Kenapa Kelenjar Getah Bening Bisa Bengkak? Ini Penyebabnya!
Kesehatan Tubuh

Kenapa Kelenjar Getah Bening Bisa Bengkak? Ini Penyebabnya!

10 Februari 2026 4 menit waktu baca
kenapa kelenjar getah bening bisa bengkak

Kelenjar getah bening adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi menyaring bakteri, virus, dan zat asing lainnya. Lantas, kenapa kelenjar getah bening bisa bengkak? Pembengkakan kelenjar getah bening sering menjadi tanda bahwa tubuh sedang merespons infeksi atau kondisi medis tertentu.

 

Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor pemicu membengkaknya kelenjar getah bening agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat sejak dini. Artikel ini akan membahas beberapa penyebab umum serta kapan perlu melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu Kelenjar Getah Bening?

 

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik yang berperan penting dalam pertahanan tubuh. Struktur ini berfungsi menyaring cairan limfa serta membantu sel imun mendeteksi dan melawan kuman atau sel abnormal. Kelenjar ini tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti kepala, leher, ketiak, dan selangkangan. Pada area ini, pembengkakakn biasanya lebih mudah dirasakan.

 

Kenapa Kelenjar Getah Bening Bisa Bengkak?

 

Kelenjar getah bening yang membengkak biasanya merupakan tanda bahwa tubuh sedang merespons sesuatu, seperti infeksi, peradangan, atau kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab kelenjar getah bening bengkak:

 

1. Infeksi

 

Infeksi merupakan penyebab paling umum terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar getah bening bereaksi terhadap kuman yang berasal dari area tubuh tertentu, antara lain:

 

 

Pada kasus infeksi yang parah atau tidak kunjung sembuh, kelenjar getah bening dapat mengalami pembentukan abses, yakni kumpulan nanah yang menimbulkan peradangan dan rasa nyeri. Kondisi ini biasanya tidak dapat sembuh sendiri dan memerlukan penanganan medis.

 

2. Penyakit Autoimun

 

Berdasarkan penelitian dari National Library of Medicine (2024), penyakit autoimun dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan keliru menyerang jaringan tubuh sendiri. Aktivasi imun yang berlebihan ini meningkatkan jumlah dan aktivitas sel-sel imun di kelenjar getah bening sehingga memicu peradangan.

 

Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai penyakit autoimun, mulai dari rheumatoid arthritis, lupus, diabetes tipe 1, multiple sclerosis, hingga hepatitis autoimun. Pada hepatitis autoimun, pembesaran kelenjar getah bening sering terjadi sebagai respons sistem imun terhadap peradangan aktif di hati dan dapat mencerminkan tingkat keparahan penyakit. Pembesaran ini dapat menjadi petunjuk tambahan bagi dokter dalam menilai aktivitas penyakit, terutama ketika pemeriksaan awal tidak menunjukkan penyebab infeksi.

 

3. Efek Samping Obat-obatan

 

Beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati). Beberapa jenis obat, seperti penicillin dan antibiotik tertentu diketahui dapat menimbulkan efek ini pada sebagian orang. Kabar baiknya, limfadenopati akibat efek samping obat biasanya dapat membaik jika penggunaannya dihentikan atau diganti sesuai anjuran dokter.

 

4. Kanker

 

Dalam beberapa kasus, pembengkakan kelenjar getah bening dapat berkaitan dengan kondisi keganasan. Kondisi ini umumnya terjadi karena sel kanker menyebar dari lokasi asalnya ke kelenjar getah bening, yang disebut metastasis.

 

Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus apabila pembengkakan getah bening tidak menimbulkan nyeri, menetap, atau semakin membesar dalam jangka waktu tertentu. Risiko keganasan juga meningkat apabila pembengkakan disertai gejala lain, seperti penurunan nafsu makan, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, mudah memar, demam berkepanjangan, atau keringat malam.

 

Sebuah studi dalam International Journal of Otorhinolaryngology and Head and Neck Surgery (2020) menunjukkan bahwa pada kanker mulut, sebagian besar pembesaran kelenjar getah bening terjadi sebagai reaksi sistem imun terhadap tumor (tumor-associated inflammation), bukan karena penyebaran sel kanker itu sendiri. Informasi ini penting untuk membantu dokter menilai kondisi pasien dan menentukan langkah pemeriksaan serta pengobatan yang tepat.

 

Pengobatan Kelenjar Getah Bening Bengkak

 

Pengobatan pembengkakan kelenjar getah bening bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada kondisi tertentu, penanganan lebih lanjut dapat diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan. Terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan nyeri dan pembengkakan, antara lain:

 

  • Istirahat yang cukup.

  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi.

  • Menggunakan kompres dingin pada area yang bengkak untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Beberapa kelenjar getah bening yang membengkak akan berangsur mengecil dan kembali ke ukuran normal ketika penyebab utamanya sudah teratasi. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika pembengkakan kelenjar getah bening disertai kondisi berikut:

 

  • Pembengkakan tidak memiliki penyebab yang jelas.

  • Terus membesar atau telah membengkak selama 2–4 minggu.

  • Terasa keras atau kenyal. 

  • Tidak bergerak saat ditekan.

  • Kulit di area pembengkakan tampak merah dan kering.

  • Demam. 

  • Berkeringat di malam hari.

  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

  • Batuk yang tidak kunjung sembuh atau sesak napas.

 

Demikian penjelasan mengenai kenapa kelenjar getah bening bisa bengkak. Penting untuk diingat bahwa penyebab pembengkakan kelenjar getah bening dapat berbeda pada setiap pasien sehingga informasi ini tidak dapat menggantikan diagnosis langsung dari dokter.

 

Jika mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang disertai gejala lain, seperti terasa keras atau kenyal, demam, hingga batuk berkepanjangan, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan saran pengobatan yang tepat.

 

Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan paket Skrining Kanker untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait risiko kanker, termasuk pemeriksaan yang berkaitan dengan pembesaran kelenjar getah bening. Paket ini dirancang untuk memberikan gambaran kesehatan yang lebih lengkap dan membantu deteksi dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan lebih mudah, seperti mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, atau melihat hasil pemeriksaan secara online. Unduh MySiloam sekarang dan nikmati kemudahan mengatur semua kebutuhan kesehatan dalam satu aplikasi.

 

Sumber

Cleveland Clinic. Lymph Nodes. Diakses pada 2026 | Verywell Health. Swollen Lymph Node Symptoms and Causes. Diakses pada 2026 | WebMD. When Do Swollen Lymph Nodes Mean Cancer? Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Swollen Lymph Nodes. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. The Enlargement of Abdominal Lymph Nodes Is a Characteristic of Autoimmune Liver Disease. Diakses pada 2026 | International Journal of Otorhinolaryngology and Head and Neck Surgery. Correlation of Clinical, Radiological and Histopathological Cervical Lymph Node Involvement in Oral Cancer. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Lymph Nodes as Gatekeepers of Autoimmune Diseases. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail