Kesehatan Tubuh
Efusi Pleura - Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatan

Table of Contents
Efusi pleura adalah gangguan sistem pernapasan berupa penumpukan cairan berlebih pada rongga pleura. Rongga pleura merupakan suatu rongga yang berada di antara lapisan pleura pembungkus paru-paru dan dinding dalam rongga dada. Sebagian besar kasus efusi pleura merupakan komplikasi dari sirosis hati atau gagal jantung kongestif. Mari simak informasi selengkapnya mengenai efusi pleura pada artikel berikut.
Apa itu Efusi Pleura?
Efusi pleura adalah kondisi ketika terdapat penumpukan cairan di rongga pleura. Normalnya, rongga pleura hanya memiliki sedikit cairan (sekitar 10 ml) yang berfungsi sebagai pelumas bagi paru-paru agar bisa bergerak mulus untuk menunjang kelancaran pernapasan.
Namun, pada kondisi ini, terdapat cairan berlebih di dalam rongga pleura. Akibatnya, tekanan di paru-paru meningkat dan menyebabkan kesulitan bernapas. Biasanya, kondisi ini dipengaruhi oleh penyakit lain, seperti pneumonia, sirosis, emboli paru, dan gagal jantung kongestif.
Penyebab Efusi Pleura
Penyebab efusi pleura berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu transudatif dan eksudatif. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.
A. Efusi Pleura Transudatif
Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya kadar protein di dalam darah atau tekanan pada pembuluh darah sehingga cairan merembes dan menumpuk di rongga pleura. Beberapa masalah kesehatan yang dapat memicu kondisi ini adalah:
-
Gangguan ginjal.
-
Hipoalbuminemia.
B. Efusi Pleura Eksudatif
Kondisi ini terjadi akibat adanya peradangan, tumor, cedera paru, atau gangguan pada kelenjar getah bening. Adapun sejumlah penyakit yang kerap menjadi penyebab kondisi ini, antara lain:
-
Penyakit kanker, seperti limfoma, kanker paru-paru atau kanker payudara.
-
Infeksi paru, seperti tuberkulosis (TB).
-
Cedera di dinding dada yang menimbulkan perdarahan.
Gejala Efusi Pleura
Kondisi ini cukup serius bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Studi dalam Journal of Pulmonary & Respiratory Medicine menyebutkan bahwa 15% pasien dengan kondisi ini meninggal dalam waktu satu bulan.
Oleh karenanya, gejala efusi pleura perlu disadari lebih awal agar penanganannya pun tidak terlambat. Gejala utama dari efusi pleura adalah sesak napas, namun biasanya juga disertai dengan gejala lain, seperti:
-
Nyeri dada, gejala ini berkaitan dengan iritasi pada pleura.
-
Kesulitan bernapas saat berbaring (orthopnea).
-
Sering cegukan.
-
Demam.
-
Batuk kering. Namun, pada kasus yang disebabkan oleh pneumonia biasanya disertai dahak.
Meski begitu, kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda di setiap orang, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Bahkan, pada beberapa kasus, kondisi ini tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga sulit dideteksi lebih awal.
Diagnosis Efusi Pleura
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait dengan gejala serta riwayat kesehatan pasien, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada bagian dada. Biasanya, pasien juga perlu melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Rontgen atau CT scan, untuk melihat ada atau tidaknya penumpukan cairan di paru-paru.
-
USG, untuk melihat apakah cairan di pleura mengalir atau berkumpul di satu area.
-
Thoracocentesis (thoracentesis), dilakukan dengan mengambil sampel cairan dari rongga dada untuk diperiksa di laboratorium.
-
Tes darah, untuk mendeteksi adanya infeksi serta memeriksa fungsi hati dan ginjal.
-
Biopsi paru, mendeteksi adanya sel abnormal di paru-paru.
-
Ekokardiografi, untuk memeriksa kondisi jantung.
-
Bronkoskopi, untuk memeriksa adanya gangguan pada saluran pernapasan.
Komplikasi Efusi Pleura
Apabila tidak mendapatkan penanganan atau tidak segera diobati, beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh efusi pleura adalah:
-
Penebalan pleura.
-
Munculnya jaringan parut di paru-paru.
-
Empiema.
Pengobatan Efusi Pleura
Tujuan pengobatan ini adalah mengeluarkan cairan yang menumpuk di dalam rongga pleura. Adapun beberapa metode yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.
-
Thoracocentesis (thoracentesis): Metode yang sama dengan diagnosis. Bertujuan untuk meredakan sesak napas dan nyeri dada dengan cara menusukkan jarum ke rongga dada untuk mengeluarkan cairan berlebih.
-
Chest tube: Metode ini dilakukan dengan memasang kateter yang sudah dihubungkan dengan alat khusus ke rongga dada untuk mengeluarkan cairan.
-
Pleural drain: Metode ini hampir sama dengan chest tube, namun pemasangan kateternya dilakukan dalam jangka panjang.
-
Pleurodesis: Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan zat yang dapat memicu peradangan ringan ke rongga pleura. Prosedur ini dapat merangsang penyatuan lapisan pleura. Pleurodesis biasanya dilakukan ketika cairan di pleura sudah dikeluarkan dan berisiko kambuh kembali.
-
Operasi: Metode ini dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila beberapa metode di atas tidak efektif. Operasi ini bertujuan untuk menangani gangguan yang menjadi penyebab terjadinya penumpukan cairan di pleura.
Pencegahan Efusi Pleura
Efusi pleura dapat disebabkan oleh berbagai jenis penyakit, maka cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menghindari kondisi medis yang mendasari. Oleh karenanya, jika mengalami gejala yang berkaitan dengan sistem pernapasan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pulmonologi di Siloam Hospitals terdekat. Hal ini penting dilakukan guna memperoleh diagnosis yang akurat dari dokter, mengingat gejala dari kondisi medis satu dengan yang lainnya dapat serupa.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai kemudahan akses, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







