Mengenal Prosedur Thoracentesis, Tujuan, dan Risikonya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Prosedur Thoracentesis, Tujuan, dan Risikonya

06 Mei 2025 4 menit waktu baca
Thoracentesis adalah

Thoracentesis adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengeluarkan cairan berlebih di sekitar paru-paru (ruang pleura). Prosedur ini memiliki waktu pelaksanaan yang tergolong singkat dengan risiko yang cukup rendah, bahkan bisa dilakukan dengan kondisi terjaga. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai thoracentesis melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Thoracentesis?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, torakosintesis atau thoracentesis adalah prosedur medis untuk mengeluarkan cairan atau udara dari paru-paru, tepatnya yang berada di rongga pleura. Sebagai informasi, pleura merupakan lapisan berganda tipis (selaput) yang mengelilingi paru-paru, sementara ruang pleura adalah celah tipis yang terdapat di antara pleura paru-paru dengan dinding dada bagian dalam.

 

Tujuan Thoracentesis

 

Pada kondisi normal, rongga pleura berisi sedikit cairan yang berfungsi untuk mencegah pleura bergesekan saat bernapas. Namun, pada beberapa kondisi, seperti pneumonia, kanker paru-paru, atau kegagalan fungsi jantung, dapat menyebabkan terjadinya efusi pleura (peningkatan produksi cairan).

 

Thoracentesis adalah prosedur yang akan dilakukan oleh dokter untuk mengeluarkan cairan atau udara berlebih tersebut agar paru-paru bisa berfungsi normal kembali. Selain mengeluarkan cairan, thoracentesis juga kerap digunakan untuk pemeriksaan dan diagnosis penyakit yang berkaitan dengan paru-paru.

 

Dokter biasanya merekomendasikan pasien menjalani thoracentesis apabila mengalami sejumlah kondisi berikut ini.

 

  • Infeksi di paru-paru.

  • Efusi pleura.

  • Kanker paru-paru.

  • Kesulitan bernapas.

 

Prosedur Thoracentesis

 

Thoracentesis bukan termasuk operasi besar, melainkan bersifat invasif minimal. Artinya, dokter tidak perlu membuat sayatan besar untuk melakukan prosedur ini. Sebelum menjalani prosedur torakosentesis, pasien perlu memberi tahu dokter terkait beberapa hal, seperti:

 

  • Menderita gangguan pembekuan darah.

  • Mengonsumsi aspirin atau obat pengencer darah.

  • Obat-obatan, suplemen, atau vitamin yang sedang dikonsumsi.

  • Sedang hamil.

  • Memiliki alergi terhadap obat, termasuk anestesi dan plester.

 

Tidak ada kontraindikasi dari prosedur thoracentesis. Dokter mungkin tidak menyarankan pasien menjalani thoracentesis apabila memiliki beberapa kondisi kontraindikasi relatif, seperti:

 

  • Terdapat jaringan parut pada paru-paru atau baru menjalani operasi paru-paru.

  • Menderita gangguan pembekuan darah.

  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

  • Memiliki kondisi lain, di mana potensi komplikasinya lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya.

 

Sebelum proses penyedotan cairan benar-benar dilakukan, dokter akan melakukan rontgen atau CT scan terlebih dahulu untuk mengetahui berapa banyak cairan yang berada di dalam rongga pleura.

 

Adapun beberapa tahap prosedur thoracentesis adalah sebagai berikut:

 

  • Pasien mungkin diminta untuk melepas pakaian dan melepas perhiasan atau benda lainnya. Pasien juga dapat diberikan gaun rumah sakit untuk dipakai.

  • Pasien akan diminta untuk duduk atau berbaring.

  • Tubuh pasien akan dihubungkan dengan monitor untuk memantau detak jantung dan tanda-tanda vital lainnya.

  • Dokter akan memberikan oksigen pada pasien melalui tabung (kanula) di hidung atau menggunakan masker.

  • Pemeriksaan menggunakan ultrasound untuk menentukan posisi memasukan jarum suntik  yang tepat.

  • Setelah menentukan area yang tepat, dokter akan memberikan anestesi lokal dan mensterilkan area tersebut.

  • Kemudian, dokter akan memasukkan jarum melalui sayatan menuju paru-paru dan rongga pleura.

  • Dokter juga memasangkan selang plastik untuk mengalirkan cairan keluar dari rongga pleura.

  • Setelah menyuntikan jarum, cairan ekstra di paru-paru akan mulai keluar.

  • Setelah proses penyedotan cairan selesai, dokter akan memasangkan plester di kulit yang disuntik. Tidak diperlukan jahitan untuk menutup bekas suntikan.

  • Di akhir prosedur, dokter akan meminta pasien untuk kembali menjalani pemeriksaan X-ray untuk memastikan kondisi paru-paru.

 

Thoracentesis adalah prosedur medis yang memerlukan durasi cukup singkat, yaitu antara 10–15 menit. Namun, waktu yang dibutuhkan mungkin lebih lama apabila cairan yang harus dikeluarkan jumlahnya lebih banyak. Prosedur ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, namun umumnya tidak menyakitkan. 

 

Efek Samping Thoracentesis

 

Pada dasarnya, thoracentesis adalah prosedur yang cukup aman dilakukan, bahkan risikonya sangat rendah. Sehingga, prosedur ini umumnya tidak menimbulkan efek samping serius. Kendati demikian, sama halnya dengan prosedur medis lainnya, beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan oleh prosedur thoracentesis adalah:

 

  • Perdarahan.

  • Gangguan pada sirkulasi udara di dalam paru-paru.

  • Infeksi.

  • Pneumotoraks (paru-paru mengempis).

 

Beberapa efek samping di atas cukup jarang terjadi. Sekalipun terjadi efek samping, gejala yang muncul biasanya cukup ringan dan dapat diobati selama pemulihan. Jika pasien berisiko mengalami komplikasi serius, biasanya dokter tidak akan merekomendasikan prosedur ini.

 

Itulah penjelasan seputar prosedur thoracentesis yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami sejumlah kondisi yang berhubungan dengan paru-paru atau gangguan sistem pernapasan lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Paru yang meliputi tes darah lengkap, foto rontgen, dan spirometri. Paket Skrining Kesehatan Paru bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan yang berkaitan dengan paru-paru. 

 

Anda bisa memesan paket Skrining Kesehatan Paru melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memudahkan Anda dalam mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-ivan-joalsen-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-putu-wisnu-arya-wardana-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hariadi-hadibrata-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)

Bedah Toraks Kardiovaskular

Subspesialis Bedah Toraks


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail