Kesehatan Tubuh
Apa itu Asites? Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Table of Contents
Ascites atau asites adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan penumpukan cairan di dalam rongga perut, sehingga menyebabkan pengidapnya memiliki perut buncit dan membengkak. Kondisi ini biasanya menjadi gejala dari penyakit hati, seperti sirosis, gagal hati, hingga kanker hati. Simak ulasan selengkapnya tentang asites di bawah ini.
Apa itu Asites?
Ascites atau asites adalah kondisi medis berupa menumpuknya cairan berlebih di dalam rongga perut (abdomen). Normalnya, cairan di dalam rongga perut tidak lebih dari 20 mililiter. Namun, pengidap asites akan memiliki cairan di dalam rongga perutnya melebihi 25 mililiter.
Asites biasanya merupakan komplikasi dari penyakit tertentu, seperti sirosis hati dan hipoalbuminemia. Bahkan, hampir 80% kasus asites disebabkan oleh sirosis hati.
Penyebab Asites
Terdapat sejumlah kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang mengalami asites, seperti hipoalbuminemia, sirosis hati, kanker hati, dan lain-lain. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Sirosis Hati
Salah satu kondisi medis yang paling sering menyebabkan asites adalah sirosis hati. Sirosis hati merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan munculnya jaringan parut sehingga memengaruhi fungsi organ hati.
2. Kanker Hati
Masalah kesehatan selanjutnya yang dapat menyebabkan asites adalah kanker hati. Kanker hati dapat memicu peningkatan permeabilitas peritoneum (kemampuan cairan melewati jaringan yang melapisi rongga abdomen), sehingga membuat cairan lebih mudah masuk ke dalam rongga abdomen dan menyebabkan asites.
3. Gagal Hati
Selain sirosis dan kanker hati, gangguan hati yang juga dapat memicu terjadinya asites adalah gagal hati. Gagal hati terjadi karena hati tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga berdampak pada penyumbatan pembuluh darah vena dalam organ tersebut. Akibatnya, cairan yang terdapat dalam pembuluh darah tersebut bocor dan menyebabkan asites.
4. Gagal Ginjal
Fungsi ginjal adalah menjaga keseimbangan cairan serta menyaring sisa-sisa metabolisme tubuh untuk dibuang melalui urine. Salah satu gangguan ginjal yang dapat memicu asites adalah gagal ginjal.
Gagal ginjal terjadi ketika organ ginjal tidak dapat berfungsi dengan optimal, sehingga mengakibatkan penumpukan cairan serta limbah berlebih dalam tubuh. Penumpukan cairan ini dapat bocor ke dalam rongga perut dan menyebabkan asites.
5. Hipoalbuminemia
Penyebab asites berikutnya adalah hipoalbuminemia, yaitu kondisi ketika kadar albumin di dalam darah sangat rendah. Di mana, senyawa albumin ini memiliki fungsi untuk menjaga cairan tubuh supaya tidak bocor keluar dari dalam pembuluh darah.
6. Gangguan Pankreas
Gangguan pankreas, seperti pankreatitis akut serta pankreatitis kronis, dapat memicu terjadinya kekurangan protein dalam tubuh. Kekurangan protein tersebut menyebabkan tekanan onkotik (tekanan yang berfungsi membawa cairan ke dalam darah) menurun sehingga dapat mengakibatkan cairan bocor ke jaringan sekitar, termasuk rongga perut.
Gejala Asites
Gejala asites bisa muncul secara bertahap maupun tiba-tiba. Beberapa gejala umum dari asites adalah sebagai berikut:
- Perut membesar menyerupai balon.
- Perut kembung dan terasa sesak.
- Mual dan muntah.
- Nyeri perut.
- Sesak napas yang terasa semakin nyeri saat berbaring.
- Gangguan pencernaan.
- Berat badan bertambah.
Penanganan Asites
Apakah asites bisa sembuh? Ya, asites bisa sembuh bila ditangani dengan tepat. Tujuan utama penanganan asites adalah untuk mengurangi gejala serta mencegah terjadinya komplikasi. Sejumlah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk menangani asites adalah sebagai berikut:
1. Pemberian Obat-Obatan
Pemberian obat-obatan untuk menangani asites ini cenderung bervariasi menyesuaikan penyebabnya. Beberapa jenis obat yang diberikan untuk menangani asites adalah sebagai berikut:
- Antibiotik, untuk mengobati asites yang dipicu oleh infeksi bakteri.
- Diuretik, untuk membantu pengeluaran cairan serta garam berlebih dalam tubuh.
- Prosedur kemoterapi, dilakukan dengan memasukkan obat-obatan melalui intravena untuk membunuh sel kanker.
2. Diet
Dokter juga akan menyarankan penderita asites untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dan mengurangi konsumsi garam. Garam dikenal sebagai pantangan makanan penyakit asites karena dapat mengikat cairan di dalam tubuh sehingga berpotensi memperburuk kondisi asites.
3. Parasentesis
Parasentesis adalah prosedur medis untuk membuang cairan berlebih menggunakan jarum suntik dan kateter. Prosedur ini biasanya juga menggunakan bantuan tindakan ultrasonografi (USG) untuk memastikan lokasi penusukan jarum suntik pada rongga perut agar sesuai pada daerah dengan volume cairan paling besar.
4. Operasi
Bila asites disebabkan oleh gangguan hati yang cukup serius, dokter akan memilih tindakan operasi untuk memasang alat shunt (alat untuk mengeluarkan cairan) hingga transplantasi hati.
5. Perawatan Paliatif
Jika asites disebabkan oleh kanker hati stadium akhir atau berasal dari metastasis (kanker yang menyebar dari organ atau jaringan lain), dokter akan mempertimbangkan perawatan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Apabila Anda mengeluhkan gejala asites seperti penjelasan di atas, konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals untuk mengetahui penyebab yang pasti serta mendapatkan penanganan secara tepat.
Untuk membuat janji temu dengan dokter, Anda bisa menghubungi call center kami di 1-500-911 atau menggunakan aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk memesan paket medical check up, cek hasil pemeriksaan, serta konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan tubuh Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







