napas lainnya. Pemeriksaan penunjang ini biasanya merupakan tes pertama yang dilakukan ketika dokter mencurigai adanya edema paru.
-
CT scan. Pencitraan CT scan dapat memberikan gambaran lebih lanjut dan detail mengenai kondisi paru-paru.
-
Tes darah. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mendiagnosis edema paru dan mencari penyebabnya biasanya yang juga meliputi pemeriksaan darah lengkap serta panel metabolik untuk memeriksa fungsi ginjal, tes fungsi tiroid, dan lain-lain.
-
Analisis gas darah. Tes darah ini dilakukan untuk mengukur jumlah oksigen dan karbon dioksida dalam darah.
Pengobatan Edema Paru
Apakah edema paru bisa sembuh? Penyakit ini bisa disembuhkan dengan mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Adapun langkah pertama untuk menangani edema paru adalah pemberian bantuan napas menggunakan terapi oksigen atau ventilator.
Setelah itu, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu untuk menangani edema paru sesuai dengan kondisi pasien dan penyebab yang mendasarinya.
-
Pemberian obat diuretik untuk membuang penumpukan cairan di paru-paru dan jantung melalui urine.
-
Obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi ataupun menaikkan tekanan darah rendah.
-
Obat golongan nitrat untuk melebarkan pembuluh darah serta mengurangi tekanan di ventrikel kiri jantung.
Sedangkan pengobatan untuk high-altitude pulmonary edema (HAPE) meliputi:
-
Segera turun ke tempat yang lebih rendah. Bagi seseorang yang berada di dataran tinggi yang memiliki HAPE yang ringan, turun 1.000 hingga 3.000 kaki (sekitar 300 hingga 1.000 meter) secepat mungkin dapat membantu meredakan gejala. Seseorang dengan HAPE parah mungkin memerlukan bantuan penyelamatan untuk turun dari gunung.
-
Berhenti berolahraga dan tetap hangat. Aktivitas fisik dan kedinginan dapat memperburuk edema paru.
-
Mengonsumsi obat acetazolamide atau nifedipine untuk membantu mengobati atau mencegah gejala HAPE. Untuk mencegah HAPE, obat-obatan tersebut dapat diminum setidaknya sehari sebelum mendaki.
Pencegahan Edema Paru
Pencegahan edema paru dapat dilakukan dengan mengelola gangguan jantung atau gangguan paru-paru yang sedang diderita dan diikuti dengan penerapan pola hidup sehat sebaik mungkin. Di samping itu, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya edema paru adalah:
-
Menghindari konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol.
-
Membatasi konsumsi garam.
-
Tidak merokok.
-
Rutin berolahraga.
-
Menjaga berat badan dalam batas normal. Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
-
Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
-
Tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran dan resep dokter.
-
Menjalani pengobatan dengan baik jika menderita diabetes atau hipertensi.
-
Kelola kondisi medis lainnya. Atasi kondisi medis yang mendasarinya. Misalnya dengan mengontrol kadar glukosa jika Anda menderita diabetes.
-
Mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan prosedur apabila bekerja di tempat yang berisiko terkena paparan asap atau zat kimia tertentu.
Apabila Anda mengalami gejala tidak biasa yang berhubungan dengan gangguan paru-paru, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis yang tepat dari dokter terkait. Agar lebih praktis, Anda dapat mencari informasi jadwal dan membuat janji temu dengan dokter pilihan menggunakan fitur Cari Dokter.
Selain itu, untuk menjaga kesehatan paru-paru secara menyeluruh, Anda dapat memesan paket Skrining Kesehatan Paru dari Siloam Hospitals. Paket skrining ini meliputi foto rontgen, tes darah lengkap, dan tes spirometri yang dapat membantu dokter untuk mendeteksi kemungkinan masalah kesehatan pada paru-paru.
Pemesanan paket Skrining Kesehatan Paru dapat dilakukan dengan mudah melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi tersebut untuk memantau serta memeriksa hasil pemeriksaan dari mana saja dan kapan saja melalui fitur Medical Records. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







